Puasa Sebagai Sebuah Kebutuhan


Selasa, 25 Agustus 2009 | 23:08

images29Puasa memang suatu kewajiban bagi setiap Muslim. Tapi , sebenarnya kita membutuhkan puasa itu. Dalam surah Al-Baqarah ayat 183 tidak disebutkan siapa yang mewajibkannya. Tentu , kita tahu, Allah yang mewajibkannya. Perintah puasa itu dalam bentuk kalimat pasif, “diwajibkan atas kamu berpuasa”. Ini mengisyaratkan kepada kita bahwa puasa itu untuk kita dan kita membutuhkannnya. Siapa pun yang menyadari manfaat puasa, akan mewajibkannya atas dirinya sendiri. Untuk apa berpuasa ? Tentu bukan untuk berlapar-lapar atau berlemas-lemas. Ada tujuan mulia di balik itu.

Tujuan puasa disebutkan dalam ujung ayat Al-Baqarah 183, “ … agar kamu bertaqwa.” Oleh karena itu agar kita bisa meningkatkan diri untuk menjadi seorang yang bertaqwa, perlu berbagai upaya untuk berlatih dan membiasakan diri selalu taat kepada Allah, di antaranya dengan berpuasa. Dengan puasa seseorang dituntut untuk senantiasa mengendalikan diri, menjaga diri dari hal-hal yang tidak baik, hati, pikiran, perasaan, ucapan , dan tindakan kita harus dalam kendali.

Dan menurut Allah, orang yang paling mulia adalah orang yang paling bertaqwa. Dengan demikian, bila ingin menjadi seorang yang bertaqwa, kita haruslah berpuasa.

Tujuan kedua dinyatakan oleh Rasulullah SAW, ”Berpuasalah kamu agar kamu sehat”. Sehat di sini adalah sehat jasmani. Sebab kalau sehat rohani biasanya menggunakan kata salim, yang secara harfiah berarti selamat. Dalam Al Quran surah al-Syu’ara misalnya , ada kata-kata qalbun salim ( hati yang sehat ).

Siapa saja yang bisa mencapai kedua tujuan puasa itu ? Tentu, bisa Anda , bisa juga saya, bisa seorang blogger, seorang kiai, atau siapa saja, tapi yang jelas puasanya harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Dan itu amat sangat sulit sekali bisa dilakukan oleh manusia biasa seperti kita . Namun kita wajib berusaha mencapainya.

Tapi, yang saya rasakan dan kita saksikan, orang yang berpuasa dengan mengendalikan diri dalam setiap langkah kehidupannya sehari-hari, merupakan sebagian kecil dari komunitas Muslim kita. Mayoritas orang yang berpuasa justru hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Pikiran, perasaan, ucapan , dan perbuatannya selalu lepas kendali. Termasuk ketika berbuka, sering berlebihan. Dan itu semua sangat sulit untuk bisa meraih tujuan puasa.

Bagaimanapun kita tidak perlu berkecil hati, yang penting kewajiban itu terus kita lakukan dengan penuh kesungguhan. Karena memang kita membutuhkan puasa. Dan Allah pun mempunyai penilaian tersendiri terhadap apa yang telah kita usahakan.

9 Comments (+add yours?)

  1. Agus Suhanto
    Aug 26, 2009 @ 16:02:21

    halo,
    tulisan yang bagus, sorry numpang thread comment ini sebagai salam perkenalan… sy Agus Suhanto

    Reply

  2. sawali tuhusetya
    Aug 27, 2009 @ 00:04:06

    analisis yang mantab dan mencerahkan, mas azis. puasa memang kebutuhan kita. andai saja orang sedunia ndak puasa, tak sedikit pun bisa mengurangi kemahakuasaan Allah.

    Reply

    • abifasya
      Aug 27, 2009 @ 08:47:13

      Betul kali mas, sama halnya dengan andaikan semua orang mnelaksanakan puasa.
      Tapi yang jelas kita jangan berharap semuanya sama, karena hal itu berarti kita berharap semuanya tiada.

      Reply

  3. abifasya
    Aug 27, 2009 @ 08:45:51

    Salah satu indikator bahwa blog pak AZIZ sangat mantab adalah Blog pa Aziz sudah dikunjungi oleh Bloger sekaliber Mas Sawali. Subhanallah… terus berkarya pak …. maju terus pantang mundur
    salaaaaaaaaaaaaam
    Intanshurullaha yanshurkum

    Reply

  4. mangdudi
    Aug 28, 2009 @ 11:18:10

    assalamu’alaykum wr wb,

    menahan makan dan minum bagi kebanyakan orang adalah hal yang mudah, tetapi menahan nafsu yang lain sedikit lebih sulit seperti nafsu amarah dan nafsu syahwat.

    ketika berinteraksi dengan orang banyak seperti di jalan atau kendaraan umum, kedua hal ini sulit dihindari. seringkali tingkah laku orang lain ada yang membuat kita kesal atau kita melihat wanita-wanita berpakaian seksi di depan kita. banyak orang tidak menghargai bulan suci ini.

    semoga bulan suci ini kita jadikan sebagai sarana melatih diri untuk menahan segala hawa nafsu. amin.

    wassalamu’alaykum wr wb.
    mang dudi

    Reply

  5. BOY
    Sep 06, 2009 @ 19:52:31

    Salam kenal kembali mas.
    Setiap kaum muslimin diwajibkan berpuasa sebagaimana firman Allah swt, surat al-Baqarah 183 di atas. Jadi sebaiknya kita tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan, dengan segudang keberkahan yang membawa kita kepada taqwa. Taqwa adalah incaran bagi setiap manusia yang berpikir.

    Reply

  6. Trackback: Meraih Ketakwaan dengan Puasa Ramadhan « Islam 4 All

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IP
My Popularity (by popuri.us)
%d bloggers like this: