Satu Abad Muhammadiyah, Menuju Pembaruan Tahap Kedua

Sabtu, 28 November 2009 | 23.58

Secara etimologis nama Muhamaddiyah berasal dari kata “Muhammad”, yaitu nama Rasulullah SAW, dan diberi tambahan ya nisbah dan ta marbuthah yang berarti pengikut Nabi Muhammad SAW. KH. Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Muhammadiyyah menegaskan bahwa,”Muhammadiyyah bukanlah nama perempuan melainkan berarti umat Muhammad, pengikut Muhammad, Nabi Muhammad SAW utusan Tuhan yang penghabisan”.
(lagi…)

Kurban, Sebuah Pendekatan Kepada Allah

Rabu, 25 November 2009 | 23.38

Kurban ( Qurbân ) memiliki arti dekat atau mendekatkan. Secara khusus istilah ini berarti penyembelihan binatang ternak pada hari raya Idul Adha atau tiga hari sesudahnya , yaitu tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijjah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain kata kurban, dalam kosa kata bahasa Indonesia kita mengenal kata-kata akrab, karib dan kerabat yang semuanya berasal dari kata yang sama dan mengandung makna kedekatan.

(lagi…)

Haji dan Perempuan

Oleh : Fathurrosyid

Jika haji diyakini semua orang sebagai ritual yang paling kuat kontrol sosialnya daripada yang lain, tentu saja ini terjadi bukan secara kebetulan. Semua itu memang sengaja di-”manage” dan di-”setting” oleh Allah lantaran dua faktor. Pertama, haji merupakan ibadah yang membutuhkan ekstra kekuatan fisik dan materi.

Kedua, haji merupakan ibadah yang kaya dengan simbol. Di sana terdapat ritual tawaf sebagai simbol totalitas kepasrahan dan kesetaraan ( equality / musawah ) manusia, wukuf di Arafah sebagai simbol perdamaian dan kasih sayang, melempar jumrah sebagai simbol perlawanan, serta sai sebagai simbol perjuangan hidup.
(lagi…)

Haji, Ritual Persaudaraan Global

Oleh : M Anis Matta

Lebih dari 3.500 tahun lalu, Nabi Ibrahim berdoa di atas gurun tak berpenghuni agar Allah menggerakkan hati-hati manusia untuk datang mengunjungi Baitullah.

Sekitar 1.500 tahun lalu, Nabi Muhammad, cucu terakhir Nabi Ibrahim dari putranya, Nabi Ismail, menunaikan ibadah haji yang pertama sekaligus yang terakhir, yang dikenal sebagai Haji Terakhir ( Hajjatul Wada’ ), bersama sekitar 100.000 hingga 125.000 kaum Muslimin.
(lagi…)

Mabrurkah Haji Kita ?

Oleh : Nasaruddin Umar

”Barangsiapa yang menunaikan haji dengan niat semata-mata karena Allah, tidak berkata kotor dan berbuat fasik, maka ia akan menjadi sosok suci seperti bayi yang dilahirkan oleh ibunya.” ( HR Bukhari )

Cita-cita semua orang yang menunaikan ibadah haji, selain ingin hajinya diterima (makbul), juga yang lebih penting ingin hajinya mabrur, yakni haji yang mendapatkan penilaian khusus di sisi Allah SWT. Haji mabrur dijanjikan keutamaan khusus dari Rasulullah SAW: ”Tidak ada haji yang balasannya surga selain haji yang mabrur.” ( HR Bukhari-Muslim )

(lagi…)

Etika Berhaji

Oleh : Khaeron Sirin

Suatu ketika seorang ahli sufi, Ibrahim bin Adham, bermimpi, ada dua malaikat turun ke bumi dan berbincang. ”Tahun ini ada berapa orang jemaah yang hajinya diterima oleh Allah?” tanya salah satu malaikat kepada malaikat yang lain. Malaikat yang lain menjawab, ”Dari sekian ribu orang jemaah, tak satu pun yang diterima kecuali seseorang dari Damaskus bernama Muwaffaq.”
(lagi…)

Apakah Perbuatan Buruk Kita Akan Dibalas Ketika Beribadah Haji ?

Jumat, 13 November 2009 | 18:25

special--kabah--islam online.netBeberapa tahun yang lalu, seorang ulama bercerita tentang pengalamannya pada waktu ibadah haji. Ia mendapat perlakuan buruk dari jemaah lain di sana. Ia menyadari bahwa itu sebagai balasan atas perlakuan buruknya yang pernah ia lakukan kepada orang lain .

Kisahnya berawal ketika ia bergegas pulang seusai shalat subuh berjamaah di masjid agung. Ia terburu-buru pulang karena ingin ke toilet yang jarak rumahnya tidak begitu jauh. (lagi…)