PEMBELAJARAN bahasa , baik bahasa Indonesia, daerah, atau bahasa
asing, lebih difokuskan kepada empat keterampilan berbahasa, yaitu membaca ( reading ), menulis ( writing ), berbicara ( speaking ), dan mendengarkan ( listening ). Keempat keterampilan ini sangat penting dikuasai, karena dalam berbagai aktivitas kita sehari-hari, termasuk aktivitas keberagamaan, sangat diperlukan.
Bahasa dan Agama
13 Nov 2010 24 Comments
in Bahasa Tags: agama, bahasa, dakwah, keterampilan berbahasa, khutbah
Mencari yang Autentik
28 Jul 2010 6 Comments
in Agama & Kehidupan Tags: Adam, agama, autentik, fitrah, Habil, Islam, keberagamaan, nifaq, Qabil, qalbu, rohani, sekularisme
Oleh : Dr. HAEDAR NASHIR
SEJARAH manusia dimulai dengan pertumpahan darah ketika dorongan ambisi dan iri hati tumpah ke segala arah mengalahkan jiwa yang bersih. Qabil mengawali tragedi klasik itu ketika membunuh saudara kembarnya, Habil, yang memutus matarantai generasi terbaik Adam alaihissalam di muka bumi.
Tragedi Qabil dan Habil ini membenarkan sebagian tafsir tentang watak anak cucu Adam yang bernama manusia sebagaimana dicemaskan malaikat, yang suka berbuat kerusakan dan menumpahkan darah, ketika Allah memaklumatkan untuk menjadikan khalifah di muka bumi. Allah mengabadikan kisah buram Bani Adam ini dalam Al-Quran ayat ke 27, 29, 30, dan 31 Surat Al-Maidah sebagai ibrah bagi mereka yang mau mengambil pelajaran.
Berapa Lama Puasa Sunnah Sya’ban ?
19 Jul 2010 28 Comments
in Ibadah Tags: agama, ibadah, Islam, Muslim, puasa sunnah, sunnah, Sya'ban
PUASA SUNNAH pada bulan Sya’ban tidak begitu akrab bagi masyarakat Muslim kita. Sebagian besar hanya mengenal puasa sunnah hari Senin dan Kamis, hari Arafah, dan hari Asyura. Sebaliknya mereka lebih mengenal dan sering melakukan puasa sunnah bulan Rabiul Awal dan Rajab mulai dari tanggal satu, bahkan banyak yang sampai satu minggu. Padahal puasa pada bulan Sya’ban ini selalu dilakukan Rasulullah SAW. ( Baca juga : Nisfu Sya’ban )
Sebenarnya puasa sunnah Sya’ban ini sudah diperkenalkan kepada anak-anak melalui materi pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar, tapi kebiasaan masyarakat lebih berpengaruh kepada keberagamaan kita.
Israel, Bangsa Narsistik !
07 Jun 2010 21 Comments
in Psikologi Tags: agama, agresi, Erich Fromm, Gaza, hipokrit, Israel, narsisisme, narsistik, Palestina, politik, psikoanalisis, psikoantropologis, psikologi, psikososial, relasi sosial, terorisme, Yahudi, Zionis
Oleh : Dr. H. SAEFUL MILLAH, M.Sc. — KepalaDinas Pendidikan Kabupaten Cianjur
DALAM kajian psikoantropologis, setiap tindakan manusia pasti memiliki maksud “kebaikan”, setidaknya dalam persepsi yang menjadi milik si pelaku. Bahwa tindakannya itu menghancurkan kemanusiaan manusia, bahwa tindakannya itu menimbulkan kegetiran orang lain, bahwa tindakannya itu menuai banyak kecaman dan kutukan orang, dalam benak pelaku muncul perasaan, emangnya gue pikirin.
Mendidik Anak dengan Keteladanan dan Pembiasaan
05 Jun 2010 14 Comments
in Pendidikan Tags: agama, artikel pendidikan, Islam, keteladanan, pembiasaan, pendidikan agama Islam, persepsi keagamaan, uswatun hasanah
KONSEP dan persepsi keagamaan pada anak dipengaruhi oleh unsur dari luar diri mereka. Hal ini terjadi karena sejak usia dini telah melihat, mendengar , mengenal , dan mempelajari hal-hal yang berada di luar diri mereka. Mereka telah melihat dan mengikuti apa-apa yang dikerjakan dan diajarkan orang dewasa dan orang tua mereka tentang sesuatu. ”Orang tua mempunyai pengaruh terhadap anak sesuai dengan prinsip eksplorasi yang mereka miliki” ( Ramayulis, 2005 : 81).
Lupa Menjadi Manusia
30 May 2010 18 Comments
in Agama & Kehidupan Tags: agama, Alvin Toffler, artikel, artikel Islam, disorientasi makna, Haedar Nashir, Islam, manusia, modular man, Muhammadiyah, refleksi, Republika, the future shock
Pengantar :
Artikel menarik Dr Haedar Nashir, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali disajikan lagi di sini. Tulisan ini dimuat pada Refleksi harian Republika edisi hari ini, Ahad, 30 Mei 2010. Mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca.
•••••
MENGAPA manusia suka berebut sesuatu dengan sikap naif ? Memperebutkan jabatan. Berebut lahan. Berebut pengaruh dan kekuasaan. Bahkan, berebut hal-hal sepele hingga menumpahkan darah. Padahal, untuk banyak perebutan hidup yang sarat pertaruhan itu, tidak jarang harus ditebus dengan jatuh-bangun, tersungkur, deadlock, dan berakhir tragis.
Rasisme , Diskriminasi dan Persamaan Hak
25 May 2010 25 Comments
in Agama & Kehidupan Tags: agama, blasphemy, diskriminasi, egalite, equal justice under law, equality before the law, equality under the law, fraternite, Furtunah, Islam, kulit hitam, legal egalitarianism, liberte, Muslim, Patrick, persamaan hak, Prancis, ras, rasisme, Yahudi
FRASA-FRASA indah seperti equality before the law, equality under the law, equal justice under law dan legal egalitarianism kadang sudah tidak banyak bermakna lagi. Bahkan walaupun sudah dijadikan motto resmi suatu pemerintahan, seperti equality before the law yang menjadi motto Negara Bagian Nebraska, AS. Sedangkan frasa equal justice under law terukir dengan kokoh di bagian depan gedung mahkamah agung AS di Washington D.C.
KH Abdullah bin Nuh, Ulama Pejuang dari Tanah Cianjur
18 May 2010 19 Comments
in Sejarah & Biografi Tags: agama, Ahmad Mansur Suryanegara, Al-I'anah, Api Sejarah, Bogor, Cianjur, Islam, KH Abdullah Bin Nuh, pahlawan nasional, pejuang, sejarah Islam, ulama, Universitas Islam Indonesia
Dalam masa revolusi fisik, KH Abdullah bin Nuh tercatat menjadi salah seorang pendiri Sekolah Tinggi Islam, yang kini dikenal dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
∞∞∞
BANGSA Indonesia memiliki sejumlah tokoh atau pelaku sejarah yang memiliki peran besar dalam perjuangan dan kemerdekaan bangsa ini. Namun, tak sedikit di antara mereka yang masih terpinggirkan atau belum terekam dalam panggung sejarah nasional maupun lokal. Satu di antara tokoh yang terlupakan oleh catatan sejarah adalah KH Abdullah bin Nuh, seorang ulama besar asal Cianjur.
Dasar-dasar Kependidikan dalam Al-Quran
15 May 2010 14 Comments
in Pendidikan Tags: agama, Al-Quran, artikel, Islam, metode, metodologi, pembelajaran, pembiasaan, pendidikan agama Islam, tujuan pendidikan
PENDIDIKAN agama lebih luas dari pada pengajaran agama. Pendidikan Agama Islam tidak hanya bersifat mengajar dalam arti menyampaikan ilmu pengetahuan tentang agama kepada anak didik , melainkan melakukan pembinaan mental spiritual yang didasari dengan nilai-nilai ajaran agama.
Dalam pengertian yang lebih luas dapat disamakan dengan pembinaan pribadi, yang dalam pelaksanaannya tidak hanya bisa terjadi melalui pelajaran yang diberikan dengan sengaja saja, melainkan menyangkut semua pengalaman yang dilalui anak sejak lahir dan berlaku untuk semua lingkungan hidup anak, mulai dari lingkungan keluarga, kemudian lingkungan sekolah dan sampai lingkungan masyarakat.
Meningkatkan Intensitas Keberagamaan Melalui Pendidikan
10 May 2010 22 Comments
in Pendidikan Tags: agama, artikel, artikel pendidikan, Islam, metode, metodologi, metodologi pendidikan, PAI, pendidikan agama Islam, pengertian pendidikan, tujuan pendidikan
PENDIDIKAN merupakan kata yang sudah sangat akrab kita kenal. Karena itu, boleh dikatakan bahwa setiap orang mengenal istilah pendidikan. Begitu juga Pendidikan Agama Islam ( PAI ).
Masyarakat awam mempersepsikan pendidikan itu identik dengan sekolah , pemberian pelajaran, melatih anak dan sebagainya. Sebagian masyarakat lainnya memiliki persepsi bahwa pendidikan itu menyangkut berbagai aspek yang sangat luas, termasuk semua pengalaman yang diperoleh anak dalam pembetukan dan pematangan pribadinya, baik yang dilakukan oleh orang lain maupun oleh dirinya sendiri. Sedangkan Pendidikan Agama Islam merupakan pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai Islam dan berisikan ajaran Islam.
Menelisik Kehidupan Kaum Yahudi di Indonesia
05 May 2010 27 Comments
in Sejarah & Biografi Tags: agama, Hitler, Islam, Israel, Nazi, Perang Dunia II, sinagoga, Yahudi, Yahudi Baghdad, Yahudi Belanda, Yahudi Indonesia, Zionis
GOLONGAN Yahudi di Eropa banyak yang jadi korban kekejaman Nazi Jerman. Bagaimana dengan di Indonesia, apakah juga ada kaum Yahudi pada zaman Perang Dunia II ? Theo Kamsma, pada thesis doktoralnya di Vrije Universiteit menuturkan kepada Jean van de Kok dari Radio Nederland Wereldomroep.
Menurut Theo, memang ada kaum Yahudi di Indonesia. Namun sama seperti kelompok etnis lain, keberadaannya tidak selalu jelas atau terang-terangan.
KH Abdullah bin Nuh Memenuhi Syarat sebagai Calon Pahlawan Nasional
30 Apr 2010 19 Comments
in Sejarah & Biografi Tags: agama, BKR, Bogor, Cianjur, Islam, KH Abdullah Bin Nuh, KNIP, Nina M. Lubis, pahlawan nasional, pejuang, Peta, Reiza D. Dienaputra, RRI, sejarah, Susanto Zuhdi, ulama
CIANJUR, (PRLM).- Almarhum KH Abdullah bin Nuh yang dilahirkan 30 Juni 1905 di Kampung Bojong Meron, Kab. Cianjur, telah memenuhi persyaratan umum sebagai calon pahlawan nasional. Sebab jasa dan perannya sebagai ulama pejuang sangat besar terhadap negeri ini, dan kiprahnya bukan hanya dikenal di Cianjur maupun Bogor, tetapi di seluruh Indonesia bahkan di beberapa negara seperti Iran, Irak, Kairo, Mesir, dan Palestina.
Bersyukur atau Sekadar “Syukuran” ?
27 Apr 2010 13 Comments
in Agama & Kehidupan Tags: agama, artikel, artikel Islam, bersyukur, Islam, kufur, Muslim, nikmat, ritual, syukur nikmat, syukuran, transenden
BERSYUKUR terhadap apa yang kita terima dari Allah tidak mengenal waktu. Artinya, bila seseorang mendapatkan sebuah keberhasilan, biasanya baru ia mengadakan “syukuran”. Kapan pun dan di mana pun kita harus senantiasa bersyukur kepada-Nya. Bahkan dalam kondisi apa pun hendaklah kita tetap bersyukur.
Syukuran, sebuah fenomena seremonial mulai marak di negeri kita pada dekade 80-an. Sebagai sebuah acara kadang ada kecenderungan yang sedikit keluar dari nilai-nilai transendental.
Perlukah Emansipasi ?
21 Apr 2010 31 Comments
in Agama & Kehidupan Tags: agama, emansipasi, hak, harkat, Islam, Kartini, kewajiban, martabat, Nyai Ahmad Dahlan, perempuan, Rasuna Said, Tjoet Njak Dien, Tjoet Njak Meutia

Tjoet Njak Dien
SETIAP bulan April wacana emansipasi sering menjadi pembicaraan masyarakat. Emansipasi biasanya dipahami sebagai bagian dari perjuangan kaum perempuan untuk menyetarakan hak dan kewajiban dan menyamakan harkat dan martabat laiki-laki dan perempuan.
Kita, sebagai Muslim, bila memahami agama lebih dalam akan menyadarkan kita bahwa kedudukan laki-laki dan perempuan itu sama di hadapan Allah SWT. Hak dan kewajiban keduanya telah diatur secara berimbang. Selain sebagai pasangan hidup lelaki, perempuan juga merupakan individu dan bagian dari kehidupan masyarakat yang memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam memperjuangkan dan memajukan kesejahteraan umat manusia.
Menyikapi Keprihatinan dengan Cerdas
29 Mar 2010 30 Comments
in Agama & Kehidupan Tags: agama, Ali bin Abi Thalib, Amirul Mukminin, artikel, artikel Islam, Islam, keprihatinan, Muslim, nabi, Rasulullah, Salman al-Farisi, tawakal
SEPANJANG sejarah kehidupan, manusia akan selalu diliputi keprihatinan. Keprihatinan akan dirinya sendiri, keluarganya, orang-orang terkasihnya, atau saudara-saudara seimannya. Terlepas apakah seseorang itu memiliki kelebihan atau kekurangan tertentu, keprihatinan terhadap sesuatu pasti dirasakannya.
Seseorang mungkin akan memiliki keprihatinan terhadap kebutuhan pangan dan kebutuhan pokok lainnya, ada juga yang memiliki keprihatainan terhadap keberagamaannya, keprihatinan akan berbuat dosa, atau keprihatinan terhadap usianya.






















Recent Comments