<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Islam 4 All</title>
	<atom:link href="http://abdaz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abdaz.wordpress.com</link>
	<description>Doing the Right Thing and Doing It Right</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2012 09:00:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abdaz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/986c923b4041a73cb322b1c49923f658?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Islam 4 All</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abdaz.wordpress.com/osd.xml" title="Islam 4 All" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abdaz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Doa Orang-orang Shaleh</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2011/03/31/doa-orang-orang-shaleh/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2011/03/31/doa-orang-orang-shaleh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 14:28:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama & Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[shaleh]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=3387</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Dr. A. Ilyas Ismail Pada suatu hari, Umar bin al-Khathab, memergoki sahabat Mu&#8217;adz bin Jabal sedang menangis, dekat makam Rasulullah SAW. &#8220;Apa yang membuatmu menangis, hai Mu&#8217;adz? tanya Umar. Jawabnya, aku teringat baginda Rasulullah pernah berkata: &#8220;Sedikit riya adalah syirik. Siapa memusuhi kekasih Allah, Ia pasti memeranginya, dan Allah mencintai orang-orang takwa dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3387&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh  : <strong>Dr. A. Ilyas Ismail</strong></p>
<p>Pada suatu hari, Umar bin al-Khathab, memergoki sahabat Mu&#8217;adz bin Jabal sedang menangis, dekat makam Rasulullah SAW. &#8220;Apa yang membuatmu menangis, hai Mu&#8217;adz? tanya Umar. Jawabnya, aku teringat baginda Rasulullah pernah berkata: &#8220;Sedikit riya adalah syirik. Siapa memusuhi kekasih Allah, Ia pasti memeranginya, dan Allah mencintai orang-orang takwa dan orang-orang yang menyembunyikan kebaikannya, yaitu orang-orang yang jauh dari popularitas, namun hati mereka bagaikan obor penerang.&#8221; ( HR Ibn Majah dan Baihaqi dari Umar bin Khathab ).</p>
<p><span id="more-3387"></span></p>
<p>Pada hakekatnya, hadis ini menceritakan keberadaan orang-orang takwa alias orang-orang shaleh, yang kelihatannya sekarang semakin langka.</p>
<p>Inilah yang membuat risau  sahabat Mu&#8217;az bin Jabal. Orang-orang shaleh itu, menunjuk hadis di atas,  memiliki setidak-tidaknya tiga sifat unggulan yang tak dimiliki oleh orang lain.</p>
<p>Pertama, mereka memiliki akidah yang kuat, dalam arti bebas dari unsur-unsur syirik, baik yang terang ( <em>jaliy</em> ) maupun yang laten (<em> khafiy )</em>. Tak ada kekuatan lain yang mendominasi jiwa mereka, selain Allah SWT. Mereka, tutur Sayyid Quthub, selalu tunduk dan patuh  kepada Allah dan Rasul. Mereka tak pernah mencari alternatif lain manakala Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan keputusan buat mereka. (QS al-Ahzab [33]: 36).</p>
<p>Kedua, mereka senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Al-Quran menyebut mereka  &#8220;Pelopor Kebaikan&#8221;, <em>sabiqun bi al-khairat</em> ( QS Fathir [35]: 32 ). Menurut Ibn Taimiyah, mereka adalah orang-orang yang mampu menjalankan perintah Allah, baik yang wajib  maupun sunah. Mereka juga mampu menjauhi larangan Allah  baik yang makruh apalagi yang haram. Bahkan, mereka rela meninggalkan sebagian dari yang boleh  sekiranya hal itu berpotensi menjerumuskan mereka kepada sifat lupa dan alpa.</p>
<p>Ketiga, mereka senantiasa membersihkan diri dari dosa-dosa dan maksiat. Mereka bermandikan cahaya. Hati mereka adalah cahaya. Kebaikan mereka juga cahaya. Dalam diri mereka ada cahaya di atas cahaya, <em>nurun  &#8216;ala nur</em> ( QS al-Nur [24]: 35 ). Dengan begitu, mereka menjadi obor penerang di tengah-tengah kegelapan dunia.</p>
<p>Mereka itulah orang-orang yang dituju oleh sabda Nabi dalam hadis lain yang berbunyi: &#8220;Di antara hamba-hamba Allah, ada orang yang apabila bersumpah, maka Allah pasti memberinya kebaikan.&#8221; ( HR Bukhari dari Muhammad ibn Abdillah al-Anshari ).</p>
<p>Maksud hadis ini, menurut pakar hadis Ibn Hajar al-&#8217;Asqalani, ialah apabila ia berdoa, maka Allah pasti mengabulkannya. Pendapat lain mengatakan, dunia belum binasa, meski sarat dengan dosa-dosa dan kejahatan, justru karena kebaikan dan doa dari orang-orang shaleh ini. <em>Wallahu a&#8217;lam</em>!<br />
<strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>ØØØ</strong></p>
<p><strong>Sumber  : </strong><span style="color:#800000;"><em><strong>Hikmah</strong></em><strong><em> </em>, Republika, Rabu, 9 Maret 2011</strong></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/agama-kehidupan/'>Agama &amp; Kehidupan</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/doa/'>doa</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/hikmah/'>hikmah</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/shaleh/'>shaleh</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/syirik/'>syirik</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/3387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/3387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/3387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/3387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/3387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/3387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/3387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/3387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/3387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/3387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/3387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/3387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/3387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/3387/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3387&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2011/03/31/doa-orang-orang-shaleh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepribadian yang Terpecah</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2011/02/28/kepribadian-yang-terpecah/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2011/02/28/kepribadian-yang-terpecah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 15:47:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama & Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[makrifat]]></category>
		<category><![CDATA[mukmin]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[shalihin]]></category>
		<category><![CDATA[shiddiqin]]></category>
		<category><![CDATA[syuhada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=3327</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : KH Didin Hafidhuddin SEJATINYA seorang mukmin adalah seorang yang menyatu antara hati, pikiran, ucapan, dan perbuatannya. Tidak ada pertentangan antara yang satu dan lainnya. Karena memang keimanan itu adalah refleksi dan manifestasi dari makrifat atau kesadaran yang mendalam, yang terhunjam dalam hati sanubari dan terealisasikan melalui ucapan dan perbuatan. Sikap ini seharusnya mencakup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3327&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;">Oleh : <strong>KH Didin Hafidhuddin</strong></span></p>
<p><a rel="attachment wp-att-3328" href="http://abdaz.wordpress.com/2011/02/28/kepribadian-yang-terpecah/didin/"><img class="alignleft size-full wp-image-3328" title="didin" src="http://abdaz.files.wordpress.com/2011/02/didin.gif?w=535" alt=""   /></a>SEJATINYA seorang mukmin adalah seorang yang menyatu antara hati, pikiran, ucapan, dan perbuatannya. Tidak ada pertentangan antara yang satu dan lainnya. Karena memang keimanan itu adalah refleksi dan manifestasi dari makrifat atau kesadaran yang mendalam, yang terhunjam dalam hati sanubari dan terealisasikan melalui ucapan dan perbuatan.<br />
Sikap ini seharusnya mencakup dalam semua aktivitas, baik pada waktu ibadah (<em>mahdhah</em>) maupun dalam melakukan kegiatan muamalah.</p>
<p>Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS al-An&#8217;am (6): 162-163, yang masuk dalam doa Iftitah yang selalu dibaca saat kita melaksanakan shalat.</p>
<p><span id="more-3327"></span></p>
<p>&#8220;Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).&#8221;</p>
<p>Tidak ada dikotomi (pemisahan) antara satu kegiatan dan kegiatan lainnya. Yang ada hanyalah perbedaan tekanan dan praktiknya. Sebagai contoh, ketika melaksanakan shalat, kita diperintahkan untuk jujur dan hanya melakukan pengabdian kepada Allah SWT. Dan, ketika melakukan kegiatan ekonomi, seperti berdagang, harus pula jujur dan amanah.</p>
<p>Shalat yang baik akan mengantarkan seseorang masuk ke dalam surga. Demikian pula berdagang yang baik akan mengantarkan masuk ke dalam surga. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Tirmizi, Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Pedagang yang jujur dan terpercaya kelak di surga akan bersama para nabi, para <em>siddiqin</em>, syuhada, dan para salihin.&#8221;</p>
<p>Pejabat Muslim yang baik ketika berpakaian ihram pada waktu melaksanakan haji dan umrah, ia tidak mau melanggar aturan yang telah ditentukan syariat. Kesadaran yang semacam ini seharusnya diwujudkan pula dalam melaksanakan  tugas dan tanggung jawabnya sebagai pejabat. Ia tidak mau berlaku curang, zalim, melakukan korupsi yang merugikan bangsa dan negara, serta kegiatan-kegiatan buruk lainnya sebagaimana firman Allah SWT dalam QS al-Baqarah (2): 188.</p>
<p>Kenyataannya, di tengah kehidupan kita, betapa banyak kaum Muslimin yang tidak memiliki kepribadian utuh seperti tersebut di atas, yang tidak memisah dan memilah satu kegiatan dengan kegiatan lainnya.</p>
<p>Mereka memiliki kepribadian yang terpecah <em>(split personality)</em>. Misalnya, baik dan jujur ketika di masjid, tetapi menipu ketika melakukan kegiatan ekonomi. Baik dan jujur ketika beribadah, tetapi berlaku zalim dan korup ketika memiliki jabatan.</p>
<p>Karena itu, kegiatan dakwah yang mengantarkan seseorang dan umat untuk memiliki kepribadian utuh harus terus-menerus digalakkan dan ditumbuhkembangkan sehingga suasana keislaman tidak hanya ada di masjid dan mushala, tetapi juga di pasar, gedung-gedung pemerintah, dan di tempat kegiatan kehidupan lainnya. <em>Wallahu&#8217;alam bishawab.</em></p>
<p style="text-align:center;"><strong>ØØØ</strong></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Dari : </strong><strong><em>Hikmah</em></strong><em><strong> </strong></em><strong>Republika, </strong><strong>Senin,  2</strong><strong>8 </strong><strong>Februari 2011</strong></span><strong> </strong></p>
<p><strong>Cianjur,  2</strong><strong>8 Februari 2011 | </strong><strong>22 : </strong><strong>47</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>*** <span style="color:#800000;">Prof. Dr. KH . Didin Hafidhuddin, MS , Ketua Umum Baznas </span></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/agama-kehidupan/'>Agama &amp; Kehidupan</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/iman/'>iman</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/jujur/'>jujur</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/kepribadian/'>kepribadian</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/makrifat/'>makrifat</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/mukmin/'>mukmin</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/muslim/'>Muslim</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/shalihin/'>shalihin</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/shiddiqin/'>shiddiqin</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/syuhada/'>syuhada</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/3327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/3327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/3327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/3327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/3327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/3327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/3327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/3327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/3327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/3327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/3327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/3327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/3327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/3327/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3327&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2011/02/28/kepribadian-yang-terpecah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdaz.files.wordpress.com/2011/02/didin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">didin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Abu Bakar, Umar, Evo Morales, dan SBY</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2011/01/26/antara-abu-bakar-umar-evo-morales-dan-sby/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2011/01/26/antara-abu-bakar-umar-evo-morales-dan-sby/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Jan 2011 10:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama & Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Bakar Ash-Shiddiq]]></category>
		<category><![CDATA[Baitul Maal]]></category>
		<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Evo Morales]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Umar bin Abdul Aziz]]></category>
		<category><![CDATA[Umar bin Khaththab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=3320</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syahruddin El-Fikri JUMAT (21/1), seperti hari lainnya, tak ada yang berubah. Semuanya sama seperti hari-hari sebelumnya. Bahkan, soal pemberitaan di media massa, tetap fokus pada kasus mafia pajak Gayus Halomoan Partahanan Tambunan. Namun, saat berlangsungnya rapat pimpinan TNI, tiba-tiba Presiden SBY curhat soal gajinya yang tak naik-naik selama kurang lebih tujuh tahun terakhir. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3320&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <strong>Syahruddin El-Fikri</strong></p>
<p>JUMAT (21/1), seperti hari lainnya, tak ada yang berubah. Semuanya sama seperti hari-hari sebelumnya. Bahkan, soal pemberitaan di media massa, tetap fokus pada kasus mafia pajak Gayus Halomoan Partahanan Tambunan. Namun, saat berlangsungnya rapat pimpinan TNI, tiba-tiba Presiden SBY curhat soal gajinya yang tak naik-naik selama kurang lebih tujuh tahun terakhir.</p>
<p>Adakah yang salah dari curhat itu? Bagi sebagian orang mungkin wajar-wajar saja. Namun, bagi sebagian dan mayoritas rakyat Indonesia yang masih berada di bawah garis kemiskinan, curhat presiden itu seakan membuka aib ketika rakyat sedang berkeluh kesah soal gizi buruk, rakyat yang terpaksa makan tiwul karena tidak bisa membeli beras, rakyat yang kesulitan membeli kebutuhan pokok karena semua harga barang naik, dan lainnya.</p>
<p><span id="more-3320"></span></p>
<p>Belum lagi soal kasus hukum yang belum berjalan maksimal. Seorang Gayus Tambunan, aktor mafia pajak yang hanya divonis tujuh tahun penjara plus denda sebesar Rp 300 juta; kasus century yang berlarut-larut; wakil rakyat yang sibuk mengurusi gedung baru DPR; ketimbang soal TKI yang terlantar di Arab Saudi; dan masih banyak lagi.</p>
<p>Menyaksikan persoalan itu semua seakan menggambarkan betapa parahnya kondisi negeri ini. Masalah kemiskinan makin meningkat, korupsi makin merajalela, hukum dipermainkan, TKI ditelantarkan, dan orang miskin tak bisa membeli kebutuhan barang pokok. Kepada siapa lagi mereka bisa berharap, bila kondisi bangsa ini berada dalam carut-marut yang sangat memprihatinkan.</p>
<p>Ketika Presiden SBY mengungkapkan soal gajinya yang tidak naik-naik, ia berharap agar seluruh pejabat tetap bekerja secara maksimal. Mereka tidak perlu harus diributkan dengan masalah gaji. Itu yang dikatakan Sekretaris Kabinet, Dipo Alam, ketika sejumlah media memberitakan masalah gaji presiden.</p>
<p>Untuk ukuran negara Indonesia yang luasnya ratusan kali luas wilayah Singapura, gaji presiden SBY memang tidak sebesar upah yang didapatkan pemimpin negeri itu. Gaji Perdana Menteri Singapura, sebagaimana dirilis The Economist, besarnya mencapai 2.183.516 dolar AS per bulan. Sementara gaji SBY sebesar 124.171 dolar AS, atau setara dengan Rp 62,4 juta per bulan. Kecil memang. Namun, gaji yang didapatkan SBY justru lebih besar dari Perdana Menteri Cina yang hanya sebesar 10.633 dolar AS dan PM India 4.106 dolar AS. Kedua Negara ini jauh lebih luas dari wilayah Indonesia. Bandingkan pula dengan Rusia (115.000 dolar AS), Argentina (74.126 dolar AS), dan Polandia (45.045 dolar AS).</p>
<p><strong>Pemotongan gaji</strong><br />
Bagaimana dengan gaji Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq dan Umar bin Abdul Aziz? Tentu tak adil membandingkannya dengan kedua khalifah tersebut. Abu Bakar adalah sahabat tertua sekaligus mertua Rasulullah SAW, sedangkan Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah di masa dinasti Umayyah.</p>
<p>Secara perinci memang tak bisa disamakan gaji Abu Bakar dengan SBY. Apalagi untuk ukuran sekarang. Gaji Abu Bakar setahun sebesar 2.500 dirham, atau jika dikonversi dengan rupiah per 22 Januari 2011, setara dengan Rp 101.250.000 per tahun (kurs satu dirham sekitar Rp 40.500). Artinya, gaji Abu Bakar sebesar Rp 8.437.500 per bulan.</p>
<p>Namun dalam perkembangannya, gaji Abu Bakar dinaikkan menjadi 500 dirham per bulan, atau setara dengan Rp 20.250.000 per bulan. Setahun Abu Bakar menerima gaji sebagai khalifah sebesar Rp 243 juta atau 6000 dirham setahun. Sementara gaji SBY setahun sebesar Rp 748 juta lebih.</p>
<p>Hebatnya lagi, gaji yang diterima Abu Bakar itu kemudian sebagian di antaranya dikembalikan ke kas negara. Sebab, Abu Bakar merasa gajinya terlalu berlebihan. Lihatlah kisah berikut ini.</p>
<p>Suatu hari, istri Abu Bakar menemuinya. Sang istri berkata, ia ingin membeli manisan. Abu Bakar menjawab, &#8220;Saya tidak memiliki uang yang cukup untuk membelinya.&#8221; Istrinya meminta izin kepada Abu Bakar untuk menghemat uang belanja sehari-hari dan menabungnya.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, ketika uang yang dikumpulkan dirasa cukup untuk membeli manisan, istrinya menyerahkan uang itu kepada Abu Bakar dan memohon kepadanya agar dibelikan manisan. Namun, apa yang terjadi? Bukannya membeli manisan, Abu Bakar merasa uang tunjangannya terlalu berlebihan, maka Abu Bakar bergegas ke Baitul Mal dan mengembalikan uang yang sudah dikumpulkan istrinya. Abu Bakar meminta pihak pengelola Baitul Mal agar mengurangi uang tunjangannya sejumlah uang yang bisa dihemat oleh istrinya.</p>
<p>Pun demikian halnya dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Sosok khalifah yang dikenal sangat adil dan tawadhu ini memiliki sifat yang sangat luar biasa. Selain dermawan, arif, dan wara, ia juga sangat menjaga segala sesuatu yang dimakannya dari harta yang bukan miliknya.</p>
<p>Dalam berbagai riwayat tentang sosok Umar bin Abdul Aziz diceritakan, suatu hari istrinya memberinya sepotong roti yang sangat harum dan wangi. Tampak sekali roti itu lezat dan membangkitkan selera. Ia pun bertanya kepada istrinya, perihal asal muasal roti itu dan sumber dana yang digunakan. Istrinya menyampaikan bahwa roti itu dibuatnya sendiri dari uang yang didapatkan Umar sebagai khalifah. &#8220;Jumlahnya hanya 3,5 dirham dari uang yang aku sisihkan 0,5 dirham setiap harinya,&#8221; kata istrinya.</p>
<p>Mendengar hal itu, tenanglah hati Umar. Roti yang akan dinikmatinya berasal dari sumber yang halal. Namun demikian, ia tetap gelisah. Mengapa? Ternyata, uang yang disisihkan istrinya sangat jauh dari cukup dan berlebihan. Ia pun memanggil pengelola atau bendahara Baitul Mal agar mengurangi gajinya sebesar 0,5 dirham per harinya.<br />
Demi menyenangkan istrinya, Umar bin Abdul Aziz berkata kepada istrinya, ia siap bertanggung jawab dan mengganti harga roti yang dibuatkan istrinya itu dengan cara menjaga hati dan perutnya dari kekenyangan. Maksudnya, ia akan menggantinya dengan berpuasa agar tenang dari gangguan perasaan karena telah memakan harta umat demi kepentingan pribadi. Ia tidak ingin menikmati kesenangan, sementara rakyatnya dalam keadaan lapar.</p>
<p>Kita tentu ingat dengan kisah Umar bin Khattab-khalifah pengganti Abu Bakar-yang rela memikul tepung karena dia malu, sebab masih ada rakyatnya yang tidak bisa makan apa-apa. Jangankan makan tiwul, yang lain pun tidak. Sehingga, rakyatnya itu terpaksa merebus batu karena tidak ada bahan makanan yang bisa dipergunakan untuk makan.</p>
<p>Keteladanan Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Umar bin Abdul Aziz juga dicontohkan oleh Presiden Bolivia Evo Morales. Presiden yang nyentrik ini, berdasarkan keterangan dari Financial Times, gajinya per bulan sebesar 3.289,4 dolar AS, atau sekitar Rp 60 juta per bulan. Namun per Januari 2006 silam, ia memotong 57 persen dari gaji, yakni menjadi 1.875 dolar AS, atau sekitar Rp 29,9 juta per bulan. Setahun sekitar 40 ribu dolar, atau kurang lebih Rp 360 juta. Artinya, gaji Morales ini hanya separuh dari gaji yang diterima Presiden SBY.</p>
<p>Seperti Morales, Presiden Meksiko Felipe Calderon juga memotong sendiri gajinya sebesar 10 persen saat terpilih pada 2006 lalu. Seperti dikutip Washington Post, pendahulunya menerima gaji sekitar Rp 2,2 miliar per tahun.</p>
<p>Pemotongan gaji sejumlah pemimpin di atas merupakan contoh teladan yang harusnya bisa diikuti oleh pemimpin manapun. Mereka memiliki kepedulian yang tinggi pada nasib rakyatnya.</p>
<p>Bagi Umar, jika kebutuhan sehari-hari hanya tiga dirham, mengapa harus dibayar sebesar Rp 3,5 dirham. Kalau istilah sekarang, remunerasi-memberikan sesuatu yang lebih atas kinerja yang baik. Tentu Baitul Maal tidak salah saat memberikan uang belanja sebesar 3,5 dirham. Sebab, siapa pun tahu, Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang sangat hati-hati dalam urusan harta. Selain itu, ia dikenal sebagai pemimpin yang adil dan dermawan. Ia tidak pernah takut pada siapa pun, kecuali kepada Allah SWT, sang Mahahakim yang adil dan yang memutuskan setiap perkara dengan benar.</p>
<p>Manusia bisa saja menyembunyikan sesuatu dari manusia lainnya, namun ia tidak akan bisa menyembunyikan sesuatu dari pengawasan Allah. Rasululllah SAW bersabda, &#8220;Sembahlah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Allah yang melihatmu.&#8221; Allah tidak pernah tidur (mboten sare) walau sesaat. Allah senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik hamba, termasuk daun yang jatuh di malam hari dan semut yang berjalan di kegelapan malam.<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><strong>ØØØ</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Dari : <em>Refleksi </em>Republika, Ahad,  23 Januari 2011</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Cianjur,  26 Januari 2011 | 17 : 00<br />
</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/agama-kehidupan/'>Agama &amp; Kehidupan</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/abu-bakar-ash-shiddiq/'>Abu Bakar Ash-Shiddiq</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/baitul-maal/'>Baitul Maal</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/dinar/'>dinar</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/dirham/'>dirham</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/evo-morales/'>Evo Morales</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/gaji/'>gaji</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/presiden/'>presiden</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/sby/'>SBY</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/umar-bin-abdul-aziz/'>Umar bin Abdul Aziz</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/umar-bin-khaththab/'>Umar bin Khaththab</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/3320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/3320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/3320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/3320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/3320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/3320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/3320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/3320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/3320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/3320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/3320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/3320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/3320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/3320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3320&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2011/01/26/antara-abu-bakar-umar-evo-morales-dan-sby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ideologi Takhta</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2010/12/19/ideologi-takhta/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2010/12/19/ideologi-takhta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Dec 2010 10:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama & Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Daud]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[raja]]></category>
		<category><![CDATA[Sulaeman]]></category>
		<category><![CDATA[takhta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=3301</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Dr. HAEDAR NASHIR SIAPA meragukan keperkasaan Nabi Sulaiman? Dia Nabi sekaligus Raja digdaya, tetapi alim dan bijaksana. Tuhan menganugerahkan kepadanya kemampuan yang serba melampaui. Berbicara dengan binatang, menundukkan angin, menguasai bangsa jin, dan menaklukkan Ratu Bilqis. Banyak kisah yang khariq al-&#8217;adat ( metarasional ) yang menyertai perjalanan hidup Nabi Sulaiman sebagai ibrah bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3301&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Dr. HAEDAR NASHIR </strong></p>
<p><strong><a rel="attachment wp-att-3302" href="http://abdaz.wordpress.com/2010/12/19/ideologi-takhta/images-haedar-nashir-news-fajar-co-id-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-3302" title="images--Haedar Nashir -- news.fajar.co.id" src="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/12/images-haedar-nashir-news-fajar-co-id.jpg?w=535" alt=""   /></a>SIAPA</strong> meragukan keperkasaan Nabi Sulaiman? Dia Nabi sekaligus Raja digdaya, tetapi alim dan bijaksana. Tuhan menganugerahkan kepadanya kemampuan yang serba melampaui. Berbicara dengan binatang, menundukkan angin, menguasai bangsa jin, dan menaklukkan Ratu Bilqis. Banyak kisah yang <em>khariq al-&#8217;adat </em>( metarasional ) yang menyertai perjalanan hidup Nabi Sulaiman sebagai ibrah bagi umat manusia. Dia diberi kekuasaan dan istana yang megah, tetapi perhambaannya kepada Allah dan kebaikannya bagi umat manusia sangatlah utama.</p>
<p><span id="more-3301"></span></p>
<p>Kekuasaan duniawi yang luar biasa tak pernah menjadikan Nabi Sulaiman sewenang-wenang, apalagi jauh dari Tuhan. Dia adalah hamba Allah yang utama sehingga Tuhan mengabadikannya lewat Al-Quran: &#8220;Dan Kami karuniakan kepada Daud seorang putra bernama Sulaiman, Dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat: ( QS Shad: 30 ). Suatu kali Sulaiman berkata: &#8220;Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar pada pengertian-pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dengan segala lakumu, maka Dia akan meluruskan jalanmu. Janganlah menahan kebaikan dari orang-orang yang berhak menerimanya, sedang engkau mampu melakukannya.&#8221;</p>
<p>Di ujung kehidupannya yang penuh kejayaan dan kebaikan, Nabi Sulaiman dalam usia 52 tahun sampai pada puncak kepasrahan untuk kembali (<em> irja&#8217;</em> ) kepada Tuhan. Dikisahkan al-Nuwairi ( Hilmi Ali Sya&#8217;ban, 2004: 136 ), Nabiyullah yang juga Raja ternama ini suatu hari menutup pintu istananya. Dia ingin bermunajat sepenuh hari kepada Allah seraya memerintahkan para pengawal istana agar tidak ada satu orang pun yang diperbolehkan masuk. Dia ingin membersihkan diri dari segala keburukan dunia.</p>
<p>Tiba-tiba Nabi Sulaiman melihat seorang pemuda berwajah tampan dan berpakaian putih-putih datang menemuinya sambil menyapa: &#8220;Assalamualaikum, wahai Sulaiman!&#8221; Sulaiman menjawab: &#8220;Waalaikumsalam. Bagaimana kamu bisa masuk ke istana ini, padahal tidak satu orang pun diperbolehkan. Apakah penjaga istana tidak mencegahmu dan kenapa kamu tidak meminta izin kepadaku terlebih dulu?&#8221; Pemuda tak diundang itu menjawab tegas: &#8220;Tidak seorang pun dapat mencegahku memasuki istana ini, tidak pula pengawal istana. Aku tidak menginginkan kerajaanmu, tidak perlu pula meminta izin darimu.&#8221; Lalu, siapa yang mengizinkanmu,&#8221; tukas Sulaiman. &#8220;Tuhanmu yang mengizinkanku,&#8221; ujar si pemuda.</p>
<p>Nabi Sulaiman baru sadar bahwa yang datang itu sesungguhnya Malaikat Izrail. Pemuda yang tidak lain mlaikat pencabut nyawa itu berujar kepada Nabi Sulaiman: &#8220;Kamu boleh saja berharap bahwa pada hari ini kamu dapat membersihkan diri, hingga tidak ingin mendengar sesuatu hal buruk yang membuatmu terganggu. Tak sesuatu pun yang diciptakan di muka bumi ini kecuali atas kehendak Tuhanmu. Dan itu tak dapat diganggu gugat.&#8221; Sulaiman pasrah, lalu tibalah ajal sang Nabi yang juga Raja perkasa ini.</p>
<p><strong>Memaknai kekuasaan</strong></p>
<p>Nabi Sulaiman mengajarkan relativitas tentang kekuasaan sekaligus menggunakannya dengan kearifan, tanggung jawab, dan kemuliaan. Kendati menjadi nabi sekaligus raja, Sulaiman tetap Raja dan taat kepada Tuhan Yang Maha Pemberi Takhta, lalu berbuat ihsan bagi kehidupan. Bahwa kekuasaan apa pun di dunia ini hanya amanah alias titipan Tuhan. Manusia tidak berhak mengambilnya secara absolut, apalagi menjalankannya dengan sewenang-wenang. Siapa pun yang sedang memegang tampuk kekuasaan, belajarlah untuk sering bertanya pada diri sendiri. Dari mana kekuasaan atau takhta yang digenggam itu diperoleh dan bagaimana serta untuk apa dipergunakan? Sebab, tak ada durian runtuh dalam kekuasaan di dunia ini. Tuhan tidak memberi hak istimewa kepada seseorang untuk berkuasa atas manusia lain, lebih-lebih secara mutlak.</p>
<p>Dalam alam pikiran demokrasi, tentu kekuasaan itu diperoleh dari mandat rakyat. Di luar sistem demokrasi, kita tidak tahu dari mana asalnya takhta itu berada di tangan. Bahkan, manakala kekuasaan itu diperoleh melalui institusi demokrasi, berhakkah mereka yang memperoleh mandat rakyat mempergunakannya sesuka hati atau sebaliknya tidak menjalankannya dengan sebaik-baiknya? Ini masalah substansial dalam hal takhta atau kekuasaan. Dunia ini dengan segala urusannya diberikan Tuhan untuk semua manusia, tidak untuk segelintir orang. Tidak ada yang berhak memonopoli atas kekuasaan duniawi di muka bumi ini.</p>
<p>Becerminlah pada kearifan dan kezuhudan Umar bin Khattab. Ketika dirinya didesak untuk siap dibaiat karena baru saja Abu Bakar Ash-Shiddiq wafat, Umar dengan rendah hati menjawab: &#8220;Saudara-saudara, saya hanya salah seorang dari kalian. Kalau tidak karena segan menolak tawaran Khalifah Rasulullah, saya pun akan enggan memikul tanggung jawab ini.&#8221; Para sahabat dan kaum Muslimin kagum dan haru dengan sikap Umar itu, lebih-lebih setelah Umar melanjutkan ujarannya. &#8220;Ya Allah, aku ini sungguh keras dan kasar, maka lunakkanlah hatiku. Aku ini kikir, maka jadikanlah aku dermawan yang bermurah hati. Allah telah menguji kalian dengan aku, dan menguji aku dengan kalian ….&#8221; ( Haikal, 2001: 94 ).</p>
<p>Kita tidak tahu persis, mengapa orang-orang kini banyak berebut takhta atau kekuasaan dengan penuh ketegangan, bahkan saling ancam dan sikap serbaabsolut. Padahal, kekuasaan atau jabatan publik itu sesungguhnya amanah, ujian, dan kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Apabila tak pandai-pandai menunaikannya, ia akan berubah menjadi beban, ujian, cobaan, musibah, fitnah, dan petaka.</p>
<p>Cyrus pernah mengingatkan Socrates dan Aristoteles yang terlalu memberi kemudahan sosok raja untuk berkuasa. Berkuasa itu mudah jika dilakukan dengan pengetahuan dan pertanggungjawaban. Bahkan, Xenophon dan Isocrates mengingatkan para elite Yunani Kuno tentang bahayanya kekuasaan bahwa demokrasi, ologarki, tirani, dan kerajaan atau monarki semuanya hancur jika tidak diperintah dengan tepat. ( Rowe &amp; Schofield, 2001: 175 ).</p>
<p>Kekuasaan itu memang dahsyat dan dapat meracuni siapa pun karena di dalamnya terkandung pengaruh, otoritas, dan ideologi yang melanggengkannya. Bagi yang berkuasa akan terjangkiti racun mabuk kekuasaan, sebagaimana Raja Louis XIV yang dengan keangkuhannya berujar bahwa negara adalah aku. Fir&#8217;aun bahkan berani menyamakan dirinya dengan Tuhan. <em>&#8220;Ana rabbakum al-&#8217;ala&#8221; </em>( Akulah tuhanmu yang mahatinggi ).</p>
<p>Hampir semua raja, penguasa, dan siapa pun yang memperoleh mandat besar dalam kekuasaan dalam sepanjang sejarah, akhirnya bertekuk lutut pada takhta, lalu bertindak sewenang-wenang. Karena itu, Lord Acton menawarkan pembatasan kekuasaan karena, menurut dia, kekuasaan yang mutlak akan melahirkan kesewenang-wenangan, penyelewengan, dan penyimpangan yang sama mutlaknya. Oleh karenanya, jangan berikan seseorang atau institusi apa pun kekuasaan yang absolut. Berikanlah yang relatif dan dapat dikontrol.</p>
<p>Kekuasaan juga meninabobokan orang banyak ( rakyat ), lebih-lebih bagi masyarakat yang terlalu lama hidup dalam budaya dan hegemoni kekuasaan yang absolut. Rakyat yang sehari-hari hidup dalam budaya sabda pandhita ratu ( hidup dalam hegemoni titah raja ) atau dalam pangkuan kekuasaan absolut apa pun, biasanya menjelma menjadi abdi dalem  ( hamba ) yang lemah secara politik dan budaya.</p>
<p>Fir&#8217;aun, Louis XIV, Hitler, Mussolini, dan para tiran lainnya di muka bumi ini, biasanya menciptakan ideologi hegemoni untuk melanggengkan kekuasaannya. Kekuasaan ketika sudah menjelma dalam banyak kepentingan yang lama, akan cenderung dilanggengkan, baik oleh yang berkuasa maupun oleh kelompok rakyat yang dikuasai-betapa pun sengsaranya hidup rakyat yang menjadi objek kekuasaan.</p>
<p>Kenapa rakyat yang tidak memiliki kekuasaan ( <em>powerless</em> ) tampak mudah menerima atau tak berdaya dengan mereka yang berkuasa ( <em>powerfull</em> ), lalu menjadi hamba yang serbataklid-buta? Antonio Gramsci mengatakan, karena kekuasaan dan sang penguasa mampu menciptakan ideologi hegemoni kepada orang banyak yang dikuasai sehingga rakyat atau orang banyak itu nikmat hidup dalam cengkeraman kekuasaan yang berkuasa. Lalu, lahirlah para <em>true believer</em> ( pengikut buta ) dalam relasi kekuasaan yang telanjur sudah digenggam lama, apakah hal itu baik ataupun buruk.</p>
<p>Akhirnya, penguasa dan rakyat yang dikuasai sama-sama menikmati status quo kekuasaan sekaligus takut kehilangan. Itulah ideologi takhta, yang sering dilenggengkan dan didaur ulang dalam sejarah sangkar besi kekuasaan.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><strong>ØØØ</strong></span></p>
<p><strong><span style="color:#800000;">Dari : <em>Refleksi</em> Republika, Ahad, 19 Desember  2010</span></strong><br />
<strong><span style="color:#800000;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#800000;">Cianjur,  19 Desember 2010 | 17:23</span></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/agama-kehidupan/'>Agama &amp; Kehidupan</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/daud/'>Daud</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/demokrasi/'>demokrasi</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/ideologi/'>ideologi</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/kekuasaan/'>kekuasaan</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/kerajaan/'>kerajaan</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/nabi/'>nabi</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/raja/'>raja</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/sulaeman/'>Sulaeman</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/takhta/'>takhta</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/3301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/3301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/3301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/3301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/3301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/3301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/3301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/3301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/3301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/3301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/3301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/3301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/3301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/3301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3301&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2010/12/19/ideologi-takhta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/12/images-haedar-nashir-news-fajar-co-id.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images--Haedar Nashir -- news.fajar.co.id</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Haru yang Tersisa dari Kurban Tahun Lalu</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2010/11/20/cerita-haru-yang-tersisa-dari-kurban-tahun-lalu/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2010/11/20/cerita-haru-yang-tersisa-dari-kurban-tahun-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2010 08:21:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[daging kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=3261</guid>
		<description><![CDATA[REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI&#8211;Tahun lalu, saat prosesi distribusi kurban di perkampungan lereng Gunung Wilis, Jawa Timur, tatapan saya tak lepas pada keluarga Sartono. Ia membaur di antara ratusan warga yang menunggu giliran jatah sekerat daging qurban hari itu. Mengapa sekerat? Tiga ekor kambing dari Al-Azhar Peduli Ummat dibagi rata untuk 200 keluarga. Bahkan kulit kambing yang bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3261&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3262" class="wp-caption alignleft" style="width: 329px"><a rel="attachment wp-att-3262" href="http://abdaz.wordpress.com/2010/11/20/cerita-haru-yang-tersisa-dari-kurban-tahun-lalu/kurban_101104141506/"><img class="size-full wp-image-3262" title="kurban_101104141506" src="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/11/kurban_101104141506.jpg?w=535" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Kurban   (  Irwan Kelana / Republika )</p></div>
<p><strong>REPUBLIKA.CO.ID, </strong>KEDIRI&#8211;Tahun lalu, saat prosesi distribusi kurban di perkampungan lereng Gunung Wilis, Jawa Timur, tatapan saya tak lepas pada keluarga Sartono. Ia membaur di antara ratusan warga yang menunggu giliran jatah sekerat daging qurban hari itu. Mengapa sekerat? Tiga ekor kambing dari Al-Azhar Peduli Ummat dibagi rata untuk 200 keluarga.</p>
<p><span id="more-3261"></span></p>
<p>Bahkan kulit kambing yang bagi sebagian masyarakat dijual murah begitu saja, ikut dibersihkan bulunya kemudian dicacah kecil-kecil hingga terbagi rata. Pada saat prosesi ini, siapapun yang menyaksikan tak kuat menahan haru. Tiba giliran Sartono mengambil sejumput daging yang terbungkus daun pisang. Petani yang sehari-hari menggarap lahan hutan itu, kemudian bergegas pulang ke rumahnya. Di halaman, tiga anak Sartono yang masih kecil menyerbu girang.</p>
<p>“<em>Iwak wedhus yo pak, enak to pak</em> (daging kambing ya pak, enak kan pak),&#8221; cecar anak pertama Sartono yang duduk di bangku SD kelas 4.  Sartono hanya senyum, kemudian menyerahkan bungkusan daun pisang itu pada istrinya. Anak-anak Sartono tak mau jauh sejengkal pun, dari bungkusan itu. Bahkan saat ibunya menyiapkan perapian di tungku dapur yang terbuat dari tanah liat, ketiga anak Sartono setia menunggui. Mereka seakan tak rela, jika seekor lalat pun hinggap.</p>
<p>Di atas tungku dapur, istri Sartono merebus air di dalam panci yang sudah tampak usang. Kemudian bungkusan itu dibuka, tanpa dicuci lebih dulu. Tampak sejimpit daging, ditimpali potongan tulang. Jika ditimbang, tak lebih dari seperempat kilogram. Amat sedikit, jika dimakan satu orang saja kurang. Tak ada bumbu istimewa diracik, hanya garam dan bawang merah.</p>
<p>Suasana jadi merinding, saat anak-anak Sartono tak beringsut dari tungku dapur. Marno, anak nomor dua bahkan menundukkan wajahnya tepat di atas panci. Kemudian ia mengisap dalam-dalam asap dari dalam panci yang berbau kuah kambing itu. “<em>Hmmm, seger yo kang. Enak. Jajalo</em>. (segar ya mas. Enak. Cobalah),&#8221; kata Marno pada kakaknya.</p>
<p>Tak lama kemudian, sang kakak mengikuti saran adiknya. Kemudian diikuti adiknya yang paling kecil. “<em>Iyo enak. Wedhus teko ngendi to pake</em>, (iya enak. Kambing dari mana pak),&#8221; tanya anak tertua Sartono padanya. “Orang Jakarta,&#8221; jawab Sartono singkat. Sekilas, lelaki paruh baya itu matanya berkaca-kaca.</p>
<p>“Mohon dimaklumi anak-anak saya, Mas.  Malu saya, maklum bocah gunung nggak pernah makan daging,&#8221; Sartono berusaha menjelaskan. Setelah satu jam berlalu, istri Sartono memberi isyarat masakan sudah matang. Saat itulah, anak-anak Sartono meninggalkan sekerat tulang yang direbus itu dari sejak ayahnya datang. Mereka berburu mengambil piring. Di atas lantai tanah, anak-anak itu duduk bersila menunggu Sang Ibu membagi kuah dan keratan tulang kambing.</p>
<p>Di atas piring sudah diisi nasi tiwul tanpa campuran beras sedikit pun. Tiwul (nasi dari singkong kering) masih jadi makanan pokok, bagi sebagian masyarakat di lereng Gunung Wilis. Anak-anak Sartono makan, begitu lahapnya. Tak ketinggalan istri Sartono juga ikut bergabung. Disusul kemudian Sartono sendiri menyantap menu qurban hari itu. Saya memilih makan nasi tiwul, ditemani sambel teri dan lalapan daun singkong masakan istri Sartono. Sungguh nikmat, meski haru mencabik-cabik.</p>
<p>Makan siang usai. Tapi, lagi-lagi ada yang janggal. Menengok piring makan anak-anak Sartono masih menyisakan keratan tulang. Hanya suiran daging sedikt yang dimakan. Mendadak, Marno yang paling banyak ngomongnya nyeletuk. “Bu disimpan buat makan nanti sore. Jangan hilang ya,&#8221; tenggorokan saya terasa tercekat. Mendadak ingat daging yang melimpah di Arab Saudi melengkapi prosesi haji. Juga terbayang pesta daging kurban di kota-kota besar yang orang kaya pun ikut menikmati.</p>
<p>Siang itu, raut wajah gembira tersaji murni. Senyum simpul anak-anak Sartono nyaris sulit ditulis. Tapi, cerita ini harus saya bagi dengan Anda semua. Bahwa sekerat daging bisa jadi bagi kita tak berarti, tapi bagi keluarga Sartono sepotong tulang pun asupan gizi yang tak tentu setahun sekali dinikmati.  ( Republika OnLine , Jumat, 05 November 2010 )</p>
<p><strong><span style="color:#800000;">Red: irf</span></strong><br />
<strong><span style="color:#800000;"> Rep: Sunaryo Adhiatmoko</span></strong><br />
<strong><span style="color:#800000;"> Sumber: Al Azhar Peduli Ummat</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>ööö</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><br />
</strong></p>
<p><strong><span style="color:#800000;">Cianjur, 20 November 2010 | 15 : 21</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#800000;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
</span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Tulisan terkait :</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#0000ff;"><strong><a href="http://abdaz.wordpress.com/2009/11/25/kurban-sebuah-pendekatan-kepada-allah/">Kurban, Sebuah Pendekatan kepada Allah</a></strong></span></li>
</ul>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>﻿</strong></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/kurban-2/'>Kurban</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/daging-kurban/'>daging kurban</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/idul-adha/'>Idul Adha</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/kemiskinan/'>kemiskinan</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/kurban/'>kurban</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/3261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/3261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/3261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/3261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/3261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/3261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/3261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/3261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/3261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/3261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/3261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/3261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/3261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/3261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3261&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2010/11/20/cerita-haru-yang-tersisa-dari-kurban-tahun-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/11/kurban_101104141506.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kurban_101104141506</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa dan Agama</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2010/11/13/bahasa-dan-agama/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2010/11/13/bahasa-dan-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 15:56:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan berbahasa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=3217</guid>
		<description><![CDATA[PEMBELAJARAN bahasa , baik bahasa Indonesia, daerah, atau bahasa asing, lebih difokuskan kepada empat keterampilan berbahasa, yaitu membaca ( reading ), menulis ( writing ), berbicara ( speaking ), dan mendengarkan ( listening ). Keempat keterampilan ini sangat penting dikuasai, karena dalam berbagai aktivitas kita sehari-hari, termasuk aktivitas keberagamaan, sangat diperlukan. Di pesantren, ilmu-ilmu kebahasaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3217&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color:#000000;">PEMBELAJARAN </span></strong>bahasa , baik bahasa Indonesia, daerah, atau bahasa <a rel="attachment wp-att-3229" href="http://abdaz.wordpress.com/2010/11/13/bahasa-dan-agama/words-speaking-blue-2/"><img class="alignright size-large wp-image-3229" title="words-speaking-blue" src="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/11/words-speaking-blue1.gif?w=273&#038;h=133" alt="" width="273" height="133" /></a>asing, lebih difokuskan kepada empat keterampilan berbahasa, yaitu membaca ( <em>reading</em> ), menulis ( <em>writing</em> ), berbicara ( <em>speaking </em>), dan mendengarkan ( <em>listening</em> ). Keempat keterampilan ini sangat penting dikuasai, karena dalam berbagai aktivitas kita sehari-hari, termasuk aktivitas keberagamaan, sangat diperlukan.</p>
<p><span id="more-3217"></span></p>
<p>Di pesantren, ilmu-ilmu kebahasaan dikenal dengan ilmu alat. Hal tersebut dikarenakan bahasa itu merupakan alat untuk berkomunikasi, menyampaikan gagasan dan pemikiran, menimba ilmu, mentransfer ilmu, juga untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan.</p>
<p>Perintah Allah kepada kita melalui Nabi Muhammad SAW yang pertama kali adalah perintah membaca ( QS Al-Alaq [96] : 1 ). Al-Quran, kitab suci umat Muslim, secara literal berarti bacaan. Membaca di sini bermakna mempelajari, bukan sekedar membaca huruf-huruf.  Karena itu, di dalam ayat 3 dan 4 disebutkan :<br />
<em> </em></p>
<p><em>“Yang mengajar manusia dengan perantaran qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”</em></p>
<p>Kata <em>al-qalam</em> dapat dipahami sebagai segala macam alat untuk memperoleh pengetahuan, seperti alat tulis, komputer, alat penyimpan data, memori dan alat riset canggih lainnya.</p>
<p>Sebagian komunitas Muslim kita masih membaca Al-Quran dengan membaca huruf-hurufnya saja, tidak berusaha untuk memahaminya. Padahal Al-Quran itu  diturunkan  sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk tersebut , serta  pembeda antara yang hak dan yang bathil ( QS Al-Baqarah [2] : 185 ).</p>
<p>Wahyu pertama yang turun adalah lima ayat dari surat Al-‘Alaq. Surat ini diawali dengan perintah  membaca ( <em>iqra’</em> ). Perintah membaca tersebut tidak diikuti dengan penjelasan objek bacaannya. Dalam kaidah ilmu Al Quran, jika suatu kata dalam susunan redaksi tidak disebutkan objeknya – seperti perintah <em>iqra’</em> di atas, tidak disebutkan objek yang harus dibaca – maka objek yang dimaksud bersifat umum, mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut. Berdasarkan kaidah ini, Nabi dan seluruh kaum Muslim diperintahkan membaca, baik yang tertulis ( teks, naskah, buku, bacaan ) maupun yang tidak tertulis ( fenomena alam dan sosial ). Karena itu, <em>iqra</em> juga bermakna menelaah, meneliti, merenungkan, bereksperimen, berkontemplasi dan sebagainya. Objeknya bisa berupa bacaan suci yang berasal dari Allah SWT, hadis shahih, maupun hasil karya manusia berupa kajian ilmu pengetahuan.</p>
<p>Dalam ayat itu, Allah mengaitkan kata “membaca” dengan “nama Allah”. Ini berarti kegiatan membaca ini harus dilakukan dengan keikhlasan dalam rangka mencari ridha Allah.<em>”Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Menciptakan”</em> ( QS Al-Alaq [96] : 1 ).</p>
<p>Bacaan sangat kita perlukan, karena itu keterampilan menulis menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Salah satu nama lain Al-Quran adalah <em>Al-Kitab</em>, yang berarti buku atau tulisan. Kita mengenal ajaran agama, memahami sunnah Nabi, pemikiran para ulama melalui tulisan. Karya tulis mereka merupakan warisan yang tak ternilai harganya.</p>
<p>Melalui tulisan juga , Rasulullah SAW  menyampaikan sebagian pesan-pesannya. Beliau pernah berkirim surat berisi pesan dakwah kepada penguasa adidaya pada waktu itu, kaisar Romawi di Barat, dan raja Persia di Timur.</p>
<p>Beliau kalau berkhutbah Jumat atau Id selalu menyiapkan khutbahnya secara tertulis, kemudian beliau bacakan. Ditulis terlebih dahulu karena khutbah harus relatif pendek, tidak bertele-tele, sistematik, dan menggunakan kalimat-kalimat efektif agar dengan mudah bisa dipahami jamaah.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-3224" href="http://abdaz.wordpress.com/2010/11/13/bahasa-dan-agama/writers-speaking/"><img class="aligncenter size-full wp-image-3224" title="writers-speaking" src="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/11/writers-speaking.gif?w=535" alt=""   /></a>Di toko-toko buku banyak dijumpai buku-buku yang berisi khutbah untuk shalat Jumat maupun shalat Id untuk dijadikan referensi para khatib. Tapi, kita sering menemukan banyak khatib yang membacakan buku itu di mimbar masjid, padahal isi khutbah itu belum tentu cocok atau bisa dengan mudah dipahami oleh jamaah masjid tersebut. Mereka terkesan hanya membacakan  saja, bahkan terkadang tampak sekali tidak mereka pelajari terlebih dulu.</p>
<p>Selain membaca dan menulis, seorang Muslim hendaklah memiliki keterampilan berbahasa lainnya, yaitu berbicara. Kita dituntut untuk mampu menyampaikan pesan, pendapat, dan pemikiran secara lisan, karena setiap Muslim berkewajiban untuk berdakwah, mengajak ke jalan Allah.</p>
<p>Ketika Nabi Musa diperintahkan Allah untuk menyampaikan pesan-Nya kepada Firaun, beliau sempat ragu dengan kemampuannya. Apalagi Firaun ini seorang raja kejam yang pernah berupaya membunuh keturunan Yahudi di Mesir termasuk Musa ketika masih bayi.</p>
<p>Berdoalah Nabi Musa :<br />
<em>&#8220;Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku,… “</em><br />
( QS Thaha [20] : 25-28 )</p>
<p>Selain harus mampu berbicara, kita juga harus memiliki keterampilan mendengarkan. Mungkin Anda pernah bertanya kepada seorang jamaah seusai shalat Jumat tentang isi khutbah yang baru beberapa saat ia ikuti. Apakah ia mampu menjadi pendengar yang baik ?</p>
<p>Begitu pentingnya untuk menjadi seorang pendengar yang baik, maka ketika khutbah sedang berlangsung kita dilarang untuk menegur anak yang berisik, misalnya. Mengapa ? Karena ketika kita menegur, kita tidak bisa mendengarkan khutbah dengan baik.</p>
<p>Dengan demikian, seorang Muslim dalam menjalankan aktivitas keberagamaannya sangat memerlukan keempat keterampilan berbahasa tersebut : membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Cianjur, 13 November 2010 | 22 : 56</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Pics :  http://twowritingteachers.wordpress.com</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/bahasa-2/'>Bahasa</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/agama/'>agama</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/bahasa/'>bahasa</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/dakwah/'>dakwah</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/keterampilan-berbahasa/'>keterampilan berbahasa</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/khutbah/'>khutbah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/3217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/3217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/3217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/3217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/3217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/3217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/3217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/3217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/3217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/3217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/3217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/3217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/3217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/3217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3217&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2010/11/13/bahasa-dan-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/11/words-speaking-blue1.gif?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">words-speaking-blue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/11/writers-speaking.gif" medium="image">
			<media:title type="html">writers-speaking</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permintaan Maaf yang Efektif</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2010/10/18/permintaan-maaf-yang-efektif/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2010/10/18/permintaan-maaf-yang-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 07:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[efektif]]></category>
		<category><![CDATA[integritas]]></category>
		<category><![CDATA[John Kador]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[maaf]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan bersalah]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan maaf]]></category>
		<category><![CDATA[tobat]]></category>
		<category><![CDATA[transaksional]]></category>
		<category><![CDATA[transformatif]]></category>
		<category><![CDATA[trasformasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=3159</guid>
		<description><![CDATA[Apology is no longer a sign of weakness or defeat. Indeed, the willingness to apologize signals strength, character, and integrity.    ……   John Kador IDUL FITRI merupakan moment yang selalu digunakan untuk meminta dan memberi maaf kepada seseorang. Walaupun sebenarnya kita tidak boleh menunggu hari raya itu untuk meminta maaf dan memaafkan kesalahan seseorang. Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3159&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;"><strong>Apology is no longer a sign of weakness or defeat. Indeed, the willingness to apologize signals strength, character, and integrity.    ……   John Kador</strong></span></p>
<p><a href="http://abdaz.wordpress.com/2010/10/18/permintaan-maaf-yang-efektif/media_http9gagcomphot_scbzq-jpg-scaled500/" rel="attachment wp-att-3163"><img class="alignleft  wp-image-3163" title="media_http9gagcomphot_scBzq.jpg.scaled500" src="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/10/media_http9gagcomphot_scbzq-scaled500.jpg?w=241&#038;h=228" alt="" width="241" height="228" /></a><strong>IDUL FITRI merupakan moment yang selalu digunakan untuk meminta dan memberi maaf kepada seseorang. Walaupun sebenarnya kita tidak boleh menunggu hari raya itu untuk meminta maaf dan memaafkan kesalahan seseorang.</strong> <span style="color:#0000ff;"><strong>Dan kini sudah sebulan lebih kita meninggalkan Idul Fitri, sudah saatnya mengevaluasi apakah permintaan maaf kita itu efektif atau sebaliknya, kurang memiliki  dampak apa-apa.</strong></span></p>
<p><span id="more-3159"></span></p>
<p>Secara  psikologis  dan  teologis  kita  tidak  boleh  memendam   perasaan   bersalah ( <em>guilty feeling </em>). Perasaan bersalah yang merasuk di dalam hati akan menjadi beban psikologis yang berat bagi seseorang. Dan agama pun mengajarkan untuk meminta maaf dan bertobat. Bertobat artinya kembali ke jalan yang benar secara istiqamah. Bila orang yang berbuat salah itu tidak segera meminta maaf, maka ia akan terus tertekan jiwanya. Sementara perasaan orang yang terzalimi akibat perbuatan salah tersebut akan cenderung menimbulkan perasaan dendam yang berlarut.</p>
<p>Dengan demikian, keduanya akan terbebani oleh faktor kejiwaan dari perbuatan salah tersebut. Untuk bebas dari beban tersebut kita berkewajiban meminta dan memberi maaf. Seseorang yang memberi maaf derajatnya lebih mulia karena ia yang terzalimi, tapi dengan tulus memaafkan. Sementara yang berbuat salah harus meminta maaf. Meminta maaf bukanlah suatu kelemahan, tapi justru menunjukkan sebuah  kekuatan, karakter, dan integritas, demikian tulis John Kador, seorang yang banyak menulis tentang keefektifan permintaan maaf.</p>
<p>Kata maaf merupakan kata serapan dari Bahasa Arab. <em>Al-afwu</em> berarti penghapusan, yaitu menghapus kesalahan, menutup lembaran lama yang hitam dan membuka lembaran baru yang putih sebagai cerminan sikap seseorang yang akan melangkah <em>on the right track.</em></p>
<p>Permintaan maaf yang efektif (<em> effective apology</em> ), menurut John Kador memiliki beberapa sifat. Pertama, harus memiliki sifat transaksional, karena itu permintaan maaf harus dapat memulihkan keseimbangan dalam hubungan yang bermasalah antara kedua pihak. Yang memintaa maaf harus dengan jujur mengakui kesalahan yang diperbuatnya.</p>
<p>Mungkin Anda masih ingat permintaan maaf berikut ini beberapa bulan lalu.</p>
<blockquote><p><span style="color:#0000ff;">&#8220;Atas nama pribadi dan atas nama keluarga, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. <strong>Saya memohon maaf atas pemberitaan baru-baru ini yang menyangkut diri saya</strong>, yang telah menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan di kalangan masyarakat.&#8221;</span></p></blockquote>
<p>Ia membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mengajukan permintaan maafnya yang jelas tidak efektif itu.</p>
<p>Kedua, harus memiliki sifat transformasional, karena permintaan maaf itu harus memiliki kekuatan untuk mengubah sifat dasar hubungan yang retak akibat sebuah perbuatan yang salah. Keinginan untuk menghapus kesalahan yang tidak trasformatif tidak akan memberikan dampak yang signifikan. Kekuatan trasformatif akan memulihkan hubungan yang retak, menciptakan kemungkinan pertumbuhan positif, dan menghasilkan sesuatu yang baik bagi semua orang. Karena itu di dalam agama kita mengenal pertobatan, sebuah upaya menghapus kesalahan yang trasformatif dan konsisten.</p>
<p>Ketiga, sebuah permintaan maaf harus mengungkapkan empati. Sebuah empati akan terasa dari permintaan maaf yang tulus disertai dengan niat yang baik untuk memperbaiki diri. Permintaan maaf di atas yang walau diiringi dengan derai air mata sama sekali tidak mengungkapkan empati, tapi malah hanya sekedar ingin mengundang simpati saja.</p>
<p>Permintaan maaf, menurut John Kador,  juga berfungsi <span style="color:#0000ff;"><span style="color:#800000;"><em>mending fences</em>. <em>Mending fences </em></span></span>berarti <span style="color:#800000;"><em>to repair a relationship with someone</em></span>, atau <span style="color:#800000;"><em>to restore good relations with someone</em>.</span> Juga berfungsi <span style="color:#800000;"><em>building bridges</em></span>, menjembatani dua pihak, yang bersalah dan yang terzalimi akibat perbuatan salah pihak lain.</p>
<p>Sebuah permintaan maaf hendaknya juga berfungsi <span style="color:#800000;"><em>restoring trust</em>,</span> memulihkan kepercayaan. Kepercayaan orang akan berkurang atau bahkan hilang karena suatu kesalahan yang diperbuat. Untuk itu, kata-kata  maaf harus mampu memulihkan kembali kepercayaan orang lain.</p>
<p>Permintaan maaf yang efektif harus memiliki ketiga sifat dan ketiga fungsi di atas. Tanpa itu, kata-kata maaf tidak akan banyak memberikan dampak positif yang signifikan untuk kebaikan bersama selanjutnya. <span style="color:#800000;"><em>“An effective apology is more than just a quick ‘I’m sorry’”</em></span>, kata John Kador.</p>
<p>Memang, tulis John Kador lagi, <span style="color:#800000;"><em>“Apology is not cost-free, but it’s less expensive than denial, stonewalling and defensiveness”.</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#800000;">øøø</span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#800000;">Pic © thenextweb.com</span><strong></strong></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Cianjur,  18  Oktober 2010 | 14 :47</strong></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/psikologi/'>Psikologi</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/efektif/'>efektif</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/integritas/'>integritas</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/john-kador/'>John Kador</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/karakter/'>karakter</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/maaf/'>maaf</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/perasaan-bersalah/'>perasaan bersalah</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/permintaan-maaf/'>permintaan maaf</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/tobat/'>tobat</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/transaksional/'>transaksional</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/transformatif/'>transformatif</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/trasformasional/'>trasformasional</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/3159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/3159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/3159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/3159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/3159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/3159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/3159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/3159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/3159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/3159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/3159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/3159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/3159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/3159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3159&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2010/10/18/permintaan-maaf-yang-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/10/media_http9gagcomphot_scbzq-scaled500.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">media_http9gagcomphot_scBzq.jpg.scaled500</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prof. Dr. KH Maman Abdurrahman Kembali Memimpin Persis</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/29/prof-dr-kh-maman-abdurrahman-kembali-memimpin-persis/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/29/prof-dr-kh-maman-abdurrahman-kembali-memimpin-persis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 14:29:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Atip Latifulhayat]]></category>
		<category><![CDATA[Himpunan Mahasiswi ( HIMI ) Persis]]></category>
		<category><![CDATA[KH Aceng Zakaria]]></category>
		<category><![CDATA[Maman Abdurrahman]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Persis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemudi Persis]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Persis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=3039</guid>
		<description><![CDATA[PROF. DR. K.H. MAMAN ABDURRAHMAN kembali memimpin Persatuan Islam (Persis), setelah dalam Muktamar XIV Persis, Senin (27/9) terpilih kembali menjadi Ketua Umum Persis di Pesantren Benda, Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia akan memegang jabatan tersebut dalam masa jihad 2010-2015. Sebelumnya, Maman memimpin Persis setelah Ketua Umum periode sebelumnya, Shiddiq Amien meninggal dunia tahun lalu. Maman menjabat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3039&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_3040" class="wp-caption alignleft" style="width: 334px"><strong> </strong><strong><a rel="attachment wp-att-3040" href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/29/prof-dr-kh-maman-abdurrahman-kembali-memimpin-persis/prof_dr_maman_abdurrahman_100927175443/"><img class="size-full wp-image-3040" title="prof_dr_maman_abdurrahman_100927175443" src="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/prof_dr_maman_abdurrahman_100927175443.jpg?w=535" alt=""   /></a></strong><p class="wp-caption-text">Prof. Dr. Maman Abdurrahman</p></div>
<p>PROF. DR. K.H. MAMAN ABDURRAHMAN kembali memimpin Persatuan Islam (Persis), setelah dalam Muktamar XIV Persis, Senin (27/9) terpilih kembali menjadi Ketua Umum Persis di Pesantren Benda, Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia akan memegang jabatan tersebut dalam masa jihad 2010-2015. Sebelumnya, Maman memimpin Persis setelah Ketua Umum periode sebelumnya,  Shiddiq Amien meninggal dunia tahun lalu.</p>
<p><span id="more-3039"></span><br />
Maman menjabat sebagai ketua umum menggantikan posisi Shiddiq Amien, yang meninggal dunia pada 31 Oktober 2009. Pemilihan berlangsung dalam dua putaran dan ia mengungguli kandidat lainnya, yaitu Dr. Atif Latifulhayat. Pada putaran kedua, mereka memperebutkan sebanyak 513 dari semula sebanyak 562 suara.</p>
<p>Maman adalah guru besar  di Universitas Islam Bandung ( Unisba ).  Saat ini akademisi kelahiran Ciamis, 7 Agustus 1948, itu menjabat Ketua Badan Amil Zakat Kota Bandung (2009-2012).</p>
<p>Maman bertekad membangun Persis sebagai pemersatu umat Islam dengan berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah. Persis tetap memberi perhatian pada tata cara beribadah yang sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah. Cara itu, menurut dia, mampu mengatasi berbagai konflik yang berpotensi memecah belah umat Islam. &#8220;Dalam hal akidah dan syariah tidak ada toleransi,&#8221; katanya kepada wartawan seusai dinyatakan sebagai peraih suara terbanyak dalam Pemilihan Ketua Umum Persis di Pondok Pesantren Persis, Jln. Benda, Kota Tasikmalaya, Senin lalu.</p>
<p>Persis juga akan berupaya mengembangkan pemikiran-pemikiran baru yang dapat <a href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/29/buah-amal-persis/">menjawab tantangan umat</a>. Misalnya, dalam rangka pemberdayaan ekonomi umat. Meskipun dikenal sebagai lembaga dakwah dan pendidikan, Persis pun berharap mampu memberdayakan ekonomi umatnya sesuai dengan syariah Islam. &#8220;Di antaranya dengan mendukung pengembangan konsep bank syariah,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain ekonomi, menurut ketua baru ini, masalah yang dihadapi umat saat ini yakni pendidikan. Pendidikan merupakan kebutuhan umat yang harus terpenuhi. &#8220;Namun, kondisi yang ada kini tidak mendukung semua umat memperoleh pendidikan karena biayanya mahal,&#8221; tuturnya. Dia menambahkan, meskipun telah memiliki lebih dari dua ribu sekolah dan pesantren, Persis akan menambah lembaga pendidikan tinggi terutama jurusan teknik dan matematika.</p>
<p>Pemikiran seperti itu, menurut Ketua Dewan Tafkir Persis Prof. Dr. Dadan Wildan, sangat akomodatif terhadap permasalahan umat masa kini. Dia mengatakan, kini sudah saatnya Persis lebih cepat merespons hal-hal baru yang terabaikan yang berpotensi merusak akidah.</p>
<p>Sebelum pemilihan pengurus, para kandidat ketua umum Persis bersepakat untuk memprioritaskan pengembangan dunia pendidikan pada periode mendatang. Saat ini, lembaga pendidikan yang dikelola Persis dinilai belum maksimal dari sisi kualitas. Para kandidat memiliki pandangan yang sama untuk membangun sumber daya manusia yang memiliki keunggulan moral, sosial, dan intelektual.</p>
<p>Kandidat ketua umum Persis menyampaikan visi dan misinya secara terbuka di hadapan para wartawan, Ahad (26/9).  Dari ketiga kandidat, hanya KH Aceng Zakaria yang tak hadir dalam acara itu. Pimpinan Pesantren Persis 99 Rancabango, Tarogong, Kabupaten Garut itu hanya menyampaikan pandangannya secara tertulis.</p>
<p>Prof KH Maman Abdurrahman dan Dr H Atif Latifulhayat menyampaikan secara langsung visi dan misinya. Kiai Maman mengungkapkan, saat ini, pengelolaan lembaga pendidikan di lingkungan Persis masih terfokus pada kuantitas. Karena itu, dalam lima tahun ke depan peningkatan kualitas lembaga pendidikan harus menjadi prioritas.</p>
<p>&#8220;Pembangunan lembaga pendidikan ini memiliki tantangan yang berat karena menyangkut infrastruktur dan sumber daya manusia,&#8221; tutur Kiai Maman Abdurrahman. Menurut dia, jumlah lembaga pendidikan yang dikelola Persis, mulai dari tingkat PAUD sampai perguruan tinggi yang mencapai 445, masih kurang.</p>
<p><strong>Rekomendasi</strong></p>
<p>Dalam muktamar ini, Persis juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi (<em>bayan</em>) Muktamar XIV Persis. Salah satunya adalah mendesak pemerintah menuntaskan berbagai kasus korupsi yang sampai saat ini terkesan jalan di tempat. Korupsi menyebabkan bangsa Indonesia sulit meraih kesejahteraan, kedamaian, keamanan, dan keadilan. Pemberantasan korupsi merupakan 1 dari 22 Bayan (rekomendasi) Muktamar XIV Persis.</p>
<p>Selain persoalan korupsi, Persis juga menyoroti berbagai permasalahan masyarakat saat ini. Misalnya, terkait penanganan perdagangan manusia (<em>trafficking</em>) dan meminta pemerintah menghentikan pengiriman tenaga kerja wanita yang menjadi pembantu rumah tangga ke luar negeri. Menurut Persis, hal itu merendahkan harkat dan martabat bangsa, khususnya wanita.</p>
<p>”Hasil rekomendasi ini akan dijadikan bahan pijakan pengurus baru untuk menyusun program kerja organisasi lima tahun ke depan sesuai amanat organisasi. Sehingga, program kerja organisasi tidak melenceng dari hasil rekomendasi Bayan Muktamar, ”tegas Deni Nurdiyana, Koordinator Publikasi dan Hubungan Masyarakat Muktamar XIV. Untuk rekomendasi internal, dari 13 poin yang dihasilkan, isu pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi isu utama di kalangan peserta sidang. Masalah pendidikan dan dakwah juga menjadi sorotan utama.</p>
<p>”Persis lahir dari para pedagang, karena itu sudah sewajarnya kita memperjuangkan mereka. Kita tidak mendukung retail yang mematikan pedagang tradisional,” tandas Deni. Sedangkan dari 22 poin rekomendasi eksternal mengenai isu nasional, ada beberapa rekomendasi penting yang menjadi isu hangat di kalangan peserta.Yakni, penanganan pemerintah terhadap masalah korupsi dan sikap tegas penolakan Persis terhadap segala bentuk terorisme yang sangat meresahkan masyarakat.</p>
<p><strong>Pemilihan Pengurus </strong></p>
<p>Prof. Maman Abdurrahman meraih 361 atau 70,4 persen dari total 513 suara meninggalkan Dr. Atip Latifulhayat yang memperoleh 151 suara atau 29,4 persen dari total suara pada putaran kedua. Jumlah suara itu mewakili seluruh anggota Persis dari pimpinan pusat, daerah, wilayah, dan cabang serta bagian otonom.</p>
<p>Pada putaran pertama, terdapat sebelas calon ketua umum yang diajukan masing-masing pimpinan cabang. Tiga bakal calon dengan suara terbesar maju menjadi calon yang akan dipilih, yaitu Maman Abdurrahman, Atip Latifulhayat, dan Aceng Zakaria.</p>
<p>Aceng yang berada pada urutan ketiga sebagai calon ketua umum memutuskan tidak mengikuti putaran kedua dan menyerahkan suaranya kepada K.H. Maman Abdurrahman. Menurut dia, kemundurannya tidak dimaksudkan untuk mengecewakan para pendukungnya, melainkan untuk memberikan dukungan kepada salah seorang calon yang dinilainya dapat mengakomodasi visi dan misinya ke depan.</p>
<p>Sementara itu, Himpunan Mahasiswi (HIMI) Persatuan Islam juga telah melakukan pemilihan Ketua Umum HIMI Persis di Pesantren Persis Bantar Gedang, Tasikmalaya Senin (27/09). Mira Solihah, S.Pd.I terpilih sebagai Ketua Umum PP Himpunan Mahasiswi (HIMI) Persis Masa Jihad 2010 – 2013.</p>
<p>Sedangakn Tiar Anwar Bahtiar, terpilih menjadi ketua umum PP Pemuda Persis Masa Jihad 2010 – 2015, setelah dilakukan pemungutan suara yang dilakukan di SMU Plus Rajapolah, Kota Tasikmalaya dalam muktamar otonom Persis.</p>
<p>Pemilihan Ketua Umum PP Pemuda Persis dilakukan dengan sistem formatur. Setelah melalui pemungutan suara yang cukup alot dan panas, tetapi tertib dan lancar, akhirnya terpilihlah 5 team formatur yaitu : Tiar Anwar Bahtiar (135 Suara); Latif Awaludin (91 Suara); Nashruddin Syarief (48 Suara); Irfan Firmansyah (21 Suara) dan Ucu Najmuddin (14 Suara). Dengan hasil ini maka Tiar Anwar Bahtiar secara langsung menjadi Ketua Umum PP Pemuda Persis Masa Jihad 2010 – 2015.</p>
<p>Sementara itu, Lela Sa’adah terpilih sebagai Ketua Umum PP Pemudi Persis periode 2010-2014 setelah mendapatkan suara 50% atau 162 suara dari tujuh kandidat yang bersaing. Pemilihan Umum PP Pemudi Persis berlangsung di Pesantren Rancabango, Kabupaten Garut, Senin kemarin.</p>
<p>Lela yang lahir 17 September 1979 berkiprah di Pemudi Persis sejak usia 16 tahun. Ibu tiga anak itu sebelumnya menjabat sebagai ketua bidang garapan Organisasi pada kepemimpinan PP Pemudi Persis. Dia juga merupakan staf pengajar Lab School UPI di Cibiru, Bandung.</p>
<p>Dalam pemilihan yang berlangsung di Pesantren Rancabango, Garut, Jabar ini Lela meraih 162 suara. Dia mengguguli tujuh kandidat lainnya. Dengan raihan suara tersebut, Lela berhak memimpin PP Pemudi Persis empat tahun ke depan.  Sebelumnya PP Pemudi Persis dipimpin Imas Karyamah S.Ag.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><strong>ÔÔÔ</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#800000;"><strong>Sumber : </strong>Republika, Kompas, Pikiran Rakyat, Seputar Indonesia, www.republika.co.id , www. persis.or.id.</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#800000;">Pic© Republika.co.id</span></p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#800000;"><strong>Cianjur, 29 September 2010 | 21 : 29</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#800000;"><strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</strong></span><span style="color:#800000;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#800000;"><strong>Tulisan terkait :</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="http://abdaz.wordpress.com/persatuan-islam-persis/"><span style="color:#800000;">Persatuan Islam ( Persis )</span></a></li>
<li><a href="//abdaz.wordpress.com/2010/09/25/mukatamar-xiv-persis-dibuka-hari-ini/"><span style="color:#800000;">Muktamar XIV Persis Dibuka Hari Ini</span></a></li>
<li><a href="//abdaz.wordpress.com/2010/09/26/perjalanan-persis/"><span style="color:#800000;">Perjalanan Persis</span></a></li>
<li><a href="//abdaz.wordpress.com/2010/09/26/persis-dan-demokrasi/"><span style="color:#800000;">Persis dan Demokrasi</span></a></li>
<li><a href="//abdaz.wordpress.com/2010/09/26/ahmad-hassan-sang-guru-utama-persis/"><span style="color:#800000;">Ahmad Hassan, Sang Guru Utama Persis</span></a></li>
<li><a href="//abdaz.wordpress.com/2010/09/26/gerakan-tajdid-ala-ahmad-hassan/"><span style="color:#800000;">Gerakan Tajdid Ala Ahmad Hassan</span></a></li>
<li><a href="//abdaz.wordpress.com/2010/09/28/persis-masa-depan/"><span style="color:#800000;">Persis Masa Depan</span></a></li>
<li><span style="color:#800000;"><a href="//abdaz.wordpress.com/2010/09/29/buah-amal-persis/"><span style="color:#800000;">Buah Amal Persis</span></a></span></li>
</ul>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/dunia-islam/'>Dunia Islam</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/atip-latifulhayat/'>Atip Latifulhayat</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/himpunan-mahasiswi-himi-persis/'>Himpunan Mahasiswi ( HIMI ) Persis</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/kh-aceng-zakaria/'>KH Aceng Zakaria</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/maman-abdurrahman/'>Maman Abdurrahman</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/pemuda-persis/'>Pemuda Persis</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/pemudi-persis/'>Pemudi Persis</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persatuan-islam/'>Persatuan Islam</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persis/'>Persis</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/3039/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/3039/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/3039/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/3039/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/3039/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/3039/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/3039/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/3039/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/3039/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/3039/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/3039/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/3039/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/3039/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/3039/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3039&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/29/prof-dr-kh-maman-abdurrahman-kembali-memimpin-persis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/prof_dr_maman_abdurrahman_100927175443.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">prof_dr_maman_abdurrahman_100927175443</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buah Amal Persis</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/29/buah-amal-persis/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/29/buah-amal-persis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 13:59:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[bid’ah]]></category>
		<category><![CDATA[churafat]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Persis]]></category>
		<category><![CDATA[takhayul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=3022</guid>
		<description><![CDATA[Jika NU berkiprah besar dan &#8220;beribu kota&#8221; di Jawa Timur sementara Muhammadiyah memiliki amal usaha yang sangat besar dan &#8220;beribu kota&#8221; di Yogyakarta, kita setuju jika Persis &#8220;beribu kota&#8221; di Jawa Barat dan bergerak dalam bidang muamalah yang lebih besar. MUKTAMAR XIV Persatuan Islam di Pondok Pesantren Persis Jln. Benda, Kota Tasikmalaya, bertabur &#8220;bintang&#8221;. Selain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3022&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color:#800000;">Jika NU berkiprah besar dan &#8220;beribu kota&#8221; di Jawa Timur sementara Muhammadiyah memiliki amal usaha yang sangat besar dan &#8220;beribu kota&#8221; di Yogyakarta, kita setuju jika Persis &#8220;beribu kota&#8221; di Jawa Barat dan bergerak dalam bidang muamalah yang lebih besar.</span><br />
</strong></p>
<p><strong><a rel="attachment wp-att-3023" href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/29/buah-amal-persis/2699908850_b4e74dd883_t-pwk_persismesir/"><img class="alignleft size-full wp-image-3023" title="2699908850_b4e74dd883_t --pwk_persismesir" src="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/2699908850_b4e74dd883_t-pwk_persismesir.jpg?w=535" alt=""   /></a>MUKTAMAR</strong> XIV Persatuan Islam di Pondok Pesantren Persis Jln. Benda, Kota Tasikmalaya, bertabur &#8220;bintang&#8221;. Selain dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II juga hadir. Jusuf Kalla pun turut<br />
memberikan pembekalan dalam muktamar ini. Semua fenomena itu menunjukkan bahwa Persis tak ubahnya seperti organisasi kemasyarakatan Islam cantik yang</p>
<p><span id="more-3022"></span>dicintai banyak pemuda. Oleh karena itu, kecantikan dan kebesaran Persis tidak boleh mubazir, melainkan harus dimanfaatkan untuk merevitalisasi dan memaksimalkan seluruh potensi yang ada untuk kemaslahatan jamiah dan juga demi kebajikan seluruh bangsa. Persis semakin nyata menjadi kekuatan besar yang harus dioptimalkan potensinya.</p>
<p>Hajatan di dua kota &#8211;Tasikmalaya dan Garut&#8211; ini harus menjadi momentum awal mengerjakan pekerjaan rumah besar untuk mengukir masa depan warga Persis dan menyongsong masa depan bangsa Indonesia yang gemilang. Saatnya ormas Islam ini tampil di tengah pergaulan umat sebagai yang terbaik yang mampu menyampaikan amar makruf nahi mungkar.</p>
<p>Dua organisasi Islam sejenis, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama telah berkiprah dalam kancah yang lebih luas. NU mampu menampung dan mengartikulasikan suara umat Islam yang lebih besar. Itulah sebabnya ormas Islam yang berbasis utama di Jawa Timur ini menjadi jamiah terbesar di Indonesia. Kebesaran NU bahkan sempat mengantarkan mantan ketua umumnya, K.H. Abdurrahman Wahid, menjadi presiden ke-4 RI. Artinya, anggota jamiah yang besar mampu mengantarkan ormas Islam memperbesar kebajikan di tengah Islam.</p>
<p>Demikian pula Muhammadiyah, meskipun jumlah anggotanya tidak sebanyak NU, tetapi sumber daya manusia yang dimilikinya mampu memberikan warna yang dominan dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air. Amal usaha Muhammadiyah telah dirasakan manfaatnya oleh bangsa Indonesia secara konkret. Di samping mendirikan berbagai panti asuhan, rumah sakit, dan sistem perekonomian, Muhammadiyah menjadi pelopor dalam pembangunan bidang pendidikan. Perhatikan sekolah dan universitas yang dibangun oleh ormas yang didirikan K.H. Ahmad Dahlan ini, selain kuantitas, kualitasnya juga terus ditingkatkan.</p>
<p>Oleh karena itu, kita setuju dengan gagasan yang dikemukakan Prof. Dr. H. Atip Latifulhayat, S.H., L.L.M., bahwa Persis harus menjadi pilar ketiga ormas Islam setelah NU dan Muhammadiyah, sebab banyak bidang garapan yang belum dituntaskan oleh dua ormas ini. Bahkan, meskipun banyak bidang garapan yang memiliki kesamaan, tidaklah menjadi masalah jika digarap ulang oleh Persis seperti bidang pendidikan dan kesejahteraan rakyat. Membanding-bandingkan antara NU, Muhammadiyah, dan Persis tentu saja bukan bermaksud mendikotomikan antarormas Islam, melainkan supaya terjadi persaingan yang sehat dalam kebajikan atau <em>fastabiqul khairat.</em> Persaingan yang baik dalam kebajikan akan lebih menggairahkan dalam mewujudkan Islam sebagai rahmat untuk seluruh alam.</p>
<p>Ideologi Persis yang anti-TBC (takhayul, bidah, dan <em>churafat</em>) bukanlah penghalang bagi kiprah sosial ormas ini. Logikanya, semakin ketat seseorang dalam memegang tauhid dan ideologi, justru seharusnya artikulasi dan resonansinya lebih besar dalam amaliah kehidupan duniawi sebab amaliah merupakan cermin suasana batin. Semakin tinggi kualitas tauhid seseorang, semakin besar pula amaliah yang bisa diekspresikan.</p>
<p>Anti-TBC, bagi Persis, lebih banyak berkaitan dengan ideologi dan tauhid. Antitakhayul, antibidah, dan anti-<em>churafat</em> merupakan barang mati dalam jamiah ini. Bahkan, ciri ini menjadi<em> trademark</em> bagi ormas yang didirikan A. Hasan ini. Kekuatan Persis di bidang ideologi ini tidak boleh membelenggu kreativitas dan inovasi di bidang kemaslahatan umat sebab antibidah yang dianut Persis hanya terbatas pada ideologi. Persis berpaham bahwa asal hukum dalam ibadah adalah haram, sampai datang perintah untuk melaksanakannya atau menyunahkannya. Dalam bidang muamalah, Persis berpaham bahwa asal dari segala sesuatu hukumnya boleh, sampai datang larangan atau memakruhkannya.</p>
<p>Ketatnya bidang ideologi dalam Persis cukup populer dan menjadi kesadaran umat yang cukup ketat. Namun, longgarnya kreativitas dalam muamalah belum terekspresikan secara optimal. Itulah sebabnya, jika NU berkiprah besar dan &#8220;beribu kota&#8221; di Jawa Timur sementara Muhammadiyah memiliki amal usaha yang sangat besar dan &#8220;beribu kota&#8221; di Yogyakarta, kita setuju jika Persis &#8220;beribu kota&#8221; di Jawa Barat dan bergerak dalam bidang muamalah yang lebih besar. Dengan demikian, Persis dapat menjadi pilar ketiga ormas Islam, bahkan dapat lebih besar dari ormas lainnya demi <em>fastabiqul khairat</em>. Ibarat pohon, Persis selama ini merupakan pohon besar dengan daun yang rimbun dan subur. Kini, saatnya umat memetik buah amal dari pohon itu.***</p>
<p><span style="color:#800000;"><br />
Dari :   Tajuk Rencana , <strong>Pikiran Rakyat</strong> , Selasa, 28 September 2010 </span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#800000;">Pic © Perwakilan Persis Mesir</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><strong>ôôô</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Cianjur, 29 September 2010 | 20 : 59</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Tulisan terkait :</strong></span></p>
<ul style="text-align:left;">
<li><a href="//abdaz.wordpress.com/persatuan-islam-persis/"><span style="color:#800000;">Persatuan Islam ( Persis      )</span></a></li>
<li><a href="//abdaz.wordpress.com/2010/09/25/mukatamar-xiv-persis-dibuka-hari-ini/"><span style="color:#800000;"><span style="color:#800000;">Muktamar XIV Persis Dibuka Hari Ini</span></span></a></li>
<li><a href="//abdaz.wordpress.com/2010/09/26/perjalanan-persis/"><span style="color:#800000;"><span style="color:#800000;">Perjalanan Persis</span></span></a></li>
<li><a href="//abdaz.wordpress.com/2010/09/26/persis-dan-demokrasi/"><span style="color:#800000;"><span style="color:#800000;">Persis dan Demokrasi</span></span></a></li>
<li><a href="//abdaz.wordpress.com/2010/09/26/ahmad-hassan-sang-guru-utama-persis/"><span style="color:#800000;">Ahmad Hassan, Sang Guru Utama Persis</span></a></li>
<li><a href="//abdaz.wordpress.com/2010/09/26/gerakan-tajdid-ala-ahmad-hassan/"><span style="color:#800000;">Gerakan Tajdid Ala Ahmad Hassan</span></a></li>
<li><a href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/28/persis-masa-depan/"><span style="color:#800000;">Persis Masa Depan</span></a></li>
<li><a href="//abdaz.wordpress.com/2010/09/29/prof-dr-kh-maman-abdurrahman-kembali-memimpin-persis/"><span style="color:#800000;">Prof.      Dr. KH Maman Abdurrahman Kembali Memimpin Persis </span></a></li>
</ul>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/dunia-islam/'>Dunia Islam</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/bid%e2%80%99ah/'>bid’ah</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/churafat/'>churafat</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/muhammadiyah/'>Muhammadiyah</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/nu/'>NU</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persatuan-islam/'>Persatuan Islam</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persis/'>Persis</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/takhayul/'>takhayul</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/3022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/3022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/3022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/3022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/3022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/3022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/3022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/3022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/3022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/3022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/3022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/3022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/3022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/3022/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3022&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/29/buah-amal-persis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/2699908850_b4e74dd883_t-pwk_persismesir.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2699908850_b4e74dd883_t --pwk_persismesir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persis Masa Depan</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/28/persis-masa-depan/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/28/persis-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2010 10:11:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[A. Hassan]]></category>
		<category><![CDATA[al-Irsyad]]></category>
		<category><![CDATA[ijtihad]]></category>
		<category><![CDATA[Isa Anshari]]></category>
		<category><![CDATA[Jami’at Khair]]></category>
		<category><![CDATA[Masyumi]]></category>
		<category><![CDATA[Moh. Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Mosi Integral Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Abduh]]></category>
		<category><![CDATA[Muktamar XIV]]></category>
		<category><![CDATA[Persis]]></category>
		<category><![CDATA[Perstuan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[rahmatan lil alamin]]></category>
		<category><![CDATA[Rasyid Ridha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=3000</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : LamLam Pahala Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam SABTU, 25 September 2010, pukul 11.05, Muktamar XIV Persis dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Muktamar yang mengangkat tema &#8220;Menegaskan Peran Persis dalam Menampilkan Wajah Islam sebagai Rahmatan lil Alamin&#8221; merupakan muktamar yang bersejarah bagi Persis. Sebab, selama puluhan kali, Muktamar XIV [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3000&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;"><strong>Oleh : LamLam Pahala<br />
Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam</strong></span></p>
<p><strong><a rel="attachment wp-att-3001" href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/28/persis-masa-depan/logo-persis-green3-persttuanislam-wordpress-com-3/"><img class="alignleft size-full wp-image-3001" title="logo-persis-green3--persttuanislam.wordpress.com" src="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/logo-persis-green3-persttuanislam-wordpress-com2.jpg?w=535" alt=""   /></a>SABTU</strong>, 25 September 2010, pukul 11.05, Muktamar XIV Persis dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Muktamar yang mengangkat tema &#8220;Menegaskan Peran Persis dalam Menampilkan Wajah Islam sebagai <em>Rahmatan lil Alamin</em>&#8221; merupakan muktamar yang bersejarah bagi Persis. Sebab, selama puluhan kali, Muktamar XIV inilah yang dibuka secara resmi oleh kepala negara.</p>
<p><span id="more-3000"></span></p>
<p>Tentu pula akan bersejarah sebab muktamar kali ini Persis menawarkan gagasan pemikiran Islam yang menarik dalam kancah wacana dan isu-isu global. Islam sebagai <em>rahmatan lil alamin</em> merupakan gagasan cerdas yang melihat persoalan-persoalan dunia tidak lagi dari sisi Persis yang terkesan Jawa Barat atau Indonesia saja. Tentunya, gagasan ini harus diterjemahkan dalam kerangka kinerja organisasi ke depan.</p>
<p>Bila dicermati secara analitis, sebenarnya kelahiran Persis lebih disebabkan dua faktor: faktor internal dan faktor eksternal. Dalam catatan Deliar Noer, faktor internal ini disebabkan munculnya konflik internal di tubuh al-Irsyad dan Jami&#8217;at Khair mengenai standar kehormatan kepada habaib keturunan Arab. Al-Irsyad yang diwakili oleh Ahmad Soerkati mengatakan bahwa penghormatan dalam Islam itu dilakukan dengan bentuk yang wajar dan tidak berlebihan, sebagaimana maunya Jami&#8217;at Khair.</p>
<p>Seiring dengan itu, friksi internal yang merasuki tubuh Sarekat Islam (SI) akibat paham komunisme membuat perpecahan tak terelakkan. SI &#8216;merah&#8217; versus SI &#8216;putih&#8217; stigma lazim yang muncul ke permukaan.</p>
<p>Faktor internal yang mengitari lahirnya Persis juga dipengaruhi oleh diskusi-diskusi antara Haji Zamzam dan Haji Muhamad Yunus dengan teman-teman kelompok diskusinya yang mengangkat isu-isu dan masalah-masalah agama yang dinukil dalam majalah <em>al-Munir</em> di Padang. Pemikiran-pemikiran keagamaannya yang cenderung &#8220;melawan arus&#8221; menjadi faktor tersendiri sehingga wajar jika kemudian dalam perjalanannya Persis condong untuk &#8220;melawan&#8221; dan tampil beda.</p>
<p>Faktor eksternal dipengaruhi secara signifikan oleh bacaan-bacaan di majalah <em>al-Manar</em> terbitan Mesir. Majalah yang dikelola oleh sang reformis Islam Muhamad Abduh dan Rasyid Ridha ini sering mengangkat isu-isu kemerdekaan negara-negara yang dijajah kolonialisme Barat. Di samping itu, diangkat pula isu-isu tentang pemikiran Islam yang menganut paradigma &#8216;kembali kepada Al-Quran dan Sunnah&#8217;. Kalau kita tarik ke belakang, gagasan ini sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari sosok legendaris Muhamad bin Abdul Wahhab at-Tamimi.</p>
<p>Abdul Wahhab secara tegas sering mengampanyekan gerakan kembali kepada Alquran dan sunah sekaligus mengkritik aspek sterilisasi keyakinan dari syirik dan tahayul serta bercampurnya ibadah dengan bid&#8217;ah. Pemikiran ini sangat mengilhami lahirnya Persis. Adalah wajar jika kemudian Persis getol mengopinikan &#8216;kembali kepada Al-Quran dan Sunnah&#8217;, mengoreksi sisi kemusyrikan, dan mengevaluasi cara ibadah yang berkolaborasi dengan bid&#8217;ah.</p>
<p>Namun, yang cukup menarik dari Persis adalah sisi nama, Persatuan Islam. Mengapa Persis menamakan diri dengan Persatuan Islam? Tidak seperti Ahmad Soerkati ketika mendirikan organisasinya dengan nama bahasa Arab, Al-Irsyad? Tidak seperti Ahmad Dahlan ketika mendirikan organisasinya dengan bahasa Arab, Muhammadiyah? Tidak seperti Hasyim Asy&#8217;ari ketika mendirikan organisasinya dengan bahasa Arab juga, Nahdlatul Ulama? Nama Persis dari Persatuan Islam mencerminkan bahwa Persis tidak hanya bernuansa keislaman, tetapi juga bernuansa keindonesiaan.</p>
<p><strong>Latar belakang</strong></p>
<p>Selain hal itu, penting pula dicermati bahwa ketegasan Persis dalam menyampaikan pesan keislaman sedikit banyak dipengaruhi oleh sosok A Hassan, Moh Natsir, dan Isa Anshari. A Hassan merupakan &#8216;ideolog&#8217; Persis, figur utama, dan bertanggung jawab atas orientasi khusus organisasi Persis. Sebenarnya, ia adalah warga Singapura keturunan India. Gaya yang ditampilkan A Hassan dalam mempertahankan kebenarannya cenderung mendebat, ke ujung mana pun ia akan kejar. Polemiknya terjadi dengan al-Ittihadul Islamiyyah Sukabumi, Majelis Ahlu Sunnah Bandung (1932), dan tokoh NU Cirebon KH Abul Khair (1936). Pandangan-pandangan A Hassan juga menyebabkan keretakan antara Persis dan Sarekat Islam (SI) tahun 1932. Saat bersamaan, perdebatan ia lakukan dengan tokoh-tokoh teras Ahmadiyah: Rahmat Ali, Abu Bakar Ayyub, dan Abdul Razak. Hasilnya, tokoh yang ketiga (Abdul Razak) bertobat dan mengundurkan diri dari Ahmadiyyah Qadiyan.</p>
<p>Demikian juga A Hassan melancarkan perdebatan dengan pihak Kristen, Seventh Day Adventist, mengenai kebenaran agama Kristen dan Bibel. Bahkan, A Hassan menulis sebuah buku <em>Ketuhanan Yesus Menurut Bibel.</em> Uniknya, buku tersebut bukan ditulis dari sudut pandang Al-Quran, melainkan berdasar Bibel.</p>
<p>Tokoh-tokoh pemikir Belanda pun tak ketinggalan ia ladeni, seperti Dierhuis, Eisink, dan Prof Schoemaker. Tokoh yang terakhir ini akhirnya insyaf dan masuk Islam serta menjadi sahabatnya. Tak ketinggalan dengan orang-orang ateis, seperti dengan Akhsan di Malang dan Suradul Mahatmanto di Jakarta (1950) mengenai topik eksistensi adanya Tuhan.</p>
<p>Presiden Soekarno pun tak luput ia dakwahi, bahkan terlibat polemik. Ketika Soekarno dibuang ke Endeh Flores (1930-an), A Hassan mengirim dan membalas surat kepada Soekarno yang menanyakan berbagai persoalan keagamaan. Kurang lebih ada sebelas surat-menyurat antara Soekarno dan A Hassan. Pengaruhnya, ketika mertuanya meninggal, Soekarno tidak tahlilan.</p>
<p>Namun, keharmonisan ini &#8216;retak&#8217; saat Soekarno mengampanyekan nasionalisme melalui partai PNI. Bahkan, ketika Soekarno mengopinikan sekularisme, A Hassan dengan tanggap merespons dua wacana di atas yang menurutnya bertentangan dengan Islam masa Muhamad Natsir. Persis pun semakin mengemuka dalam pergaulan nasional. Melalui majalah <em>Pembela Islam</em>, ide-ide dan gagasan segar Natsir dituangkan dalam majalah tersebut demi menghadapi ancaman eksternal, baik ancaman <em>Kristening</em> Politik maupun kolonialisme, yang sama-sama mempunyai tujuan menggunting dalam lipatan kaum Muslim.</p>
<p>Pada saat yang sama, Natsir juga mengkritik pemikiran-pemikiran Soekarno yang selalu mengejek dan melecehkan Islam. Natsir yang merupakan murid terbaik A Hassan mampu melambungkan pemikiran-pemikiran Persis ke pentas nasional, mampu merekayasa, dan berdampak pada tatanan sosial masyarakat Indonesia. Bahkan kesuksesan intelektualitas.</p>
<p>Natsir mencapai puncaknya saat diangkat menjadi perdana menteri pertama dalam sejarah Indonesia. Penting disampaikan di sini bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI, 1952) merupakan buah karya Natsir dengan gagasan &#8220;Mosi Integral Natsir&#8221;. Demikian juga ketika konfrontasi Indonesia-Malaysia, Natsir-lah yang mendamaikannya dengan Teungku Abdurrahman dari Malaysia. Karena itu, sejarah ini dikenal dengan istilah Diplomasi Ukhuwah.</p>
<p>Beralih pada periode Isa Anshari, Persis semakin &#8216;garang&#8217; dalam penampilan keagamaan dan merespons kondisi zaman yang ada. Karakternya keras dan antikompromi hingga membawa Persis pada jati diri yang sebenarnya. Pada era Isa Anshari ini, Persis melibatkan diri secara aktif dan semangat pada partai politik Masyumi. Sehingga, pemikiran-pemikiran Persis secara otomatis tersosialisasikan secara baik sekaligus keterlibatan ini menunjukkan eksistensi Persis semakin menanjak dalam percaturan politik nasional.</p>
<p>Dalam perjalanan aktivitasnya, energi Isa Anshari terkuras penuh. Posisinya sebagai ketua umum Persis (1953-1960), Masyumi Jawa Barat, dan aktivis Front Anti Komunis (FAK). Tenaga yang ia curahkan benar-benar ditunaikan demi kemajuan Islam. Karena wataknya keras dan kritis, sering kali banyak berurusan dengan pihak keamanan sampai secara sosial ia dikucilkan. Namun, perjuangan Islam lewat Persis pada masanya tidak mengenal menyerah. Pada akhirnya, banyak orang yang mengakui kebenaran Persis.</p>
<p>Proposisi ini terbukti dengan estafet kepemimpinan Persis oleh Ustaz E Abdurrahman, Latief Muchtar, dan Siddiq Amin. Ketiganya berlatar suku Sunda, terkesan &#8216;menggeser&#8217; watak Persis yang tadinya tegas dan radikal menjadi cenderung luwes dan bijak</p>
<p><strong>Masa depan</strong></p>
<p>Persis akan tetap dipeluk oleh umat jika mampu menerjemahkan Islam dalam kerangka modernitas. Terlebih, Muktamar XIV yang mengusung gagasan Islam <em>rahmatan lil alamin</em> mengandung pesan bahwa Persis siap untuk mentransformasikan pemikiran keislamannya dalam kerangka global. Konsekuensinya Persis dituntut untuk menyampaikan pemikiran-pemikiran cerdasnya terkait perdamaian dunia, <em>global warming, climate change, </em>ketahanan pangan dunia, terorisme, dan isu-isu mendunia lainnya.</p>
<p>Pola pengembangan haluan organisasi Persis ini merupakan tantangan baru bagi Persis. Ijtihad-ijtihad yang selama ini hanya &#8216;itu-itu juga&#8217;,  &#8216;mengunyah&#8217;, tentu harus dikatrol ke arah yang lebih tinggi. Sehingga, diharapkan ke depan, Persis tidak hanya senang dengan isu-isu fikih mikronya. <em>Wallahu a&#8217;lam.</em></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong>ØØØ</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#800000;">Dari : <strong>Republika</strong>, Selasa, 28 September 2010<br />
</span></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong><span style="color:#800000;">Cianjur, 28 September 2010 | 17 : 11</span></strong></p>
<p style="text-align:left;">
<strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</strong></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Tulisan terkait :</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="http://abdaz.wordpress.com/persatuan-islam-persis/"><span style="color:#800000;">Persatuan Islam ( Persis      )</span></a></li>
<li><a href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/25/muktamar-xiv-persis-dibuka-hari-ini/"><span style="color:#800000;">Muktamar XIV Persis Dibuka Hari Ini</span></a></li>
<li><a href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/perjalanan-persis/"><span style="color:#800000;">Perjalanan Persis</span></a></li>
<li><a href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/persis-dan-demokrasi/"><span style="color:#800000;">Persis dan Demokrasi</span></a></li>
<li><a href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/ahmad-hassan-sang-guru-utama-persis/"><span style="color:#800000;">Ahmad Hassan, Sang Guru Utama Persis</span></a></li>
<li><a href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/gerakan-tajdid-ala-ahmad-hassan/"><span style="color:#800000;">Gerakan Tajdid Ala Ahmad Hassan</span></a></li>
<li><a href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/29/buah-amal-persis/"><span style="color:#800000;">Buah Amal Persis</span></a></li>
<li><a href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/29/prof-dr-kh-maman-abdurrahman-kembali-memimpin-persis/"><span style="color:#800000;">Prof.      Dr. KH Maman Abdurrahman Kembali Memimpin Persis </span></a></li>
</ul>
<p style="text-align:left;"><strong><br />
</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/dunia-islam/'>Dunia Islam</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/a-hassan/'>A. Hassan</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/al-irsyad/'>al-Irsyad</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/ijtihad/'>ijtihad</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/isa-anshari/'>Isa Anshari</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/jami%e2%80%99at-khair/'>Jami’at Khair</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/masyumi/'>Masyumi</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/moh-natsir/'>Moh. Natsir</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/mosi-integral-natsir/'>Mosi Integral Natsir</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/muhammad-abduh/'>Muhammad Abduh</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/muktamar-xiv/'>Muktamar XIV</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persis/'>Persis</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/perstuan-islam/'>Perstuan Islam</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/rahmatan-lil-alamin/'>rahmatan lil alamin</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/rasyid-ridha/'>Rasyid Ridha</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/3000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/3000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/3000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/3000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/3000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/3000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/3000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/3000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/3000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/3000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/3000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/3000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/3000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/3000/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=3000&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/28/persis-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/logo-persis-green3-persttuanislam-wordpress-com2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo-persis-green3--persttuanislam.wordpress.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gerakan Tajdid Ala Ahmad Hassan</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/gerakan-tajdid-ala-ahmad-hassan/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/gerakan-tajdid-ala-ahmad-hassan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 12:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah & Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Hassan]]></category>
		<category><![CDATA[Api Islam]]></category>
		<category><![CDATA[bid’ah]]></category>
		<category><![CDATA[Dadan Wildan]]></category>
		<category><![CDATA[hujjatul Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ijtihad]]></category>
		<category><![CDATA[ittiba’]]></category>
		<category><![CDATA[KH Rusyad Nurdin.]]></category>
		<category><![CDATA[KHE Abdurrahman]]></category>
		<category><![CDATA[KHM Isa Anshary]]></category>
		<category><![CDATA[khurafat]]></category>
		<category><![CDATA[Mohammad Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Persis]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[taklid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=2973</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Nidia Zuraya SEBAGAI sosok ulama pejuang penegak Al-Quran dan sunnah, Ahmad Hassan memiliki integritas dan pandangan yang kukuh terhadap hukum-hukum yang diyakininya berdasarkan Al-Quran dan sunnah. Meskipun, keyakinannya itu akhirnya menimbulkan kontroversial pada masanya. Namun, Ahmad Hassan telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam gerakan pembaruan Islam di Indonesia pada awal abad ke-20. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=2973&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;"><strong>Oleh : Nidia Zuraya</strong></span></p>
<p><strong><a rel="attachment wp-att-3010" href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/gerakan-tajdid-ala-ahmad-hassan/index-logo-persis-persatuanislam-wordpress-com-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-3010" title="index--logo persis---persatuanislam.wordpress.com" src="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/index-logo-persis-persatuanislam-wordpress-com1.jpg?w=535" alt=""   /></a>SEBAGAI</strong> sosok ulama pejuang penegak Al-Quran dan sunnah, Ahmad Hassan memiliki integritas dan pandangan yang kukuh terhadap hukum-hukum yang diyakininya berdasarkan Al-Quran dan sunnah. Meskipun, keyakinannya itu akhirnya menimbulkan kontroversial pada masanya. Namun, Ahmad Hassan telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam gerakan pembaruan Islam di Indonesia pada awal abad ke-20.</p>
<p><span id="more-2973"></span><br />
Ulama besar yang dikenal dengan Ahmad Hassan Bandung (ketika masih bermukim di Bandung) atau Ahmad Hassan Bangil (sejak bermukim di Bangil) ini telah menorehkan sejarah baru dalam gerakan pemurnian ajaran Islam di Indonesia dengan ketegasan, keberanian, dan kegigihannya menegakkan Al-Quran dan sunnah secara konsekuen. Terkadang, orang menganggap pemikirannya terlalu radikal.</p>
<p>Selain menulis buku-buku, menerbitkan majalah-majalah, menyusun tafsir Al-Quran pertama di Indonesia, dan mendidik para santri, ia pun banyak melahirkan tokoh ulama besar hasil didikannya, antara lain Mohammad Natsir, KHM Isa Anshary, KHE Abdurrahman, dan KH Rusyad Nurdin.</p>
<p>Dalam buku <em>Yang Dai Yang Politikus: Hayat dan Perjuangan Lima Tokoh Persis</em> karya Dadan Wildan, disebutkan bahwa Ahmad Hassan juga memberikan andil besar terhadap pemikiran keislaman Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno.</p>
<p>Kepada Ahmad Hassanlah, dalam pembuangannya di Ende, Flores (NTT), Bung Karno meminta buku-buku dan majalah-majalah karya Ahmad Hassan, sebagai pengisi roh batiniahnya yang haus akan keislaman. Dari Ahmad Hassanlah &#8216;api Islam&#8217; Bung Karno menyala.</p>
<p>Melalui gerakan Persis, <a href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/ahmad-hassan-sang-guru-utama-persis/">Ahmad Hassan</a> menyebarkan ide-ide pembaruannya. Ia menyadari betul bahwa pemikirannya harus dituangkan dalam sebuah gerakan agar bisa berkembang secara efektif. Bahkan, ia berhasil membawa organisasi ini menjadi sebuah gerakan islah.</p>
<p>Dengan menggabungkan watak Ahmad Hassan yang tajam dalam berpikir dan ciri Persis yang tegas, organisasi ini tumbuh sebagai sebuah gerakan <em>tajdid </em>yang cepat meluas. Ahmad Hassan telah membawa Persis menjadi organisasi pembaruan yang terkenal tegas dalam masalah-masalah <em>fiqhiyyah</em>. Di tangannya pula, Persis tampil dengan corak dan warna baru dalam gerakan pembaruan pemikiran Islam di Indonesia.</p>
<p>Kiprah Ahmad Hassan dalam organisasi Persis, sejalan dengan &#8216;program jihad&#8217; <em>jam&#8217;iyyah</em> yang ditujukan untuk penyebaran ajaran Islam yang <em>kaffah</em>, yakni menegakkan Al-Quran dan sunnah. Hal ini ia lakukan dengan berbagai aktivitas, antara lain dengan mengadakan tabligh-tabligh, menyelenggarakan kursus pendidikan Islam bagi generasi muda, mendirikan pesantren, menerbitkan berbagai buku, majalah, dan selebaran-selebaran lainnya.</p>
<p>Dalam bidang pendidikan, misalnya, Persis sejak tahun 1924 menyelenggarakan kelas pendidikan akidah dan ibadah bagi orang dewasa yang kemudian berkembang cepat dengan masuknya Ahmad Hassan pada tahun 1926.</p>
<p>Demikian pula, dalam bidang penerbitan, banyak dicetak buku dan majalah, terutama yang memuat tulisan-tulisan Ahmad Hassan. Penerbitan buku dan majalah ini lebih banyak atas usahanya sendiri; dari menulis, mencetak, sampai memasarkannya. Penerbitan inilah yang menyebabkan luasnya daerah penyebaran pemikiran Ahmad Hassan yang identik dengan pemikiran Persis.</p>
<p>Selain itu, kegiatan tabligh dan dakwah menjadi ujung tombak penyebaran paham Al-Quran-sunnah yang dilaksanakan di berbagai tempat. Dalam aktivitas tabligh ini, Ahmad Hassan lebih senang melakukannya dengan metode diskusi dan dialog. Karena itu, perdebatan sengit tentang berbagai masalah keagamaan sering kali digelar. Terutama terkait persoalan agama yang tidak ada dasarnya dalam Al-Quran dan sunnah.</p>
<p>Pada masa itu, persoalan ini sangat hangat diperbincangkan. Di antaranya, masalah<em> talqin</em>, tahlil, <em>talafudzh niyyat</em>, bid&#8217;ah, <em>khurafat</em>, dan taklid. Meskipun terkadang debat yang digelar Persis ini berlangsung &#8216;sangat keras&#8217;, pengaruhnya cukup baik, yakni munculnya pemikiran kritis dalam menghancurkan taklid dan kejumudan di kalangan umat Islam.</p>
<p>Sebagai salah seorang yang berperan besar dalam organisasi Persis, Ahmad Hassan mencurahkan berbagai pandangannya tentang agama, antara lain tentang sumber hukum Islam ( ijtihad, <em>ittiba</em>&#8216;, taklid, bid&#8217;ah ) dan paham kebangsaan.</p>
<p>Kiprahnya dalam menyebarluaskan pandangan-pandangannya ini ia lakukan hingga mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Karangmenjangan (sekarang RS Dr Soetomo) Surabaya pada hari Senin, 10 November 1958. Sepanjang hidupnya, Ahmad Hassan banyak menulis karya, baik dalam bidang fikih, usul fikih, tasawuf, maupun akidah. Tak kurang dari 50 buah buku yang berhasil ditulisnya dalam upaya membuka pencerahan pemikiran umat Islam.</p>
<p><strong><span style="color:#800000;">• ed: syahruddin el-fikri</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Ø</strong><strong>Ø</strong><strong>Ø</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Dari : <em>Islam Digest</em>, <strong>Republika</strong>, Ahad, 26 September 2010</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Cianjur, 26 September 2010 | 19 : 25</strong><br />
</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/sejarah-biografi/'>Sejarah &amp; Biografi</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/ahmad-hassan/'>Ahmad Hassan</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/api-islam/'>Api Islam</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/bid%e2%80%99ah/'>bid’ah</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/dadan-wildan/'>Dadan Wildan</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/hujjatul-islam/'>hujjatul Islam</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/ijtihad/'>ijtihad</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/ittiba%e2%80%99/'>ittiba’</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/kh-rusyad-nurdin/'>KH Rusyad Nurdin.</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/khe-abdurrahman/'>KHE Abdurrahman</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/khm-isa-anshary/'>KHM Isa Anshary</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/khurafat/'>khurafat</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/mohammad-natsir/'>Mohammad Natsir</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persatuan-islam/'>Persatuan Islam</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persis/'>Persis</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/soekarno/'>Soekarno</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/taklid/'>taklid</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/2973/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=2973&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/gerakan-tajdid-ala-ahmad-hassan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/index-logo-persis-persatuanislam-wordpress-com1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">index--logo persis---persatuanislam.wordpress.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ahmad Hassan, Sang Guru Utama Persis</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/ahmad-hassan-sang-guru-utama-persis/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/ahmad-hassan-sang-guru-utama-persis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 11:57:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah & Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Hassan]]></category>
		<category><![CDATA[Api Islam]]></category>
		<category><![CDATA[bid’ah]]></category>
		<category><![CDATA[Dadan Wildan]]></category>
		<category><![CDATA[hujjatul Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ijtihad]]></category>
		<category><![CDATA[ittiba’]]></category>
		<category><![CDATA[KH Rusyad Nurdin.]]></category>
		<category><![CDATA[KHE Abdurrahman]]></category>
		<category><![CDATA[KHM Isa Anshary]]></category>
		<category><![CDATA[khurafat]]></category>
		<category><![CDATA[Mohammad Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Persis]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[taklid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=2965</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Nidia Zuraya Pemikirannya yang kritis dan tajam, kerap berlawanan dengan mayoritas pandangan ulama tradisional. AHMAD HASSAN atau A Hassan adalah salah satu tokoh utama organisasi Persatuan Islam (Persis). Sosok ulama yang satu ini tidak hanya dikenal luas di Indonesia, tetapi juga di negeri tetangga Malaysia dan Singapura. Sebagai seorang ulama, Ahmad Hassan dikenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=2965&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;"><strong>Oleh : Nidia Zuraya</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Pemikirannya yang kritis dan tajam, kerap berlawanan dengan mayoritas pandangan ulama tradisional.</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_2967" class="wp-caption alignleft" style="width: 146px"><strong> </strong><strong><a rel="attachment wp-att-2967" href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/ahmad-hassan-sang-guru-utama-persis/a-hassan-pd-pemuda-persis-kab-bandung/"><img class="size-full wp-image-2967" title="a-hassan --- PD Pemuda Persis Kab. Bandung" src="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/a-hassan-pd-pemuda-persis-kab-bandung.jpg?w=535" alt=""   /></a></strong><p class="wp-caption-text">Ahmad Hassan</p></div>
<p>AHMAD HASSAN atau A Hassan adalah salah satu tokoh utama organisasi Persatuan Islam (Persis). Sosok ulama yang satu ini tidak hanya dikenal luas di Indonesia, tetapi juga di negeri tetangga Malaysia dan Singapura. Sebagai seorang ulama, Ahmad Hassan dikenal sangat militan, teguh pendirian, dan memiliki kecakapan luar biasa. Pemahamannya dalam bidang ilmu pengetahuan agama, sangat luas dan mendalam.</p>
<p><span id="more-2965"></span><br />
Dalam buku <em>Yang Dai Yang Politikus: Hayat dan Perjuangan Lima Tokoh Persis</em> karya Dadan Wildan disebutkan bahwa nama Ahmad Hassan yang sebenarnya adalah Hassan bin Ahmad. Akan tetapi, berdasarkan kelaziman penulisan nama keturunan India di Singapura, yang menuliskan nama orang tua (ayah) di depannya, Hassan bin Ahmad lebih dikenal dengan panggilan <a href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/gerakan-tajdid-ala-ahmad-hassan/">Ahmad Hassan.</a></p>
<p>Ia lahir di Singapura pada tahun 1887, berasal dari keluarga campuran Indonesia-India. Ayahnya bernama Ahmad, juga bernama Sinna Vappu Maricar, seorang penulis yang cukup ahli dalam bidang agama Islam dan kesusasteraan Tamil.</p>
<p>Sang ayah pernah menjadi redaktur majalah <em>Nur al-Islam</em> (sebuah majalah sastra Tamil), selain sebagai penulis beberapa kitab berbahasa Tamil dan beberapa terjemahan dari bahasa Arab. Adapun ibu Ahmad Hassan bernama Muznah, yang berasal dari Palekat Madras, tetapi lahir di Surabaya. Setelah menikah, kedua orang tua Ahmad Hassan ini menetap di Singapura.</p>
<p>Masa kecil Ahmad Hassan dilewatinya di Singapura. Ia sempat mengenyam pendidikan sekolah dasar, tetapi tidak sampai lulus. Kemudian ia masuk sekolah Melayu dan menyelesaikannya hingga kelas empat. Ia juga sempat belajar di sekolah dasar pemerintah Inggris sampai tingkat yang sama, sambil belajar bahasa Tamil dari ayahnya.</p>
<p>Saat mengenyam pendidikan di sekolah Melayu inilah ia belajar bahasa Arab, Melayu, Tamil, dan Inggris. Pada usia tujuh tahun, sebagaimana anak-anak pada umumnya, ia belajar Alquran dan memperdalam agama Islam.</p>
<p><strong>Hidup mandiri</strong></p>
<p>Pada usia 12 tahun, A Hassan belajar mandiri dengan bekerja di sebuah toko milik iparnya. Sambil bekerja, ia menyempatkan diri belajar privat dan berusaha menguasai bahasa Arab sebagai kunci untuk memperdalam pengetahuan tentang Islam. Dia juga mengaji pada Haji Ahmad di Bukittiung, dan pada Muhammad Thaib, seorang guru yang terkenal, di Minto Road.</p>
<p>Ahmad Hassan banyak mempelajari ilmu <em>nahwu</em> dan <em>sharaf </em>dari Muhammad Thaib. Sebagai orang yang keras kemauannya dalam menuntut ilmu, ia tidak keberatan jika harus datang dini hari sebelum Subuh. Namun, karena merasa tidak ada kemajuan setelah kira-kira empat bulan belajar <em>nahwu</em> dan<em> sharaf,</em> ia memutuskan untuk beralih mempelajari bahasa Arab pada Said Abdullah al-Musawi selama tiga tahun.</p>
<p>Selain itu, ia juga belajar kepada pamannya, Abdul Lathif  (seorang ulama yang terkenal di Malaka dan Singapura), Syekh Hasan (seorang ulama yang berasal dari Malabar), dan Syekh Ibrahim (seorang ulama dari India). Beliau mempelajari dan memperdalam Islam dari beberapa guru tersebut sampai kira-kira tahun 1910, menjelang usia 23 tahun.</p>
<p>Selain memperdalam ilmu agama Islam, dari tahun 1910 hingga tahun 1921, Ahmad Hassan melakukan berbagai macam pekerjaan di Singapura. Dari tahun 1910 sampai tahun 1913, ia menjadi guru tidak tetap di madrasah orang-orang India yang terletak di Arab Street, Baghdad Street, dan Geylang Singapura.</p>
<p>Ia juga menjadi guru tetap di Madrasah Assegaf di Jalan Sulthan. Sekitar tahun 1912-1913, ia menjadi anggota redaksi surat kabar <em>Utusan Melayu</em> yang diterbitkan oleh Singapore Press.</p>
<p>Berbagai pekerjaan lainnya, ia geluti tanpa rasa lelah. Ia pernah menjadi buruh toko, pedagang tekstil, permata, minyak wangi, bahkan menjadi agen distribusi es dan vulkanisir ban mobil. Ia juga pernah menjadi juru tulis di kantor jamaah haji di Jeddah Pilgrims Office Singapura. Selain itu, ia juga menjadi guru bahasa Melayu dan bahasa Inggris di Pontian Kecil, Sanglang, Benut, dan Johor.</p>
<p><strong>Perseteruan kaum muda dan tua</strong></p>
<p>Pada tahun 1921, ia hijrah dari Singapura ke Surabaya untuk meneruskan usaha tekstil milik pamannya. Pada masa itu, Surabaya menjadi tempat pertikaian antara &#8216;kaum muda&#8217; dan &#8216;kaum tua&#8217; dalam masalah agama. Kaum muda dipelopori oleh Faqih Hasyim, seorang pendatang yang menaruh perhatian besar dalam masalah keagamaan.</p>
<p>Di Surabaya, Faqih Hasyim memimpin kaum muda dalam upayanya melakukan gerakan pembaruan pemikiran Islam melalui tukar pikiran, tabligh, dan diskusi-diskusi keagamaan. Kaum muda di Surabaya ini mendapat pengaruh pembaharuan Islam dari tulisan-tulisan Abdullah Ahmad, Abdul Karim Amrullah, Zainuddin Labay (ketiganya dari Sumatra), dan Ahmad Surkati (tokoh Persis lainnya).</p>
<p>Dari Kiai Haji Abdul Wahab&#8211;seorang ulama di Surabaya yang di kemudian hari menjadi tokoh Nahdlatul Ulama (NU)&#8211;ia mengetahui pokok persoalan yang menyulut pertikaian antara kaum muda dan kaum tua. Kiai Wahab mengungkapkan pelafalan ushalli (pembacaan niat dengan bersuara yang dilakukan sebelum shalat) yang dipraktikkan oleh kaum tua sebagai salah satu contoh pertentangan itu.</p>
<p>Kaum muda menolak praktik <em>ushalli</em> ini. Sebab, menurut mereka, tidak ada dasarnya dalam Al-Quran dan hadis Nabi. Dalam pandangan mereka, agar dapat disebut agama, keberagamaan hendaklah didasarkan pada Al-Quran dan hadis sahih. Karena <em>ushalli</em> merupakan hal baru yang diperkenalkan oleh ulama yang datang kemudian dan tidak terdapat dalam kedua sumber hukum tersebut, kaum muda menolaknya dan menilainya sebagai amalan yang tidak perlu dilakukan.</p>
<p>Pembicaraan dengan Kiai Wahab itu, mendorong Ahmad Hassan untuk berpikir lebih jauh tentang masalah tersebut. Setelah melakukan penelitian terhadap Al-Quran dan hadis sahih, ia sampai pada kesimpulan bahwa pendapat kaum mudalah yang benar.  Sejak saat itu, ia lebih banyak bergaul dengan Faqih Hasyim dan kaum muda lainnya. Dalam kesempatan lain, ia sering juga bergaul dengan tokoh-tokoh Syarikat Islam (SI), seperti HOS Tjokroaminoto, AM Sangadji, Bakri Suroatmodjo, dan Wondoamiseno.</p>
<p><strong>Bergabung ke Persis</strong></p>
<p>Karena lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berdiskusi dengan kaum muda dan para tokoh SI, usaha dagangnya di Surabaya mengalami kemunduran. Toko yang dikelolanya diserahkan kembali kepada pamannya. Ia kemudian memulai usaha lain dengan membuka perusahaan tambal ban, tetapi tidak lama kemudian tutup.</p>
<p>Melihat hal ini, kedua orang sahabatnya, Bibi Wantee dan Muallimin, mengirimnya ke Kediri untuk mempelajari pertenunan. Memang saat itu di Surabaya banyak pedagang yang membuka perusahaan tenun.</p>
<p>Selesai belajar pertenunan di Kediri, ia kemudian melanjutkan ke sekolah pertenunan pemerintah di Bandung. Di kota kembang ini, ia tinggal di keluarga Muhammad Yunus, salah seorang pendiri Persis (Persatuan Islam). Karena itu pula, ia sering  mengikuti pengajian-pengajian dalam lingkungan Persis.</p>
<p>Dengan keadaan itu, tanpa sengaja, Ahmad Hassan telah mendekatkan dirinya pada pusat kegiatan penelaahan dan pengkajian Islam melalui Persis; suatu kegiatan yang tidak ingin ditinggalkannya.</p>
<p>Dengan persetujuan teman-temannya, ia mengalihkan usaha tenunnya di Bandung. Akan tetapi, perusahaan tenun yang didirikannya gagal sehingga terpaksa ditutup. Sejak itulah, minatnya untuk berusaha tidak muncul lagi. Akhirnya, ia mengabdikan dirinya dalam penelaahan dan pengkajian Islam dengan cara berkiprah dalam <em>jam&#8217;iyyah</em> Persis. Ia memasuki organisasi tersebut pada 1926, tiga tahun setelah organisasi ini berdiri.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>• ed: syahruddin el-fikri</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Ö</strong><strong>Ö</strong><strong>Ö</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Dari : <em>Islam Digest</em>, <strong>Republika</strong>, Ahad, 26 September 2010</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Pic : http://pemudabandung.wordpress.com</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Cianjur, 26 September 2010 | 18 : 57</strong><br />
</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/sejarah-biografi/'>Sejarah &amp; Biografi</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/ahmad-hassan/'>Ahmad Hassan</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/api-islam/'>Api Islam</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/bid%e2%80%99ah/'>bid’ah</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/dadan-wildan/'>Dadan Wildan</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/hujjatul-islam/'>hujjatul Islam</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/ijtihad/'>ijtihad</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/ittiba%e2%80%99/'>ittiba’</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/kh-rusyad-nurdin/'>KH Rusyad Nurdin.</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/khe-abdurrahman/'>KHE Abdurrahman</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/khm-isa-anshary/'>KHM Isa Anshary</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/khurafat/'>khurafat</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/mohammad-natsir/'>Mohammad Natsir</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persatuan-islam/'>Persatuan Islam</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persis/'>Persis</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/soekarno/'>Soekarno</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/taklid/'>taklid</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/2965/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/2965/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/2965/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/2965/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/2965/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/2965/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/2965/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/2965/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/2965/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/2965/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/2965/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/2965/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/2965/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/2965/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=2965&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/ahmad-hassan-sang-guru-utama-persis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/a-hassan-pd-pemuda-persis-kab-bandung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">a-hassan --- PD Pemuda Persis Kab. Bandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persis dan Demokrasi</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/persis-dan-demokrasi/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/persis-dan-demokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 04:23:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[A. Hassan]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[hudud]]></category>
		<category><![CDATA[mayoritas]]></category>
		<category><![CDATA[Mohammad Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[otokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Persis]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[syariat]]></category>
		<category><![CDATA[syura]]></category>
		<category><![CDATA[teokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[theistic democracy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=2931</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Uus M. Ruhiat &#8212; Anggota Dewan Hisbah PP Persis UNTUK mengetahui bagaimana pemikiran Persis tentang demokrasi, sungguh tepat apabila kita menelaah pemikiran A. Hassan dan M. Natsir sebagai tokoh dan figur sentral dalam pemikiran dan pelaksanaan siyasah. Demokrasi lahir dari rahim peradaban Yunani kuno yang kemudian dikembangkan dan disempurnakan oleh peradaban Barat. Pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=2931&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;">Oleh : <strong>Uus M. Ruhiat</strong> &#8212; Anggota Dewan Hisbah PP Persis</span><br />
<strong> </strong></p>
<p><strong><a rel="attachment wp-att-2944" href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/persis-dan-demokrasi/logo-persis-green3-persttuanislam-wordpress-com-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-2944" title="logo-persis-green3--persttuanislam.wordpress.com" src="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/logo-persis-green3-persttuanislam-wordpress-com1.jpg?w=535" alt=""   /></a>UNTUK</strong> mengetahui bagaimana pemikiran Persis tentang demokrasi, sungguh tepat apabila kita menelaah pemikiran A. Hassan dan M. Natsir sebagai tokoh dan figur sentral dalam pemikiran dan pelaksanaan <em>siyasah</em>.</p>
<p>Demokrasi lahir dari rahim peradaban Yunani kuno yang kemudian dikembangkan dan disempurnakan oleh peradaban Barat. Pada mulanya, ide demokrasi banyak diragukan oleh kalangan filsuf di antaranya Plato dan Aristoteles. Menurut keduanya, demokrasi merupakan sistem terburuk dari semua sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum dan yang terbaik dari semua pemerintahan yang tidak mengenal hukum.</p>
<p><span id="more-2931"></span><br />
Menurut sejarah perkembangannya, demokrasi yang stabil berlangsung pada abad ke-19, ketika institusi demokrasi perwakilan pertama kali mengakar di Amerika Serikat, kemudian berkembang di sebagian besar negara-negara Eropa Utara dan Barat, serta segelintir negara Amerika Latin. Dengan waktu yang tidak terlalu lama, 29 dari 64 negara di dunia mengambil bentuk pemerintahan yang mirip dengan pemerintahan demokrasi.</p>
<p>Ternyata, ide penerapan pemerintahan demokrasi itu berkembang juga di negeri-negeri Muslim yang baru terlepas dari penjajahan, seperti Indonesia. Hal itu wajar karena umat Islam dalam suatu negeri bercita-cita hendak lepas dari penjajahan, menuju negara dan bangsa yang bebas mengemukakan pendapat, berpolitik, berserikat, dan berkumpul, serta tuntutan pemerintahan yang memiliki perwakilan dan melibatkan rakyat.</p>
<p>Pandangan para ulama terhadap demokrasi, ada yang menolak secara radikal dan ada yang menerima dengan selektif dan modifikatif. M Natsir pernah mengatakan, &#8220;Islam bersifat demokratis&#8221;. Dalam arti, Islam anti-<em>istibdad,</em> antiabsolutisme, antisewenang-wenang. Oleh karena itu, pengertian demokrasi dalam Islam memberikan hak kepada rakyat supaya mengkritisi pemerintahan. Ia juga mengatakan, Islam hanya mungkin berhasil dalam sistem demokratis.</p>
<p>Dengan pandangan seperti itu, berarti M. Natsir mengakui, demokrasi dan Islam ada kesamaan dan perbedaan. Ini karena sistem kenegaraan Islam tidak menggantungkan semua urusan kepada mekanisme demokrasi atau keputusan dewan perwakilan, mengingat ada hal-hal yang merupakan prinsip yang tidak boleh digugat oleh keputusan manusia, seperti mempersoalkan babi haram, judi, perzinaan, dan sebagainya.</p>
<p>Menurut dia, Islam tidak usah demokrasi seratus persen bukan pada otokrasi seratus persen. Islam adalah Islam. Islam adalah sintesis antara demokrasi dan otokrasi. Hal itu disebabkan politik dalam Islam tidaklah semata-mata harus didasarkan kepada kemauan mayoritas parlemen. Keputusan itu tidak dapat melampaui batas-batas yang telah ditetapkan Tuhan. Oleh karena itu, hal-hal yang sudah prinsip dalam Islam tidak mesti diserahkan dengan keputusan mayoritas manusia, atau dengan sistem undian separuh tambah satu suara.</p>
<p>Pandangan dia tentang konsep ini dikemukakan pada pidato dalam Sidang Konstituante 1957. Dia memperkenalkan demokrasi dalam Islam dengan istilah <em>theistic democracy</em>, yaitu demokrasi yang berlandasan nilai-nilai ketuhanan. Maksudnya, keputusan mayoritas rakyat yang berpedoman kepada ketuhanan atau dengan kata lain kebebasan yang dibatasi oleh syariat.</p>
<p>Berdasarkan pandangan dia, keputusan rakyat yang berpedoman pada nilai-nilai ketuhanan dapat dianggap sebagai<em> ijma`</em> kaum Muslimin yang mengikat untuk tempat dengan zaman tertentu. Oleh karena itu, dia meyakini, prinsip-prinsip Islam tentang <em>syura</em> (musyawarah) lebih dekat kepada rumusan-rumusan demokrasi modern, dengan meletakkan prinsip-prinsip <em>hudud</em> (batas-batas) dan etik keagamaan sebagai panduan dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, M. Natsir dalam hal ini menyamakan syura (musyawarah) dengan demokrasi.</p>
<p>A. Hassan menyatakan dalam bukunya <em>Islam dan Kebangsaan, Pemerintahan Cara Islam, </em>Islamlah yang lebih dahulu mempraktikkan prinsip-prinsip demokrasi bukan negara-negara Eropa, dengan dalil Nabi Muhammad saw., telah mendidik umatnya bersikap demokrat. Hal itu bisa dilihat dari perkataan Abu Bakar Shidiq dan Umar bin Khattab ketika terpilih menjadi khalifah. Dalam khutbahnya, Abu Bakar mengatakan, &#8220;Wahai manusia, sungguh aku telah memangku jabatan yang kamu percayakan, tetapi bukanlah aku yang terbaik di antara kamu. Apabila aku melaksanakan tugasku dengan baik bantulah, dan jika aku berbuat salah maka luruskanlah aku&#8230;.&#8221;</p>
<p>Seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab mengatakan dalam khutbahnya, &#8220;Barang siapa di antara kalian melihat ketidakbenaran dalam diriku maka hendaklah dia meluruskannya&#8230;.&#8221;</p>
<p>Selanjutnya, menurut A. Hasan, sikap seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab tersebut menjadikan syariat (Al-Quran dan Sunnah Nabi) dan demokrasi atau &#8220;rembukan dengan rakyat&#8221; dalam bahasa A. Hassan sebagai dasar dari pemerintahan Islam. Dalam pandangan A. Hassan, demokrasi yang mengandung prinsip kebebasan, persamaan, dan keadilan tidaklah bertentangan dengan Islam. Akan tetapi, prinsip demokrasi ini tidak berdiri sendiri, harus dibarengi atau dibatasi hukum-hukum yang tertera dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi. Sama halnya dengan pandangan M. Natsir sebelumnya.</p>
<p>Walaupun dalam sistem demokrasi banyak kekurangannya, pada umumnya, kedua tokoh tersebut menerima demokrasi sebagai sistem politik yang menghargai nilai-nilai kebebasan, persamaan, dan keadilan yang sesuai dengan ajaran Islam dan praktik Nabi dan sahabatnya. Kecenderungan penerimaan konsep demokrasi pada pemikirannya hanya dipandang sebagai suatu &#8220;cara&#8221; dan bukan tujuan dalam pengertian mendukung &#8220;kedaulatan rakyat secara mutlak&#8221; karena suara rakyat tidak boleh melangkahi syariat. Tepatnya, demokrasi sebagai &#8220;cara&#8221; untuk mencapai tujuan, yakni terlaksananya syariat Islam.</p>
<p>Oleh karena itu, gagasan demokrasi menurut mereka bersifat demokrasi teokrasi. Disebut teokrasi karena demokrasi harus didasarkan pada syariat yang merupakan basis bagi konstitusi negara dan mengikatnya secara moral. Disebut demokrasi karena rakyat menikmati hak untuk terlibat dalam segala aspek dalam proses menjalankan urusan-urusan negara. ***</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">ÕÕÕ</span></strong></p>
<p><span style="color:#800000;">Dari : <strong>Pikiran Rakyat</strong> , Sabtu, 25 September 2010 </span></p>
<p><span style="color:#800000;">Pic © </span><span style="color:#800000;">http://persatuanislam.wordpress.com</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Cianjur, 26 september 2010 | 11 : 23</strong><br />
</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/dunia-islam/'>Dunia Islam</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/a-hassan/'>A. Hassan</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/demokrasi/'>demokrasi</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/hudud/'>hudud</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/mayoritas/'>mayoritas</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/mohammad-natsir/'>Mohammad Natsir</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/otokrasi/'>otokrasi</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persatuan-islam/'>Persatuan Islam</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persis/'>Persis</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/politik/'>politik</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/syariat/'>syariat</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/syura/'>syura</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/teokrasi/'>teokrasi</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/theistic-democracy/'>theistic democracy</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/2931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/2931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/2931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/2931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/2931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/2931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/2931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/2931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/2931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/2931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/2931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/2931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/2931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/2931/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=2931&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/persis-dan-demokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/logo-persis-green3-persttuanislam-wordpress-com1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo-persis-green3--persttuanislam.wordpress.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Persis</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/perjalanan-persis/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/perjalanan-persis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 04:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[E. Abdurrahman]]></category>
		<category><![CDATA[Fakhruddin Al-Khahiri]]></category>
		<category><![CDATA[Haji Muhammad Yunus]]></category>
		<category><![CDATA[Haji Zamzam]]></category>
		<category><![CDATA[Isa Anshary]]></category>
		<category><![CDATA[khurafat]]></category>
		<category><![CDATA[Latief Muchtar]]></category>
		<category><![CDATA[O. Qomaruddin Saleh]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Persis]]></category>
		<category><![CDATA[Shiddiq Amien]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>
		<category><![CDATA[takhayul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=2921</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Deni Nurdyana Hadimin &#8212; Humas PP Persis GERAKAN pembaruan pemikiran Islam di Indonesia lahir pada awal abad 20. Hal tersebut dapat kita simak dari sejarah munculnya organisasi yang dikelola oleh para tokoh modern Islam. Di antara para tokoh tersebut adalah Al-Jamiyyah Al Kahiriyah atau yang dikenal dengan Jamiat Khair di Jakarta, Muhammadiyah di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=2921&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;">Oleh : <strong>Deni Nurdyana Hadimin</strong> &#8212; Humas PP Persis </span></p>
<p><strong><a rel="attachment wp-att-2922" href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/perjalanan-persis/index-logo-persis-persatuanislam-wordpress-com/"><img class="alignleft size-full wp-image-2922" title="index--logo persis---persatuanislam.wordpress.com" src="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/index-logo-persis-persatuanislam-wordpress-com.jpg?w=535" alt=""   /></a>GERAKAN</strong> pembaruan pemikiran Islam di Indonesia lahir pada awal abad 20. Hal tersebut dapat kita simak dari sejarah munculnya organisasi yang dikelola oleh para tokoh modern Islam. Di antara para tokoh tersebut adalah Al-Jamiyyah Al Kahiriyah atau yang dikenal dengan Jamiat Khair di Jakarta, Muhammadiyah di Yogyakarta, Jamiyyatul Islah wal Iryadil Arabia atau lebih dikenal Al-Irsyad, dan Persatuan Islam (Persis) pada 12 September 1923 di Bandung.</p>
<p><span id="more-2921"></span>Tampilnya Persatuan Islam (Persis) dalam pentas sejarah Islam di  Indonesia memberikan corak dan warna baru dalam gerakan pembaruan  pemikiran Islam. Lahirnya Persis adalah sebagai jawaban atas tantangan  dari kondisi umat Islam yang tenggelam dalam kejumudan atau kemandekan  dalam cara berpikir, terperosok ke dalam kehidupan mistis, tumbuh  suburnya khurafat, bidah, takhayul, serta syirik pada saat penjajahan  Belanda.</p>
<p>Diawali dengan terbentuknya suatu kelompok tadarusan di Kota Bandung yang dipimpin oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus. Bersama-sama jamaahnya dengan penuh kecintaan, menelaah, mengkaji, serta menguji ajaran-ajaran Islam sehingga lambat laun para jamaah semakin tahu akan hakikat Islam yang sebenarnya.</p>
<p>Kesadaran akan kehidupan berjamaah, berimamah, dan ber-<em>imarah</em> dalam menyebarkan syiar Islam menimbulkan semangat kelompok tadarusan ini untuk mendirikan sebuah oraganisasi baru. Pada 12 September 1923, yang bertepatan dengan 1 Safar 1342 H, kelompok tadarusan ini secara resmi mendirikan organisasi yang diberi nama Persatuan Islam (Persis). Nama Persatuan Islam ini diberikan dengan maksud untuk mengarahkan <em>ruhul</em> jihad, ijtihad, tajdid, serta berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencapai harapan dan cita-cita sesuai dengan kehendak dan cita-cita <em>jam&#8217;iyyah</em>, yaitu persatuan pemikiran, rasa, suara, dan usaha Islam.</p>
<p>Berbeda dengan organisasi lainnya yang berdiri pada awal  abad 20, menurut Federspilel (1970:11), Persis mempunyai ciri-ciri tersendiri, yaitu kegiatannya dititikberatkan pada pembentukan paham keagamaan. Sejalan dengan ini, Isa Anshary (1958:6) mengemukakan bahwa Persis tampil sebagai sebuah organisasi dari kaum Muslim yang sepaham dan sekeyakinan, kaum pendukung, serta penegak Al-Quran dan As-Sunnah. Persis mengutamakan perjuangan dalam lapangan ideologi Islam. Persis senantiasa berjuang membentuk dirinya menjadi inti sari dari kaum Muslimin. Persis mencari kualitas, bukan kuantitas. Selain itu, Persis mencari isi, bukan jumlah.</p>
<p>Hal ini dilakukan dengan berbagai macam aktivitas, di antaranya dengan mengadakan pertemuan-pertemuan umum, tablig, kelompok belajar, tadarus, mendirikan sekolah/pesantren, menerbitkan majalah-majalah dan kitab-kitab, serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya.</p>
<p>Dalam bidang pendidikan, misalnya, pada 1924 diselenggarakan kelas pendidikan akidah dan ibadah bagi orang dewasa. Pada 1927, didirikan lembaga pendidikan anak-anak dan HIS ( Holland Inlandesch Scool) yang merupakan proyek lembaga pendidikan Islam di bawah pimpinan Mohammad Natsir. Dan puncaknya pada 4 Maret 1936, didirikan secara resmi Pesantren Persatuan Islam yang pertama dan diberi nomor Persis No.1 di Bandung.</p>
<p>Pada awal abad 21, aktivitas Persis telah meluas ke dalam aspek lain. Tidak hanya dalam serangkaian kegiatan yang disebut di atas, tetapi juga telah meluas ke berbagai bidang garapan yang dibutuhkan oleh umat Islam. Hal ini terlihat melalui bidang pendidikan dengan mendirikan pesantren sampai sekolah tinggi, dakwah, bimbingan haji, perzakatan dengan mendirikan Pusat Zakat Umat (PZU), sosial, ekonomi, perwakafan, dan pembangunan fisik.</p>
<p>Perjalanan panjang sebuah organisasi sejak awal berdirinya hingga keberadaannya sekarang ini tidak terlepas dari dinamika sosiokultural dalam situasi dan kondisi masyarakat serta perilaku politik di mana organisasi ini tumbuh dan berkembang. Demikian pula halnya dengan Jamiyyah Persis pada periode pertama di bawah komando Muhammad Zamzam, M Yunus, Ahmad Hassan, dan M. Natsir yang hidup dalam alam kolonial Belanda. Mereka menghadapi tantangan yang berat dalam menyebarkan ide-ide dan pemikirannya. Namun, mereka tetap berjuang menyuarakan paham kembali kepada Al-Quran dan Sunnah, memberantas khurafat, bidah, takhayul, syirik, serta menghadang fatwa-fatwa yang menyesatkan.</p>
<p>Pada masa pendudukan Jepang, ketika semua organisasi Islam dibekukan, para pimpinan dan anggota Persis  bergerak sendiri-sendiri menentang usaha Nipponisasi dan pemusyrikkan ala Jepang. Hingga menjelang Proklamasi Kemerdekaan RI, para pimpinan dan anggota Persis menerjunkan diri dalam pergolakan kemerdekaan. Pascakemerdekaan, Persis mulai melakukan reorganisasi untuk menyusun kembali sistem organisasi yang telah dibekukan selama pendukukan Jepang.</p>
<p>Melalui reorganisasi tahun 1948, kepemimpinan Persis berada pada para ulama generasi kedua di antaranya KH M Isa Anshary sebagai Ketua Umum (1948-1960), KH E Abdurrahman, Fakhruddin Al-Khahiri, dan KH O Qomaruddin Saleh. Setelah berakhirnya periode KH M Isa Anshary (1948-1960), Persis dipegang oleh KH E Abdurrahman (1962-1983) yang dihadapkan pada berbagai persoalan internal dalam organisasi maupun persoalan eksternal dengan munculnya berbagai aliran keagamaan yang menyesatkan, seperti aliran pembaharu Isa Bugis, Islam Jamaah, Darul Hadits, Inkarus-Sunnah, dan paham lainnya.</p>
<p>Sejak masa kepemimpinan KH Latief Muchtar, MA (1983-1997) dan Drs. KH. Shidiq Amien, MBA (sejak 1997-2010), proses regenerasi dari tokoh-tokoh Persis kepada eksponen organisasi otonom kepemudaannya (Pemuda Persis) terdapat perbedaan yang cukup mendasar. Jika pada awal berdirinya Persis muncul dengan isu-isu kontroversial, kini Persis cenderung <em>low profile</em> yang bersifat persuasif. Pada masa ini, Persis berjuang menyesuaikan diri dengan kebutuhan umat pada masanya yang lebih realistis dan kritis. Gerak perjuangan Persis tidak terbatas pada persoalan-persoalan strategis yang dibutuhkan oleh umat Islam, terutama pada persoalan muamalah dan peningkatan pengkajian pemikiran keislaman.</p>
<p>Persis akan melaksanakan <a href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/25/mukatamar-xiv-persis-dibuka-hari-ini/">Mukatamar ke XIV</a> pada 25-27 September 2010 di Tasikmalaya dan Garut, yang menurut rencana akan dibuka oleh Presiden RI. Semoga pascamuktamar ini Persis akan lebih memantapkan organisasinya dan berkiprah lebih eksis pada tatanan nasional dan internasional sehingga visi dan misinya dapat terwujud lebih nyata.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><strong>ôôô</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Dari : <strong>Republika</strong> , Sabtu, 25 September 2010 </span></p>
<p><span style="color:#800000;">Pic © </span><a href="http://persatuanislam.wordpress.com"><span style="color:#800000;">http://persatuanislam.wordpress.com</span></a><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Cianjur, 26 September 2010 | 11 : 00</strong><br />
</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/dunia-islam/'>Dunia Islam</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/bidah/'>bid'ah</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/e-abdurrahman/'>E. Abdurrahman</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/fakhruddin-al-khahiri/'>Fakhruddin Al-Khahiri</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/haji-muhammad-yunus/'>Haji Muhammad Yunus</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/haji-zamzam/'>Haji Zamzam</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/isa-anshary/'>Isa Anshary</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/khurafat/'>khurafat</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/latief-muchtar/'>Latief Muchtar</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/o-qomaruddin-saleh/'>O. Qomaruddin Saleh</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persatuan-islam/'>Persatuan Islam</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persis/'>Persis</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/shiddiq-amien/'>Shiddiq Amien</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/syirik/'>syirik</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/takhayul/'>takhayul</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/2921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/2921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/2921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/2921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/2921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/2921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/2921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/2921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/2921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/2921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/2921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/2921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/2921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/2921/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=2921&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/26/perjalanan-persis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/index-logo-persis-persatuanislam-wordpress-com.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">index--logo persis---persatuanislam.wordpress.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mukatamar XIV Persis Dibuka Hari Ini</title>
		<link>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/25/mukatamar-xiv-persis-dibuka-hari-ini/</link>
		<comments>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/25/mukatamar-xiv-persis-dibuka-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Sep 2010 16:58:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[A. Hasan]]></category>
		<category><![CDATA[Aceng Zakaria]]></category>
		<category><![CDATA[Atip Latifulhayat]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Garut]]></category>
		<category><![CDATA[M. Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Maman Abdurahman]]></category>
		<category><![CDATA[Muktamar]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Persis]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Susilo Bambang Yudhoyono]]></category>
		<category><![CDATA[Shiddiq Amin]]></category>
		<category><![CDATA[Tasikmalaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdaz.wordpress.com/?p=2899</guid>
		<description><![CDATA[PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono hari ini, Sabtu (25/9), menghadiri Muktamar XIV Persatuan Islam (Persis) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Presiden membuka secara resmi Muktamar Persis yang akan diselenggarakan hingga Senin (27/9) mendatang. Pembukaan Muktamar Persis digelar di halaman Kantor Pimpinan Daerah Persis Kota Tasikmalaya, Jln. Ir. H. Djuanda, Kota Tasikmalaya. Ini muktamar pertama yang dibuka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=2899&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_2904" class="wp-caption alignleft" style="width: 353px"><strong> </strong><strong><a rel="attachment wp-att-2904" href="http://abdaz.wordpress.com/2010/09/25/mukatamar-xiv-persis-dibuka-hari-ini/presiden_saat_pembukaan_muktamar_persis_100925153737-2/"><img class="size-medium wp-image-2904" title="presiden_saat_pembukaan_muktamar_persis_100925153737" src="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/presiden_saat_pembukaan_muktamar_persis_1009251537371.jpg?w=343&#038;h=246" alt="" width="343" height="246" /></a></strong><p class="wp-caption-text">Presiden membuka Muktamar  XIV Persis</p></div>
<p><strong>PRESIDEN</strong> Susilo Bambang Yudhoyono hari ini, Sabtu (25/9), menghadiri Muktamar XIV Persatuan Islam (Persis) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Presiden membuka secara resmi Muktamar Persis yang akan diselenggarakan hingga Senin (27/9) mendatang.</p>
<p>Pembukaan Muktamar Persis digelar di halaman Kantor Pimpinan Daerah Persis Kota Tasikmalaya, Jln. Ir. H. Djuanda, Kota Tasikmalaya. <span style="color:#800000;"><strong>Ini muktamar pertama yang dibuka langsung oleh Presiden RI selama 87 tahun eksistensi Persis.</strong></span></p>
<p><span id="more-2899"></span><br />
Kehadiran Presiden dengan rombongannya itu tidak dimaksudkan untuk mendekati kekuasaan melainkan sebagai bagian dari dakwah Persis, kata Ketua Pelaksana Muktamar XIV Persis, H. Atip Latifulhayat dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pimpinan Pusat Persis, Jln. Perintis Kemerdekaan Kota Bandung, Jumat (24/9).</p>
<p>Atip menuturkan, muktamar kali ini akan dilaksanakan secara desentralisasi, yakni tersebar di enam Pesantren Persis yang berada di Tasikmalaya dan Garut. Di Tasikmalaya terdapat empat lokasi yang digunakan, yakni Pesantren Benda, SMA Plus Mualimin, Pesantren Cempaka Warna Tamansari, dan wilayah Bantargebang. &#8220;Sementara di Kab. Garut, lokasi yang digunakan yakni Pesantren Persistri dan Pemudi Persis,&#8221; kata Atip. Menurut dia, pemilihan pesantren sebagai lokasi muktamar bertujuan untuk menegaskan eksistensi pesantren sebagai pusat dakwah dan kaderisasi Persis.</p>
<p>Pada kesempatan itu diundang juga perwakilan Persis dari Singapura, Malaysia, Mesir, dan Maroko. Selain itu, muktamar akan dihadiri duta besar dari Arab Saudi, Palestina, Sudan, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Atip menjelaskan, sekitar delapan ribu orang akan menghadiri pembukaan muktamar hari ini.</p>
<p>Tema yang diusung pada muktamar kali ini adalah &#8220;Menampilkan Peran Persis Dalam Menampilkan Wajah Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamin&#8221;. Melalui tema itu, Persis ingin menampilkan wajah yang ramah dan toleran terhadap budaya. Persis ingin menjembatani tiga arus utama peradaban yang ada saat ini, yakni Islam, Timur, dan Barat.</p>
<p>Ia mengungkapkan, paling tidak ada empat karakteristik Persis yang  hilang atau sebagian hilang, terlupakan atau mungkin dilupakan oleh para  pelanjutnya. Dari empat karakteristik itu, satu di antaranya  mengungkapkan bahwa Persis merupakan gerakan dakwah dan pembaruan  pemikiran keislaman yang mengajarkan dan menyebarkan sikap kritis dan  korektif. Terutama, dalam menyikapi, memahami, dan mengamalkan ajaran  Islam. Dalam konteks ini, ujar Atif, dapat dipahami bahwa dialog bahkan  debat merupakan upaya Persis untuk mencerahkan umat.</p>
<p>Salah satu agenda penting dalam muktamar ini adalah pemilihan Ketua Umum Persis yang akan dilaksanakan pada Senin (27/9) mendatang. Teknis pemilihannya dengan pemilihan langsung. Satu suara mewakili 50 anggota Persis di tingkat kota/kabupaten. Jumlah suara yang diperebutkan adalah 650 suara.</p>
<p>Sementara itu, kandidat kuat Ketua Umum Persis yakni Prof DR KH Maman Abdurahman (Ketua Umum Persis); DR KH  Atip Latifatulhayat (Kepala Bidang Jamiah Pengurus Pusat Persis); KH Aceng Zakaria (Pimpinan Pondok Pesantren Persis Rancabango Kabupaten Garut). &#8220;Meskipun demikian, kandidat lainnya bisa saja muncul pada pelaksanaan muktamar. Bisa jadi bertambah tetapi juga bisa berkurang,&#8221; kata Koordinator Publikasi dan Humas Muktamar XIV Persis, Deni Nurdyana.</p>
<p>Calon pemimpin Persis juga harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya memiliki intelektual tinggi, berakhlak mulia dan memiliki hubungan sosial yang baik, penguasaan syariah, serta mampu berbahasa Inggris dan Arab. Agenda kerja yang cukup penting pemimpin selanjutnya adalah pembentukan wilayah kepengurusan baru di tujuh daerah. Makanya,calon pemimpin Persis harus memiliki kriteria dan persyaratan yang telah ditentukan. “Calonnya banyak karena memang kader Persis banyak yang memiliki kemampuan seperti itu,”papar Ketua Umum Persis Maman Abdurahman.</p>
<p>Agenda pokok lainnya yakni melaksanakan laporan pertanggungjawaban ketua umum sebelumnya periode 2005-2010, serta pemilihan dan pembentukan komisi-komisi kerja yang akan merumuskan roda organisasi ke depan. Selain memilih ketua umum, dalam muktamar juga akan digelar pemilihan sejumlah ketua pengurus Cabang Otonom, Pemuda Persis, dan ketua Himpunan Mahasiswa Persis.</p>
<p>Proses pemilihan ini dilaksanakan secara serempak. Diagendakan sekitar 6.000 hingga 10.000 peserta utusan dari 18 provinsi se-Indonesia,termasuk perwakilan dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Mesir pada muktamar ini. Serta perwakilan dari negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi akan ikut ambil bagian pada muktamar pertama di Kota Tasikmalaya itu.</p>
<p>Atip mengatakan, Presiden Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono datang bersama 79 anggota rombongan kepresidenan untuk menghadiri pembukaan muktamar. &#8220;Ini muktamar pertama yang dibuka langsung oleh Presiden RI selama 87 tahun eksistensi Persis,&#8221; katanya.<br />
Kehadiran Presiden dengan rombongannya itu tidak dimaksudkan untuk mendekati kekuasaan melainkan sebagai bagian dari dakwah Persis. &#8220;Kami mengapresiasi pemerintah jika menjalankan tugas negara dengan baik. Jika menyimpang, tentu kami juga akan mengingatkannya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Ketua Umum Persis, Maman Abdurahman, kualitas sumber daya manusia di Indonesia masih rendah. Dengan pemimpin yang kredibel, Persis diyakini mampu ikut berperan dalam menangani masalah tersebut. &#8220;Bisa dilakukan melalui lembaga pendidikan milik Persis,&#8221; katanya, Jumat (24/9).</p>
<p>Paling tidak, ada 450 lembaga pendidikan baik sekolah maupun pesantren yang diandalkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dai dan ustaz Persis yang berkualitas juga memungkinkan lahir dari pesantren Persis. Dalam dakwah, ormas ini bertekad menyumbangkan dai-dai berpikiran luas dan mempertahankan NKRI.</p>
<p>Maman merujuk jejak Muhammad Natsir, seorang ulama dan negarawan, yang pernah menjabat sebagai ketua Persis pada 1936-1942. Natsir, jelas dia, turut berjasa dalam menegakkan negara kesatuan. Dengan langkahnya, ia mendorong pengubah bentuk negara yang semula serikat menjadi kesatuan melalui mosinya.</p>
<p>Maman juga ingin pemimpin Persis hasil muktamar memberikan perhatian besar pada pemberdayaan masyarakat lewat koperasi dan bank perkreditan rakyat (BPR) syariah. Nantinya, kedua lembaga itu menjadi jalan untuk meningkatkan perekonomian warga, khususnya di bidang pertanian, perikanan, dan industri kecil.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Panitia Muktamar XIV Persis, Atif Latifulhayat, mengatakan, sekitar 10 ribu peserta yang berasal dari pengurus, anggota, dan simpatisan akan menghadiri acara pembukaan muktamar. Ia menambahkan, sejak berdiri pada 1923, baru pertama kali muktamar Persis dibuka oleh presiden.</p>
<p>Ia mengatakan, muktamar Persis beserta bagian otonomnya diselenggarakan di enam pesantren di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.</p>
<p>Di Kota Tasikmalaya, terdapat empat lokasi yang dijadikan tempat penyelenggaraan muktamar, yaitu Persis (Pesantren Benda), Pemuda Persis (SMA Plus Mualimin), Himpunan Mahasiswa Persis (Pesantren Cempaka Warna, Tamansari), dan Himpunan Mahasiswi Persis (Bantargedang).</p>
<p>Di Kabupaten Garut untuk Persistri dan Pemudi Persis. &#8220;Sengaja kami pilih pesantren guna menegaskan eksistensinya sebagai pusat kaderisasi dan pengembangan dakwah Persis,&#8221; tutur dia.</p>
<p>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Persatuan Islam (Persis) agar terus meningkatkan kualitas dakwah. Presiden juga berharap Persis terus memelopori dakwah yang bersifat rasional melalui gerakan tajdid dan pembaharuan. Hal itu untuk membangun masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia.</p>
<p>Hal itu disampaikan Presiden ketika membuka Muktamar XIV Persatuan Islam (Persis) di halaman Gedung Pimpinan Daerah Persis Kota Tasikmalaya, Sabtu (25/9). Presiden didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri, seperti Menag Suryadharma Ali, Mendiknas M Nuh, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Seskab Dipo Alam. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan juga turut hadir.</p>
<p>&#8220;Bersama organisasi keagamaan, Persis selalu berjuang menyebarkan aqidah dan menegakkan syariah Islam,&#8221; kata Presiden dihadapan 10 ribu pengurus dan simpatisan Persis dan lembaga otonom di bawahnya. Menurut Presiden, kiprah Persis kepada negara sejak pertama kali berdiri teramat banyak.</p>
<p>&#8220;Sejak didirikan di Bandung pada tanggal 12 September 1923, 87 tahun yang lalu, Persis telah banyak berkiprah melahirkan kontribusi pemikiran, utamanya dalam kajian keislaman yang sangat bermanfaat bagi pembangunan umat Islam di tanah air,&#8221; kata Presiden disambut tepuk tangan muktamirin. Persis dikenal dengan dakwah yang bersifat rasional.</p>
<p>Presiden pun menyebut tokoh-tokoh Persis yang memberi banyak kontribusi kepada bangsa dan negara, seperti KH Ahmad Hasan, M Natsir, dan KH Siddiq Amin. &#8220;Perjuangan Persis telah berkontribusi dalam pencerahan umat, karena itu kita berharap Persis lebih berkontribusi dalam pembangunan moral,&#8221; kata Presiden. Persis bisa memberi energi positif bagi bangsa dan negara.</p>
<p>&#8220;Energi positif itu salah satunya dapat dimanifestasikan melalui peran dalam membangun akidah perilaku umat. kita berharap Persis dapat mengembalikan energi positifnya untuk membangun masyarakat Indonesia yang berkarakter, berakhlak mulia, berbudi luhur, dan berdaya saing,&#8221; kata Presiden menegaskan. Menurut Presiden, Persis bisa menjadi ormas keagamaan yang bisa menciptakan kesejukan.</p>
<p>Persis diharap mampu menjembatani dua peradaban. &#8220;Persis juga diharapkan dapat menjembatani peradaban Islam peradaban timur dan peradaban barat, sehingga tercapai harmoni atau kerukunan yang menyejukan,&#8221; ujar Presiden menjelaskan.</p>
<p>Presiden SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono tiba di tempat acara pada  pukul 10.00 WIB. Presiden juga didampingi oleh sejumlah pejabat, antara  lain, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi,  Menteri Pemuda dan  Olahraga Andi Malarangeng<strong>,</strong> Menko Kesra Agung Laksono, Menteri  Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Ibu Hj. Linda Amalia  Sari Gumelar, S.IP, Menteri Agama Suryadharma Ali, serta Sekretaris  Kabinet Dipo Alam.</p>
<p>Selain itu ada beberapa menteri yang  menyampaikan ceramah umumnya diantaranya Menteri Pendidikan Nasional  Mohammad Nuh serta Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.</p>
<p>Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) Prof Dr. Maman Abdurrahman MA, dalam sambutannya dihadapan 10.000 massa Persis menyatakan bahwa muktamar XIV yang diadakan di Tasikmalaya dan Garut Jawa Barat merupakan muktamar yang bersejarah bagi jamiyyah Persis.</p>
<p>“Persis yang didirikan pada tanggal 12 September 1923 baru kali ini muktamarnya dihadiri oleh presiden dan banyak menteri” kata Prof Dr. Maman Abdurrahman</p>
<p>Prof Maman Abdurahman juga mengatakan, NKRI bisa utuh atas jasa mantan Wakil Ketua Persis M Natsir. Maman mengucapkan terima kasih kepada Presiden yang telah menganugerahkan pahlawan nasional bagi Natsir. &#8220;M Natsir adalah guru kami semua,&#8221; kata Maman menegaskan.</p>
<p>Maman mengatakan, saat ini Persis sedang melakukan langkah demi langkah agar terus eksis sebagai mujahid dakwah. Dalam kiprahnya, kata dia, Persis berkontribusi dalam berbagai bidang, khususnya pendidikan. &#8220;Kami memiliki lembaga pendidikan dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga universitas sebanyak 245 lembaga pendidikan,&#8221; kata dia.</p>
<p>Muktamar XIV Persatuan Islam (Persis) diharapkan menghasilkan pemimpin yang kredibel. Yaitu, sosok yang mampu membimbing umat dan mengembangkan jihad Persis di bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>ððð</strong></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Sumber :</strong> Republika, Pikiran Rakyat, Seputar Indonesia, www.republika.co.id , www.persis.or.id<br />
</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Foto : </strong>Edi Yusuf / Republika</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Cianjur, 25 September 2010 | 23:58</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Tulisan terkait :</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#800000;"><a href="../2010/09/26/perjalanan-persis/">Perjalanan      Persis</a></span></li>
<li><span style="color:#800000;"><a href="../2010/09/26/persis-dan-demokrasi/">Persis dan      Demokrasi</a></span></li>
<li><span style="color:#800000;"><a href="../2010/09/26/ahmad-hassan-sang-guru-utama-persis/">Ahmad      Hassan, Sang Guru Utama Persis</a></span></li>
<li><span style="color:#800000;"><a href="../2010/09/26/gerakan-tajdid-ala-ahmad-hassan/">Gerakan      Tajdid Ala Ahmad Hassan</a></span></li>
<li><span style="color:#800000;"><a href="../2010/09/28/persis-masa-depan/">Persis Masa      Depan</a></span></li>
<li><span style="color:#800000;"><a href="../2010/09/29/buah-amal-persis/">Buah Amal      Persis</a></span></li>
<li><span style="color:#800000;"><a href="//abdaz.wordpress.com/2010/09/29/prof-dr-kh-maman-abdurrahman-kembali-memimpin-persis/">Prof.      Dr. KH Maman Abdurrahman Kembali Memimpin Persis </a></span></li>
</ul>
<br />Filed under: <a href='http://abdaz.wordpress.com/category/dunia-islam/'>Dunia Islam</a> Tagged: <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/a-hasan/'>A. Hasan</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/aceng-zakaria/'>Aceng Zakaria</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/atip-latifulhayat/'>Atip Latifulhayat</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/dakwah/'>dakwah</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/garut/'>Garut</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/m-natsir/'>M. Natsir</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/maman-abdurahman/'>Maman Abdurahman</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/muktamar/'>Muktamar</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persatuan-islam/'>Persatuan Islam</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/persis/'>Persis</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/pesantren/'>pesantren</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/presiden-susilo-bambang-yudhoyono/'>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/shiddiq-amin/'>Shiddiq Amin</a>, <a href='http://abdaz.wordpress.com/tag/tasikmalaya/'>Tasikmalaya</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdaz.wordpress.com/2899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdaz.wordpress.com/2899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdaz.wordpress.com/2899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdaz.wordpress.com/2899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdaz.wordpress.com/2899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdaz.wordpress.com/2899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdaz.wordpress.com/2899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdaz.wordpress.com/2899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdaz.wordpress.com/2899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdaz.wordpress.com/2899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdaz.wordpress.com/2899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdaz.wordpress.com/2899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdaz.wordpress.com/2899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdaz.wordpress.com/2899/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdaz.wordpress.com&amp;blog=9158813&amp;post=2899&amp;subd=abdaz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdaz.wordpress.com/2010/09/25/mukatamar-xiv-persis-dibuka-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86f009a85e42f130d9bae59e198ffcea?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abdaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdaz.files.wordpress.com/2010/09/presiden_saat_pembukaan_muktamar_persis_1009251537371.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">presiden_saat_pembukaan_muktamar_persis_100925153737</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
