Berburu Pahala di Bulan Ramadhan


Jumat, 28 Agustus 2009 | 14:30

20090825084907--The Zakat FundBulan Ramadhan adalah   bulan yang penuh berkah.   Hari dan malam di bulan Ramadhan, lebih mulia dibanding hari dan malam di bulan lain. Kemuliaannya ditunjukkan dengan nama-nama tertentu yang dilekatkan pada bulan ini.

Nama-nama tersebut merefleksikan kemuliaannya, di antaranya adalah :

  1. Syahr Allah (Bulan Allah), karena Allah memberikan pahala yang besar bagi orang yang berbuat baik di bulan ini. Ibadah puasa pun pahalanya langsung diberikan Allah sendiri.
  2. Syahr al-Quran ( bulan diturunkannya Al-Quran/ Nuzul al-Quran ).
  3. Syahr al-tilawah ( bulan membaca Al-Quran ).
  4. Syahr al-rahmah ( bulan kasih sayang, bulan waktu Allah melimpahkan rahmat-Nya ).
  5. Syahr al-jud ( bulan kedermawanan, bulan untuk berbagi).

Pada bulan Ramadhan ini Allah SWT akan melipatgandakan pahala ibadah. Bagi ibadah sunnah, Allah akan melimpahkan pahala setara dengan ibadah wajib. Dan untuk ibadah wajib, Allah akan melipatgandakan pahalanya sebesar 70 kali lipat.

Oleh karena itu, sebagian umat Muslim suka melakukan hal-hal yang dianggapnya akan memberikan limpahan pahala. Terjadilah perburuan pahala. Tentu saja kalau hal ini dilakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullahi SAW dan secara konsisten ( istiqamah ) dilanjutkan setelah Ramadhan berlalu, akan sangat baik. Karena memang itu yang diharapkan dari ibadah bulan Ramadhan ini. Kita menjalani pelatihan dengan berbagai aktivitas keberagamaan agar setelah Ramadhan lewat kita bisa lebih bertakwa.

Perburuan pahala ini biasanya sudah diawali sejak menjelang datangnya bulan Ramadhan. Banyak orang yang sengaja meninggalkan pekerjaannya, anak-anaknya bolos sekolah, hanya untuk sesuatu yang mereka anggap sebagai suatu keharusan menjelang puasa. Mereka melakukan ziarah ke makam orang tua, atau saudaranya. Padahal ziarah kubur itu kata Nabi SAW hanya untuk mengingatkan kita kepada kematian. Kalau untuk mendoakan mereka yang sudah mendahului kita bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun.

Ada juga sebagian orang yang sampai berani menunda membayar zakat sampai bulan Ramadhan tiba. Padahal sebelum Ramadhan sudah sampai waktunya , sudah haul . Haul adalah batas perhitungan jangka waktu pemilikan harta yang akan dikeluarkan zakatnya, dan telah mencapai waktu satu tahun Qamariyah.

Mereka menganggap kalau dibayarkan pada bulan Ramadhan akan meraup pahala berlipat ganda, padahal sudah jelas dia melalaikan kewajiban zakat itu sampai melewati waktu yang telah ditetapkan. Begitu juga infak dan sedekah sering ditangguhkan sampai Ramadhan tiba, padahal berjuta orang saudara kita hidup serba kekurangan. Dan tidak bisa menunggu.

Fenomena lain yang kita lihat sejak beberapa tahun terakhir ini, masyarakat Muslim yang kebetulam memiliki kelebihan harta, sudah menjadikan ibadah umrah Ramadhan sebagai bagian dari gaya hidupnya. Yang dilihat tentu pahalanya yang berlimpah. Padahal umrah itu hukumnya sunnah. Sedangkan menyantuni saudara seiman yang kebetulan tidak seberuntung meraka adalah wajib. Mereka mengejar yang sunnah tapi mengabaikan kewajiban.

Beberapa hari menjelang puasa, Abdul Majid, Ketua Umum Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FKKBIH) yang juga guru besar pendidikan Islam di Universitas Pendidikan Indoensia (UPI) Bandung, menyatakan bahwa calon jemaah haji kita 50% lebih tidak bisa membaca Al-Quran ( Republika, 18 Agustus 2009 ). Mudah-mudahan jemaah umrah tidak demikian. Tapi kalau mereka belum bisa membaca Al-Quran lebih baik belajar Al-Quran dulu karena hukumnya wajib.

Banyak juga masyarakat Muslim yang keliru memahami hadits Nabi yang menyatakan bahwa tidur orang yang berpuasa termasuk ibadah, sehingga mereka bermalas-malasan. Padahal Nabi dan kaum Muslimin meraih kemenangan pada Perang Badar yang terjadi pada bulan Ramadhan. Begitu juga Shalahuddin Al-Ayyubi memenangkan pertempuran pada peperangan salib yang justru itu terjadi pada bulan Ramadhan.

Tidur yang bernilai ibadah itu adalah tidur yang diharapkan berfungsi untuk bisa memulihkan kondisi tubuhnya setelah beraktivitas. Bukan karena hobi bermalas-malasan. Bagaimana akan memperoleh berkah ( value added ) kalau cuma tiduran.

Hal lain yang sering dilakukan umat Muslim terhadap Al-Quran di bulan Ramadhan yaitu hanya sekedar membaca saja. Mereka merasa cukup dengan membaca karena sudah termasuk ibadah. Mereka menyebutnya tadarrus, padahal tadarus itu berarti mempelajari. Mempelajari kandungan isi Al-Quran akan mengantarkan seseorang untuk dapat mengamalkan ajaran-Nya.

Mempelajarinya tentu tidak akan cukup dalam satu bulan. Tapi mempelajari Al-Quran itu bukan hanya wajib di bulan Ramadhan saja. Mereka banyak yang berbangga diri kalau sudah khatam pada bulan Ramadhan, walaupun tidak tahu apa isinya Al-Quran itu.

Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

5 Comments (+add yours?)

  1. Sawali Tuhusetya
    Aug 30, 2009 @ 17:56:01

    semoga kita bisa menjalankan ibadah puasa tahun ini lebih “kaffah”, mas azis, tak terjebak pada acara ritualnya belaka. alhamdulillah, pas komen ini saya lagi berbuka, sambil jalan2, hehe …

    ——————————————————————–

    Amin. Selamat berbuka.
    Salam,

    abdaz

    Reply

  2. bundadontworry
    Sep 08, 2009 @ 05:41:32

    Semoga apapun kebaikan yg kita lakukan dlm Ramadhan ini, akan terus berlanjut pada bulan2 selanjutnya.
    Semoga Allah swt selalu melimpahkan ketakwaan pd kita semua, amin.
    Salam.

    Reply

  3. Saung Humor
    Sep 26, 2009 @ 20:02:58

    Untuk berburu pahala bukan hanya di bulan puasa pak guru… apalagi berburu pahala bagi seorang istri.. ada dipostingan terbaru saya.. hehee.
    Kamana bae boboran teh yeuh.. baktos ah ka keluarga di Cianjur..

    ——————————————————————

    Justru itu , mereka berburu pahala di bulan Ramadhan tapi menyalahi ketentuan agama. Seperti membayar zakat ditangguhkan sampai bulan Ramadhan, padahal sebelum Ramadhan sudah haul.
    Terima kasih.

    Salam ti Cianjur.

    Reply

  4. meubel
    Apr 01, 2012 @ 14:54:50

    alangkah baiknya jika berburunya pahala tidak hanya dibulan puasa pasti tambah sempurna,,,hhe
    makasih syaran” nya gan,,,,,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IP
My Popularity (by popuri.us)
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 39 other followers

%d bloggers like this: