Berharap Ampunan dan Rahmat Allah


Sometimes very simple words can have the greatest effect, if they are said in the right time.

SERING kali kita memandang rendah orang yang kita ketahui banyak berbuat dosa. Pada hal kita tidak tahu apa yang ada di hatinya yang paling dalam.

Sebagian dari kita selalu beranggapan bahwa suatu kesalahan yang dilakukan seseorang adalah sepenuhnya kemauan dia sendiri. Kita memang tidak mungkin tahu secara utuh apa motivasi yang melatarbelakanginya. Dan stigma pun ditimpakan kepadanya sebagai orang jahat.

Dalam situasi tertentu bisa saja seseorang berbuat kedurhakaan karena suatu keterpaksaan. Juga bisa saja ada orang yang secara tidak disadarinya memberi peluang untuk bertindak semacam itu. Sang pendurhaka itu pun mungkin membenci perbuatannya sendiri, atau terdorong oleh kondisi lingkungannya.

Ada seorang lelaki meninggal dunia tapi tak seorang pun yang mau memandikan dan mengkafani jenazah itu, karena kedurhakaannya ketika hidupnya. Bahkan orang-orang itu membuangnya ke tempat sampah dengan kaki mereka.

Allah menyampaikan wahyu kepada Nabi Musa AS,”Musa, telah meninggal seorang lelaki, jenazahnya kini di tempat sampah. Padahal ia itu kekasih-Ku. Ia tidak dimandikan, tidak dikafani, tidak dikuburkan. Berangkatlah, mandikan, kafani, shalatkan, dan kuburkan dengan kemuliaan”.

“Benar, di sini telah meninggal seorang durhaka,” jawab mereka ketika ditanya oleh Nabi Musa.

“Di mana ia sekarang ?”, tanya Musa.”Aku ke sini semata-mata diutus Allah untuk laki-laki yang kalian anggap durhaka itu.”

Dengan diantar penduduk kampung, Musa mendatangi tempat pembuangan sampah itu. Segala kebusukan lelaki itu terus meluncur dari mulut-mulut penduduk dengan menampakkan kebencian. Setelah melihat mayat itu, Musa pun heran terhadap perintah Allah tadi.

“Tuhan, Engkau telah mengutusku menguburkannya dan menshalatkannya. Padahal penduduk di sini mengetahui pasti ia seorang durhaka. Hidupnya penuh dengan perbuatan tercela. Hanya Engkau Yang Maha Tahu soal puji dan cela.”

Allah menjawab:”Benar, Musa. Orang-orang itu juga benar. Mereka menghukum lelaki itu karena perbuatannya. Tapi aku telah mengampunnya karena tiga sebab. Ketahuilah : kalau seorang pendosa meminta ampun kepada-Ku dan Kuampuni, mengapa dia tidak ? Padahal dia pernah berkata kepada dirinya sendiri bahwa Aku adalah Tuhan Maha Penyayang.”

“Apakah tiga sebab itu, Tuhan ?”, tanya Musa.

“Ketika laki-laki itu mengahadapi maut, ia mengadu kepada-Ku : Tuhan, Kau tahu segala maksiat yang kuperbuat, padahal sebenarnya aku sangat membenci maksiat itu. Mengapa kulakukan juga, padahal aku membencinya, itu karena tiga hal, Tuhanku.

Pertama : hawa nafsu, pergaulan yang jelek, dan iblis terkutuk. Ini yang pertama membawaku jatuh ke dalam jurang kemaksiatan . Tentu Kau sangat tahu, dan ampunilah aku.

Kedua : Tuhan , Kau tentu tahu bahwa aku berbuat maksiat karena aku dalam lingkungan yang bejat. Padahal sebenarnya aku menyukai orang-orang yang baik dan zuhud. Tinggal dengan mereka sangat aku senangi daripada berkumpul dengan orang bejat, Tuhan.

Ketiga : Tuhan, sungguh, orang yang shalih lebih baik daripada orang thalih ( kebalikan shalih ) . Sungguh orang shalih lebih saya cintai. Jika seandainya datang kepada saya dua orang itu, saya akan mendahulukan yang shalih.”

Allah melanjutkan : “Maka Kuampuni dosanya dan kurahmati dia. Sesungguhnya Akulah Yang Maha Kasih dan Maha Penyayang, khususnya kepada mereka yang mengakui kesalahannya di hadapan-Ku. Dan laki-laki ini telah mengakui kesalahannya, maka Kuampuni dia, kulewatkan segala dosanya.

Wahai Musa, lakukan apa yang Kuperintahkan. Aku pun akan mengampuni orang-orang yang menshalatkannya serta ikut menguburkannya, demi kemuliaan yang dia miliki.”

Rasulullah SAW menyatakan :

“Hamba yang penuh dosa, tapi selalu mengaharap ampunan Tuhan, lebih baik dari hamba yang selalu beribadah tapi putus asa terhadap rahmat Tuhannya.” ( HR Ibn Mas’ud ).

Allah dalam Al-Qur’an dengan tegas menyatakan :

“ … dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” ( QS Yusuf [12] : 87 ).

Pic © ReadingIslam.com

Cianjur , Senin, 15 Februari 2010 | 00:42

About these ads

40 Comments (+add yours?)

  1. ELFARIDI
    Feb 15, 2010 @ 01:46:04

    nice post pak :) slam kenal, semoga kita selalu menjadi orang yang pandai bersyukur…. dengan segaala manifestasinya. monggo berkunjung ke blog sya dan komen disetiap postingnya :)

    —————————————————————————————-

    Terima kasih, salam kenal kembali.
    Kita berharap semoga senantiasa bisa mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan.
    Insya Allah nanti saya akan berusaha menyempatkan untuk berkunjung.
    Terima kasih dan semoga sukses.
    Salam.

    Reply

  2. nurhayadi
    Feb 15, 2010 @ 05:16:42

    Kemuliaan orang berbuat dosa adalah ketika dia bertaubat. Nabi Adam alaihissalam juga pernah berbuat dosa, namun beliau bertaubat, dan Allahpun menerima taubatnya.

    ——————————————————————————–

    Perbuatan dosa merupakan penyimpangan dari jalan lurus yang telah ditetapkan-Nya. Oleh karena itu ia harus kembali ( taubat ) ke jalan yang diridhai-Nya.

    Bertaubat dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan , insya Allah akan diberi ampunan-Nya. Amin.

    Terima kasih atas kedatangannya dan tambahan infonya,
    Salam

    Reply

  3. kawanlama95
    Feb 15, 2010 @ 07:14:46

    semoga kita tidak berputus asa dari rahmat Allah, amien

    ——————————————————————————————

    Mudah-mudahan kita dijauhkan dari sikap keputusasaan. Keputusasaan merupakan cerminan seseorang yang tidak meyakini akan ampunan dan kasih ( rahmat ) Allah. Karena itu, sikap tersebut merupakan sikap seorang kafir.

    Terima kasih atas kunjungannya.
    Salam

    Reply

  4. didot
    Feb 15, 2010 @ 14:00:54

    cerita yg indah dan menggetarkan hati….

    memang benar pak,jika seorang hamba dosanya sebesar bumi,maka ampunan Allah adalah seluas langit.

    seseorang yg merasa suci lebih berpotensi untuk melakukan dosa dan masuk neraka karena kesombongannya itu,ketimbang seorang hamba yg selalu menyesali dan memohon ampun atas segala kesalahannya.

    ————————————————————————————-

    Betul Mas, sebesar apa pun dosa kita, jauh lebih besar ampunan dan kasih Allah. Allah memerintahkan kita untuk bertobat, karena kita tidak lepas dari kesalahan. Bertobat artinya kembali kepada jalan yang lurus, jalan yang diridhai-Nya.

    Dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan seseorang untuk bertobat, insya Allah akan mendapat ampunan dan kasih-Nya.

    Terima kasih banyak atas masukannya.
    Salam.

    Reply

  5. sedjatee
    Feb 15, 2010 @ 15:58:36

    ada dua hikmah dari membaca tulisan ini:
    1. jangaan pernah putus asa pada ampunan Allah, sungguh Allah adalah Maha Pengampun…
    2. meski ALlah maha pengampun, tentu kita tak bisa terus-menerus mengulang kesalahan kita.
    semoga terus memperbaiki diri ke arah yang lebkh baik

    sedj
    —————————————————————————————-

    Terima kasih Mas. Saya senang sekali setiap hadir selalu melengkapi tulisan di sini.

    Mudah-mudahan kita dijauhkan dari keputusasaan, mendapat ampunan dan rahmat Allah.
    Semoga kita dapat selalu memperbaiki diri ke arah yang diridhai-Nya. Amin.

    Teima kasih.
    Salam.

    Reply

  6. kopral cepot
    Feb 16, 2010 @ 11:32:12

    baca “Ihya Ulumuddin” Al-Ghazali tentang “Taubat” ada syarat-syarat Taubat diantaranyah : Menyesali, membeci perbuatan maksiat, Bertekad untuk tidak mengulangi, Memperbaharui dengan amal sholeh, dan terus menerus memohon ampunan-Nya..

    semoga cerita yg sederhana ini tdk pula menyederhanakan kewajiban kita untuk “Taubatan Nasuha”..

    Salam ti mBandunk ;)

    ————————————————————————————–

    Betul sekali, dalam kisah di atas ia menyesali dan membenci kemaksiatan yang pernah dilakukan. Karean ia menyesalinya di akhir kehidupan, sang lelaki itu tidak sempat memperbaiki diri . Tapi Allah Maha Tahu apa yang dia ingin lakukan yaitu taubat ( arti literalnya : kembali ), kembali ke jalan yang diridhai-Nya.

    Sebagai manusia yang tidak selalu berjalan di jalan-Nya, kita wajib bertaubat , taubat yang benar-benar taubat. Semoga.

    Terima kasih atas kesediaannya melengkapi artikel di atas.
    Salam dari Cianjur

    Reply

  7. Pejuang Kata
    Feb 16, 2010 @ 11:36:36

    Kata penuh harap dapat rahmat
    Badan selaput penuh maksiat
    Islam datang membawa selamat
    Membimbing hidup tuk dapat nikmat
    Dunia didapat
    Akhirat didapat

    salam ;)

    ——————————————————————————————

    Mudah-mudahan kita bisa istiqamah sebagai Muslim. Dan Islam membawa rahmat-Nya untuk kebahagiaan dunia akhirat. Amin.
    Terima kasih.
    Salam.

    Reply

  8. dafiDRiau
    Feb 16, 2010 @ 12:43:21

    Terimakasih atas pencerahannya nya pak semoga menjadi lebih baik

    —————————————————————————————-

    Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kehidupan kita ini.
    Terima kasih.
    Salam.

    Reply

  9. Jamil
    Feb 16, 2010 @ 16:51:46

    Sungguh besar kasih sayang serta ampunan dari Alloh SWT…
    Namun, tidak lantas kita bebas melakukan perbuatan dosa dengan berharap mendapat ampunan dari Alloh SWT. Perlu diingat juga bahwa Adzab dari Alloh SWT sangat keras…
    Nice post.. Menggugah hati..

    Reply

  10. Jamil
    Feb 16, 2010 @ 16:54:24

    Sungguh besar kasih sayang serta ampunan dari Alloh SWT.
    namun, tidak lantas kita bisa berbuat dosa dengan mengharap ampunan dari Alloh SWT.
    Ingatlah bahwa adzab dari Alloh SWT sangat pedih…
    Terima kasih atas pengingatnya…

    —————————————————————————————-

    Seseorang tidak lepas dari kesalahan dan berjalan tidak di jalan-Nya, karena itu ia wajib taubat ( kembali ke jalan yang diridhai-Nya ). Oleh karena itu setiap orang berkewajiban untuk selalu berharap akan ampunan dan kasih Allah. Hanya dengan kasih ( rahmat ) Allah kita bisa meraih kebagahagiaan di dunia dan akhirat.

    Terima kasih.
    Salam.

    Reply

  11. jalandakwahbersama
    Feb 17, 2010 @ 17:36:40

    Assalamu’alaikum, Allah Swt berfirman, “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Az Zumar ayat 53). (Dewi Yana)

    ——————————————————————————————

    Wa’alaikumussalam,
    Terima kasih Bu sudah melengkapi tulisan di atas dengan Surah Az Zumar ( 39 ) : 53. Ayat ini saling melengkapi dengan Surah Yusuf ( 12 ) :87 yang saya cantumkan di atas.

    Sekali lagi , terima kasih.
    Salam.

    Reply

  12. dedekusn
    Feb 17, 2010 @ 22:57:01

    Mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT adalah dambaat setiap umat muslim

    —————————————————————————–

    Mudah-mudahan kita semua mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT. Amin.

    Reply

  13. indra1082
    Feb 18, 2010 @ 08:26:19

    Assalamualakum pak,
    Nice post pak, sebagai bahan renungan :)

    ——————————————————————————

    Wa’alaikumussalam,
    Mudah-mudahan bermanfaat Mas.
    Terima kasih.
    Salam

    Reply

  14. bidansmart
    Feb 18, 2010 @ 13:08:21

    Ya Alloh, sesungguhnya kami telah mendzolimi diriku sendiri dengan kedzoliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa melainkan hanya Engkau. karena itu ampunilah kami, dengan ampunan yang datang dari sisi-Mu dan rahmatilah kami, Seungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang…amiin

    ————————————————————————————–

    Perbuatan dosa merupakan perbuatan dhalim kepada diri sendiri dan orang lain. Tapi sebesar-besar dosa masih lebih besar ampunan dan rahmat Allah.
    Terima kasih
    Salam.

    Reply

  15. Ruang Hati Blog
    Feb 18, 2010 @ 15:25:50

    Semoga kita semua mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT, amien

    ——————————————————————————————

    Semoga ampunan dan rahmat Allah senantiasa tercurah kepada kita. Amin.
    Terima kasih .
    Salam

    Reply

  16. sns
    Feb 18, 2010 @ 17:01:29

    maju terus islam blog….
    ————————————————————————-

    Terima kasih. Insya Allah.

    Reply

  17. Deby
    Feb 18, 2010 @ 19:20:10

    semoga Tuhan mengampuni semua dosa kita, Amien

    ———————————————————————————–

    Amin Ya Rabb al alamin. Mudah-mudan Allah mengampuni kita semua

    Reply

  18. kank_ripay
    Feb 18, 2010 @ 23:54:56

    mudah2an kita semua dapat ampunannya.. aminnn

    ————————————————————————————–

    Tentu. Kita semua mengharapkan demikin. Semoga.
    Terima kasih.

    Reply

  19. abifasya
    Feb 19, 2010 @ 08:02:29

    Adalah salah jika seseorang tetap betah berbuat dosa dengan sangkaan bahwa Allah adalah “Ghofururrohiim”, sangkaan itu adalah sangkaan yg ke-PD-an, tidak ingatkah kita kalau di sisi lain Allah juga “SYadidul Iqaab”.

    —————————————————————————————–

    Betul juga, banyak orang yang “menyalahgunakan” sifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Sikap semacam ini menjurus kepada “pelecehan ” terhadap keadilan Allah. Padahal Allah atas dasar Keadilan-Nya bisa mengampuni dan bisa juga memberikan siksaan yang pedih.

    Terima kasih dengan tambahan penjelasannya.
    Salam.

    Reply

  20. Ruang Hati
    Feb 21, 2010 @ 06:17:39

    Semoga Istighfar kita selalu diterima Allah, karena Allah adalah Tuhan Maha Pengampun Al-Ghofur, Al Ghofar

    ———————————————————————————————-

    Kita sernantiasa harus tetap berharap bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa kita , dan semakin meyakini bahwa Allah Maha Pengampun. Mudah-mudahan doa kita diterima – Nya. Amin.

