HARI ini , insya Allah, kita akan mengakhiri puasa Ramadhan 1431. Dan esok kita merayakan Idul Fitri. Berbagai persiapan telah banyak dilakukan untuk merayakannya. Bahkan sebagian umat Muslim sudah mempersiapkan sejak awal Ramadhan. Tidak sedikit yang berlebihan. Padahal agama kita tidak mengajarkan hal-hal semacam itu.
Menyambut dan Merayakan Idul Fitri
09 Sep 2010 82 Comments
by Abdul Aziz in Ramadhan Tags: hari raya, Idul Fitri, lebaran, menyambut Idul Fitri, merayakan Idul Fitri, puasa, shalat id, Silaturahim, silaturahmi, zakat fitrah
Mudik, Mencari Kembali Jatidiri
05 Sep 2010 7 Comments
by Abdul Aziz in Ramadhan Tags: Idul Fitri, individualitas, jatidiri, lebaran, mudik, puasa, Ramadhan, silaturahmi, solidaritas sosial, tradisi, urban
BERJUTA umat setiap tahun mudik lebaran ke desa asalnya. Apakah panorama sosial ini hanya sekedar tradisi ? Barangkali tidak. Mudik ini bukan hanya soal kebiasaan. Di dalamnya ada sesuatu yang ikut berperan, yaitu individualitas kehidupan urban.
Lebaran, Mestikah Serba Baru ?
30 Aug 2010 12 Comments
by Abdul Aziz in Ramadhan Tags: fitrah, Idul Fitri, lebaran, maaf, makna Idul Fitri, memaafkan, minal 'aidin wal faizin, puasa, Ramadhan, silaturahmi
Tulisan berikut merupakan tulisan lama saya. Disajikan kembali di sini dengan tanpa pengubahan sedikit pun sebagaimana termuat dalam harian Suara Karya, Selasa, 6 Juli 1982 / 14 Ramadhan 1402 H. Semoga masih bermanfaat.
∞∞∞
PUASA bukanlah hanya sekedar menahan diri dari lapar, haus dan nafsu seksual, sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Bukan cuma itu. Puasa juga menjauhkan diri dari segala sikap hidup tercela, mengendalikan lidah dari perkataan kotor, mengendalikan emosi dan hati dari segala sikap iri, dengki, dendam, amarah dan nafsu rendah lainnya.
Halal Bihalal dan Silaturahim
19 Sep 2009 46 Comments
by Abdul Aziz in Ramadhan Tags: Ahmad Mansur Suryanegara, Al-Quran, Arab, bahasa, halal bihalal, hari raya, HMI, Idul Fitri, lebaran, Ramadhan, silaturahmi
Sabtu, Malam 1 Syawal 1430 H | 20:34
Halal bihalal merupakan istilah yang sudah sangat dikenal di negeri ini. Sebagian besar masyarakat kita menganggap kata-kata ini berasal dari bahasa Arab. Nikolaos Van Dam, seorang ahli sastra Arab pun mengira demikian. Ketika ia bertugas sebagai duta besar di Indonesia tahun 2005 lalu, baru mengenal istilah itu. Sebelumnya ia hanya mengenal kata halal. Ia mencari-cari dalam kamus bahasa Arab , tapi tidak menemukannya. Kata halal bihalal tentu tidak akan kita temukan di dalam kamus , juga dalam Al-Qur’an maupun dalam hadits, karena bukan bahasa Arab.
More
Memaknai Simbol-simbol Lebaran
17 Sep 2009 26 Comments
by Abdul Aziz in Ramadhan Tags: agama, Al-Quran, Allah, artikel Islam, Islam, ketupat, lebaran, mubadzir, mudik, syaitan, takwa
Kamis, 17 September 2009 | 02:17
Merayakan lebaran sering diidentikkan dengan baju baru, mudik, dan ketupat. Simbol-simbol lebaran itu kadang dimaknai sebagai sebuah pemborosan, terutama baju baru dan mudik.
Beberapa waktu yang lalu, saya pun masih menganggap baju baru sebagai sebuah pemborosan yang tidak ada dasarnya sama sekali dalam nilai-nilai Islam. Pada hal pemborosan ( tabdzir) sangat dilarang oleh Allah, bahkan seorang pemboros ( mubadzir ) dinyatakan Allah sebagai saudaranya syaitan.


















Recent Comments