    Terima kasih.
    Salam

    Reply

  21. kank_ripay
    Feb 21, 2010 @ 19:47:20

    “Sebagian dari kita selalu beranggapan bahwa suatu kesalahan yang dilakukan seseorang adalah sepenuhnya kemauan dia sendiri. Kita memang tidak mungkin tahu secara utuh apa motivasi yang melatarbelakanginya. Dan stigma pun ditimpakan kepadanya sebagai orang jahat.”
    bener banget ntu kang… oh ya. link nya udah saya pasang ntu…

    ———————————————————————————

    Betul Kang, suatu tindakan yang dilakukan seseorang tidak terlepas dari kondisi dan situasi yang melatarinya. Tidak selalu yang dikerjakan seseorang itu atas kemauan sendiri secara murni, sering terjadi karena suatu keterpaksaan . Bahkan tidak jarang tindakan buruk itu terjadi karena “dipaksa” baik langsung maupun tidak langsung oleh kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan hukum.

    Terima kasih linknya.
    Salam

    Reply

  22. roffywibowo
    Feb 21, 2010 @ 20:17:17

    berharap ampunan ??? itu yang sangat dinanti oleh setiap manusia dimuka bumi ini…

    ————————————————————————————————–

    Kita diperintahkan Allah untuk terus mengharap ampunan-Nya yang diiringi dengan upaya untuk memperbaiki diri. Mudah-mudahan kita memperoleh ampunan Allah SWT, dan tetap istiqamah dalam menjalankan perintah-Nya.

    Terima kasih.
    Salam

    Reply

  23. dedekusn
    Feb 22, 2010 @ 03:07:25

    Assalamu’alaikum Kang Abd. Azis…
    Damang? semoga kabar baik selalu menyertai.

    ——————————————————————————

    Wa’alaikumussalam,
    Alhamdulillah, pangesto. Mudah-mudahan di Ciamis ge aya dina panangtayungan Gusti Nu Maha Suci.
    Can tiasa jalan-jalan ieu teh, asa rariweuh teu puguh.
    Hatus nuhun Kang.
    Salam

    Reply

  24. Sawali Tuhusetya
    Feb 22, 2010 @ 06:59:55

    terima kasih banget pencerahannya, mas azis. semoga kita menjadi hamba Allah yang tak pernah berputus asa dari rahmat Allah dan bisa bertobat mohon ampunan-Nya ketika berbuat khilaf dan dosa.

    —————————————————————————————-

    Berbuat khilaf kadang tidak terasa sehingga berbuat dosa tanpa kita sadari. Untuk itulah kita harus selalu mohon ampunan kepada-Nya. Kita bertobat ( kembali ) kepada Allah, mudah-mudahan segala kekhilafan kita diampuninya.
    Terima kasih.

    Reply

  25. M Mursyid PW
    Feb 22, 2010 @ 14:16:43

    Kita memang harus senantiasa beristighfar ya, Pak.

    ————————————————————————————–

    Rasulullah SAW beristighfar sekitar 70 kali setiap hari, padahal beliau selalu terpelihara dari perbuatan yang tidak benar. Mungkin kita akan berpikir, berapa kali kita seharusnya beristighfar.

    Terima kasih Pak.
    Salam

    Reply

  26. Mas Ben
    Feb 22, 2010 @ 14:38:25

    memang menghakimi dan menghukum dosa seseorang itu hak penuh Tuhan ya :)

    Salam bentoelisan

    Mas Ben
    ————————————————————————————

    Betul sekali Mas Ben. Kita hanya tahu yang tampak, tidak bisa menyelami hati orang lain. Seseorang yang berbuat khilaf hanya perbuatannya saja yang kita lihat, tapi apa yang melatarbelangi terjadinya hal tersebut tidak ada yang tahu. Benar Mas Ben, kita tidak bisa menjadi hakim yang adil.

    Terima kasih Mas.
    Salam.

    Reply

  27. indracorner
    Feb 23, 2010 @ 08:35:27

    Assalamualaikum ww, sebagai hamba yang penuh dosa memang rahmat dan ampunanNya lah yang menjadi tujuan hidup ya pak… wasslm ww

    —————————————————————————————-]

    Wa’alaikumussalam,
    Kita hidup tidak akan lepas dari kekhilafan , sengaja atau tidak sengaja. Dan kita tidak mungkin bisa hidup tanpa rahmat ( kasih )-Nya.

    Terima kasih.
    Salam

    Reply

  28. dykapede
    Feb 23, 2010 @ 09:33:55

    Selamat pagi…

    ——————————————————————————–

    Selamat siang !

    Reply

  29. indonesiatekno
    Feb 23, 2010 @ 15:56:45

    merenngi segala kesalahan jadinya…

    Terimaksih Pak postingnya…

    Salam Kenal

    http://www.indonesiatekno.wordpress.com

    ————————————————————————————-

    Terima kasih kunjungannya.
    Semoga kita bisa selalu mengevaluasi kesalahan-kesalahan kita dan menindaklanjutinya. Amin.

    Salam kenal kembali.
    Terima kasih.

    Salam.

    Reply

  30. zipoer7
    Feb 24, 2010 @ 09:37:39

    Assalamualaikum
    Salam Takzim
    hehehe, selamat pagi pak, selamat bekerja, dan selamat beribadah. maap baru sempat berkunjung dan memberi penyampaian, semoga tetap semangat ya dalam beraktivitas
    Salam Takzim Batavusqu

    ———————————————————————————

    Wa’alaikumussalam,
    Saya juga mohon maaf Bang, belum sempat berkunjung ke mana-mana. Untuk update juga sering tidak sempat.

    Terima kasih Bang kunjungannya.
    Semoga semakin sukses.
    Salam

    Reply

  31. Fitri
    Feb 25, 2010 @ 15:29:58

    Sekedar jalan-jalan dan kunjungan sore tuk membaca artikel.

    ———————————————————————–

    Terima kasih, Mbak. Mudah-mudahan ada artikel yang bisa memberikan manfaat.

    Salam.

    Reply

  32. catatanpelangi
    Feb 25, 2010 @ 20:16:07

    Assalamualaikum … Nice post!! Salam kenal yaa …

    —————————————————————————-

    Wa’alaikumussalam,
    Salam kenal kembali, mudah-mudahan kita bisa menjalin silaturahim.

    Terima kasih.
    Salam

    Reply

  33. Dofollow Blog Community
    Feb 27, 2010 @ 16:46:25

    Lama gak mampir nih.. ternyata banyak ketinggalan info hehe..
    ———————————

    Terima kasih sudah mampir lagi.

    Reply

  34. Saung web
    Feb 27, 2010 @ 16:49:28

    Betul sekali sob.. postingan yang sarat dengan nilai islami
    ———————————

    Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

    Reply

  35. Tomy Meilando
    Mar 02, 2010 @ 17:49:53

    maha besar Allah yang maha pengampun^^

    ——————————————

    Mudah-mudahan dengan kemahabesaran-Nya kita mendapat ampunan Allah SWT. Amin.

    Reply

  36. M Mursyid PW
    Mar 06, 2010 @ 00:03:06

    Beberapa hari gak berkunjung ke sini. Rindu membaca petuah Islami.
    Salam, semoga p Abdaz sehat selalu.
    ————————————————

    Terima kasih Pak. Semoga kita tetap sehat dan bisa berbagi.
    Salam.

    Reply

  37. JOB CAREER VACANCY
    Apr 14, 2010 @ 22:20:36

    wakakaka… kakaka… ada-ada deh, maaf kalo gak nyambung Dapatkan informasi lowongan pekerjaan terbaru di informasi lowongan kerja

    ————————————-

    Terima kasih infonya.

    Reply

  38. Masruroh
    Jun 01, 2010 @ 11:16:44

    Allah maha pengampun ya pak…

    —————————————-

    Betul, Allah akan mengampuni orang-orang yang penuh kesungguhan memohon ampun kepada-Nya.

    Terima kasih.

    Reply

  39. china wholesale mobile
    Aug 11, 2010 @ 11:27:53

    You got a really useful blog I have been here reading for about an hour. I am a newbie and your success is very much an inspiration for me.

    —————————————————-

    Thank you so much

    Reply

  40. aidah yazid
    Oct 25, 2011 @ 14:24:36

    Assalamua’kum saudara budiman….izinkan saya share artikel saudara ya…!!!
    Terlebih dahulu saya ucapkan ribuan terima kasih diatas afford saudara dan didahului jazakallahu khoir…semoga saudara sentiasa dirahmati Allah.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IP
My Popularity (by popuri.us)
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 40 other followers

%d bloggers like this: