Populasi Muslim Dunia ( Part 1 ) : Hampir Seperempat Penduduk Dunia Adalah Muslim


Sabtu, 24 Oktober 2009 | 23:49

Satellite-- There has been an upward trend in building new mosque in Germany.Awal bulan Oktober ini, The Pew Forum on Religion & Public Life , sebuah lembaga riset dan survei terkemuka Amerika Serikat yang nonpartisan dan nonadvokasi , merilis laporan penelitiannya tentang Mapping the Global Muslim Populatian : A Report on the Size and Distribution of the World’s Muslim Population. Laporan ini merupakan sebuah studi demografis yang komprehensif dari 232 negara dan wilayah  ( territory) selama tiga tahun.

Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah 1,57 milyar penduduk Muslim di dunia saat ini, merepresentasikan 23 % dari penduduk dunia yang pada 2009 diperkirakan berjumlah sekitar 6,8 milyar. Dengan demikian, sekarang ini hampir satu dari setiap empat penduduk dunia beragama Islam atau hampir seperempat penduduk dunia adalah Muslim.

Dalam estimasi-estimasi sebelumnya, penduduk Muslim dunia diperkirapakn sekitar 1 sampai 1,8 milyar jiwa. Tetapi estimasi-estimasi ini lebih merupakan dugaan-dugaan tanpa sumber-sumber spesifik atau penjelasan tentang asal dan dan dasar estimasi.

Laporan ini berdasarkan penelitian yang melibatkan konsultan sekitar 50 demografer dan ahli sosial dari universitas dan pusat riset seluruh dunia. Para peneliti Pew Forum ini mengumpulkan dan menganalisis sekitar 1.500 sumber dan data kependudukan.

Populasi Muslim saat ini, 60 % lebih hidup di benua Asia, dan sekitar 20% di Timur Tengah dan Afrika Utara. Tapi, Timur Tengah dan kawasan Afrika Utara memiliki pesentase tertinggi dari negara-negara mayoritas penduduknya Muslim. Setengahnya lebih dari 20 negara dan wilayah di kawasan ini memiliki populasi sekitar 95 % atau lebih penduduknya Muslim.

Dua pertiga umat Muslim dunia tinggal di 10 negara. Dari kesepuluh negara ini, enam di Asia ( Indonesia, Pakistan, India, Bangladesh, Iran, dan Turki ), tiga di Afrika Utara ( Mesir, Algeria, dan Maroko ) dan satu negara di Sub-Sahara Afrika ( Nigeria ). Dari semua itu, Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia, menurut estimasi berjumlah 202.867.000 jiwa, 88,2% dari seluruh penduduk negeri ini, atau 12,9% dari populasi Muslim dunia.

Pakistan , di urutan ke dua, berpenduduk 96,3% Muslim, yaitu 174.082.000 jiwa, atau 11,1% dari populasi Muslim dunia. Dan ke tiga, adalah India. Walaupun persentasenya hanya 13,4 % tapi jumlahnya ketiga terbesar dunia, yaitu 160.945.000 jiwa, atau 10,3% dari jumlah Muslim dunia.

Sementara itu, Bangladesh berpenduduk 145.312.000 Muslim, 89,6% dari keseluruhan penduduknya, atau 9,3% dari populasi Muslim dunia. Sedangkan dua negara Afrika menduduki urutan ke lima dan ke enam, yaitu Mesir dan Nigeria. Mesir berpenduduk 94,6% Muslim, yaitu 78.513.000 jiwa, atau 5,0% dari penduduk Muslim dunia. Dan Nigeria, 78.056.000 penduduknya Muslim, yaitu 50,4% atau 5,0% dari keseluruhan Muslim di dunia.

Dua negara Asia lainnya yang penduduk Muslimnya menduduki urutan ke tujuh dan ke delapan, yaitu Iran dan Turki. Iran berpenduduk 99,4% Muslim, yaitu 73.777.000 jiwa, atau 4,7% Muslim dunia. Sedangkan Turki jumlahnya hampir sama dengan Iran, yaitu 73.619.000 jiwa, hampir 98% dari seluruh penduduknya, dan 4,7% dari penganut Islam dunia.

Jumlah penduduk Muslim terbesar ke-9 dan ke-10 ditempati oleh dua negara Afrika Utara, yaitu Algeria dan Maroko. Algeria berpenduduk 98,0% Muslim atau 2,2% dari seluruh Muslim dunia, yaitu 34.199.000 jiwa. Sedangkan Maroko penduduknya hampir 99% adalah Muslim, yaitu 31.993.000 jiwa, tapi persentase dari populasi Muslim dunia kurang dari 2%.

Dari data-data tersebut, mungkin sebagian kalangan Muslim merasa senang dengan jumlah populasi yang begitu besar, karena secara demografis tidak bisa begitu saja diabaikan. Sebaliknya kalangan non-Muslim dan negara-negara tertentu, di Barat maupun di Asia merasa khawatir dengan jumlah yang besar itu, bahkan diperkirakan akan terus bertambah lebih besar.

Sementara itu, kita diingatkan oleh kekhawatiran Rasulullah SAW tentang jumlah Muslim yang begitu banyak tapi bagaikan buih di lautan , terombang-ambing tanpa arah, tidak jelas eksistensinya. Dan hal itu kita rasakan sekarang ini.

Hampir setiap negara Muslim saat ini menghadapi masalah besar dalam berbagai bidang kehidupan, baik bidang pendidikan, ekonomi, sosial politik, maupun keamanan. Dan semua itu mempengaruhi kulitas umat Muslim. Jadi jumlah populasi yang besar tidak sejalan dengan kualitas hidup penduduknya.

Untuk itu perlu diupayakan berbagai langkah besar agar populasi yang besar itu bisa sejalan dengan peningkatan kualitas hidup umat dalam segala aspek kehidupan. Dan itu semua menjadi tanggung jawab kaum Muslim sendiri, bukan siapa-siapa.

Gambar : IslamOnline.net

35 Comments (+add yours?)

  1. alamendah
    Oct 24, 2009 @ 23:53:54

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    aman?

    ——————————————————————

    Selamat datang Mas. Mas kalau boleh mau tanya, berapa lama laptop / PC Mas tongkrongin ? Begitu ada postingan baru cepat-cepat diamankan.
    Terima kasih.
    Salam.

    Reply

  2. alamendah
    Oct 24, 2009 @ 23:57:00

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    kuantitas yang besar tetapi kualitas?

    ——————————————————————-

    Ya Mas, itu selalu menjadi pertanyaan kita semua.
    Salam buat keluarga.

    Reply

  3. digi
    Oct 25, 2009 @ 05:36:13

    mudah-mudahan ummat muslim dengan kuantitas yg banyak ini berpotensi dan tetap trus menjaga kualitas.

    apa khabar pakde … jadikan saya blogroll sebagai persaudaraan blog ini yaa pakde .. trimakasih, link pakde sudah sy pasang …🙂 salam

    —————————————————————–

    Kita semua berharap semoga kuantitas ini bisa dibarengi dengan peningkatan kualitas.
    Alhamdulillah baik-baik saja, link Mas segera saya pasang.
    Terima kasih
    Salam buat keluarga

    Reply

  4. Badruz
    Oct 25, 2009 @ 08:40:17

    Betul itu, negera berpenduduk mayoritas muslim masih penuh masalah. bahkan persoalan ideologi negara selalu muncul kapan saja. Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Islam, rasanya tak berlebihan bila ada kelompok yang menuntut untuk ideologi negara dengan asas Islam. walaupun kita tahu, hampir tidak ada lagi negara yang memakai sistem khilafah. islam sebagai Asas negara, iya, memang banyak.

    barangkali, di Indoensia memang lebih tepat dengan ideologi pancasila. ini melihat dari kekayaan budaya yang sangat plural. tinggal bagaimana mayoritas muslim di negara kita ini mewarnainya. Umat Islam masih saja terbelakang di banding mereka. PR yang berat.

    —————————————————————-

    Betul sekali Mas, bangsa ini sangat heterogen dengan keragaman agama dan budaya. Pluralitas ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita, sementara umat Muslim kita masih terlalu banyak yang didera kemiskinan dan keterbelakangan. Sementara itu di dalam kumunitas Muslim sendiri masih banyak yang menonjolkan egoisme kelompok, baik yang dilatarbelaknagi oleh politik, sosial, bahkan perbedaan pemahaman agama. Semuanya itu memerlukan kesadaran kita bersama untuk bahu-membahu memberdayakan umat agar kuantitas yang besar ini dibarengi dengat kualitas yang membanggakan.
    Terima kasih.
    Salam buat keluarga.

    Reply

  5. dedekusn
    Oct 25, 2009 @ 10:32:40

    POPULASINYA BANYAK,… YANG ISTIQAMAH DENGAN ISLAMNYA SEBANYAK ITU NGAK YA KANG?

    —————————————————————–

    Wah ini mah Kang pertanyaan untuk diri kita sendiri. Memang perlu kita akui, untuk dapat istiqamah itu tidak semudah yang kita ucapkan.
    Terima kasih Kang ajakan introspeksinya.
    Hatus nuhun pisan.
    Salam baktos ka urang Ciamis.

    Reply

    • dedekusn
      Oct 25, 2009 @ 10:46:22

      Kunjungan siang kang…

      —————————————————————–

      Terima kasih Kang atas kunjungannya. Insya Allah nanti mampir ke Ciamis.
      Salam

      Reply

  6. bluethunderheart
    Oct 25, 2009 @ 11:17:58

    kalau blue ingin menguatkan iman yang sebebanr benarnya beriman
    salam hangat selalu

    doakan blue cepat sembuh ya bang

    —————————————————————–

    Ya betul Blue, yang paling penting keimanan kita yang harus kuat.
    Semoga cepat sembuh, sehat wal afiat dan selalu dalam lindungan-Nya. Oh ya sakit apa ? Syukurlah masih bisa berkunjung ke sini.
    Salam dan sukses selalu.

    Reply

  7. Budy Santoso
    Oct 25, 2009 @ 18:58:56

    Assalamu’alaikum setuju kang kenapa setiap masuk pertama dalam postingan selalu mengamankan pertamax kek bensin kek hehehe bukanya ngasih komentar.
    setuju sekali lagi dengan hasil postingan akang dan Indonesia masih tetap di urutan pertama ya kang…?? tetapi sejauh yg saya tahu kebanyakan masih muslim KTP,berapa persen muslim Indonesia yg Sholat dan mengimplemntasikannya dalam kehidupan,berapa persen yg bisa ngaji dan tau artinya dan masih banyak lagi pertanyaanya,tetapi disisi lain tetap harus kita syukuri karena walau bagaimanapun kata Rasull bahwa umat Islam di jamin masuk surga dan sebaliknya yg dluar islam Nabi tidak bisa menjamin.

    Salam n ay lap yu pulll

    —————————————————————

    Wa’alaikumussalam,
    Dari segi kuantitas Umat Muslim semakin membesar, walaupun dari segi kualitas bisa saja semakin menurun. Tapi ini semua menjadi kewajiban kita untuk saling mengingatkan, untuk membantu saudara seiman meningkatkan keberagamaanya. Setiap Muslim memiliki kewajiban untuk berdakwah ( mengajak, memberi teladan, memberi inspirasi dan motivasi ) sesuai dengan kapasitas kita masing-masing.

    Hatur nuhun Kang.

    Salam buat keluarga di Bandung.

    Reply

  8. ruanghatiberbagi
    Oct 25, 2009 @ 19:13:54

    semoga saja umat muslim tidak hanya besar dalam kuantitas namun juga kualitas, jangan sampai seperti yang pernah Nabi kuatirkan ” bagai buih yang banyak namun terombang ambing oleh omabk dilautan” mari kita berbenah

    ——————————————————————–

    Walaupun kualitasnya tidak sebanding dengan kuantitasnya, tapi kita tetap masih bisa berharap . Muslim yang bukan karena keturunan, dan itu banyak di negara-negara barat, semoga mereka menjadi Muslim yang betul-betul dilandasi oleh keyakinan dan penuh kesungguhan.
    Untuk membenahinya tentu itu merupakan kewajiban kita, setiap Muslim yang sudah baligh, apa pun profesinya.
    Terima kasih.
    Salam buat keluarga.

    Reply

  9. yusupman
    Oct 25, 2009 @ 19:57:24

    Kuantitas tidaklah penting,.mnrut saya…apalah artinya banyak namun tidak kompak,ya sprt gerombolan jadinya ya pak..memang tugas yg cukup berat mengangkat kulitas tanpa menghapus label kemiskinan dan keterbelakangan.harus punya lebih banyak lagi figur yang bisa dijadikan suri tauladan,agar bisa di contoh umat.

    ——————————————————————

    Betul sekali Mas, Tapi bagaimanapun, kita sebagai Muslim berkewajiban untuk meningkatkan keberagamaan saudara-saudara kita, umat Muslim.
    Dengan segala kemampuan dan keterbatasannya, setiap Muslim wajib meningkatkan kualitas hidup dirinya dan saudaranya seagama.
    Terima kasih.
    Salam

    Reply

  10. Guru
    Oct 25, 2009 @ 21:41:36

    prihatin mas,,,,,,,,,,muslim tidak semuanya menampilkan keindahan islam

    ——————————————————————-

    Ya Pak , tapi untuk menampilkan Islam yang indah itu juga kewajiban kita. Dan kita pun wajib mengajak mereka agar hidup dalam cita rasa Islam.

    Reply

  11. kopral cepot
    Oct 25, 2009 @ 23:16:18

    Assalamu’alaikum wr.wb .

    Emut kapungkur nuju sakola dina pelajaran biologi aya istilah nu diajarkeun tentang “Populasi” dan “Komunitas” upami teu lepat “Populasi” mah masih heterogen nanging upami “Komunitas” mah tertentu .. (punten upami lepat dikoreksi .. ma’lum teu nyakola deui😉 )

    Dari semua itu, Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia, menurut estimasi berjumlah 202.867.000 jiwa, 88,2% dari seluruh penduduk negeri ini, atau 12,9% dari populasi Muslim dunia.

    Tantangan umat Islam khususnya di Indonesia teu acan jiga “Sapu Nyere” nu ngahiji jadi KOMUNITAS ISLAM nu saleresna .. kumaha atuh kedahna nya?

    ah … sapu nyere pegat simpai paturai patepang deui mugia tepang deui sareng jayana Islam😀

    btw … Pak Abdaz nyungkeun pidu’ana bade ngadamel “bumi enggal” kanggo sharing pemikiran sareng mugia dina waktosna bapak tiasa ulubiung .. hatur nuhun ..

    punten yeuh telat wae silaturahmina he he he he

    Wassalam

    —————————————————————

    Wa’alaikumussalam wr wb.

    Hatur nuhan Kang kana kasumpingannana. Dina laporan Pew Forum , 62 halaman, nganggo kecap population, sama sekali teu ngagunakeun community. Kitu geuning ti Amerikana oge.
    Ari soal “sapu nyere” mah sigana hese pisan, kumargi di urang egoisme kelompok, kedaerahan, organisasi, partey masih keneh kuat. Mudah-mudahan we ka dituna mah saladar, teu aing-aingan teuing. Kamari ge waktu pilpres geuning, ti luhurna mah eta dua ormas Islam terbesar teh ngarojong ka dieu, tapi pan di handapna mah ka ditu.
    Sok lah Kang sing sukses “bumi enggal”-na. Teu weleh diduakeun pikeun kahadean mah. Satiap niat hade mah wajib didukung.

    Salam ka baraya sadayana.

    Reply

  12. Admin
    Oct 25, 2009 @ 23:17:09

    sila masuk tgk info terbaru..

    http://ntvirus.wordpress.com/2009/10/25/kestabilan-politik-perak-perlu-dikembalikan/

    ——————————————————————-

    Terima kasih atas kunjungannya.

    Reply

  13. Admin
    Oct 25, 2009 @ 23:54:42

    terima kasih pemilik abdaz.wordpress
    sama2 kita sebarkan jaran islam ini…
    moga sama2 mendapat keberkatan daripadanya, amin

    ————————————————————-

    Terima kasih kembali. Mudah-mudahan kita bisa melaksanakannya dengan baik dan mendapat berkah-Nya. Amin.

    Reply

  14. agoesman120
    Oct 26, 2009 @ 01:05:55

    Tapi gimana dari segi kualitasnya Pak Abdaz???
    Salam Hangat

    ——————————————————————

    Hal ini sudah menjadi kekhawatiran Nabi SAW 14 abad yang lalu. Tapi bagaimana pun peningkatan kualitas keberagamaan kita menjadi tanggung jawab kita bersama.
    Terima kasih.
    Salam hangat kembali.

    Reply

  15. ruanghatiberbagi
    Oct 26, 2009 @ 08:33:47

    Menyapa sahabat pagi hari dalam
    mengawali pekan ini dengan penuh kesuksesan, selamat meraih
    keberhasilan
    di pekan ini, salam

    —————————————————————–

    Terima kasih sahabat setia . Mudah-mudahan perjalanan hidup kita semakin dimudahkan Allah untuk meraih keberhasilan.

    Salam dari Cianjur.

    Reply

  16. dira
    Oct 26, 2009 @ 08:43:57

    Pada dasarnya Islam memang sangat potensial menjadi pemimpin seluruh peradaban dunia…

    ——————————————————————–

    Ya betul Mas, dengan jumlah populasi yang besar, potensi untuk lebih meraih kejayaan Islam bisa lebih besar, asal kita mau bersama-sama memperjuangkannya.

    Salam

    Reply

  17. casrudi
    Oct 26, 2009 @ 11:02:52

    Assalamualaikum pak, semoga sehat selalu yaa…

    Tak akan penjang berkomentar karena data sudah jelas dan cukup mengagetkan India ada di urutan ke tiga negara berpenduduk muslim terbesar. Padahal yang saya tahu dari buku sejarah sewaktu SD mayoritas agama di India adalah hindu, tidak pernah berpikir kalau disana pemeluk Islam nya sampai jutaan.

    Kesimpulan terakhir betul Pak, jadi diingatkan bahwa Rasulullah SAW khawatir tentang jumlah Muslim yang begitu banyak tapi bagaikan buih di lautan , terombang-ambing tanpa arah, tidak jelas eksistensinya.

    Mudah2an Pak dari 1,57 milyar penduduk Muslim di dunia saat ini sebagian besar adalah airnya dan bukan buih seperti Rasulullah SAW khawatiran… (Amin)

    Salam pak, hatur nuhun….

    —————————————————————–

    Wa’alikumusslam,
    Alhamdulillah Kang sehat-sehat saja.

    Mudah-mudahan Kang, kita bukan buih yang terombang-ambing. Ini menjadi kewajiban kita semua. Bukan hanya kewajiban ulama, tokoh agama, atau pemimpin saja, tapi kewajiban setiap Muslim, termasuk kita.
    Hatur nuhun.
    Salam buat keluarga

    Reply

  18. ruanghatiberbagi
    Oct 26, 2009 @ 13:14:26

    menyapa sabahat , Semoga aktifitas lancar dan salam sukses selalu

    ——————————————————————–

    Amin. Terima kasih, semoga sukses.
    Salam

    Reply

  19. Pakde Cholik
    Oct 26, 2009 @ 14:31:13

    Jika umat ISlam sebanyak itu sungguh akan sejahtera jika 75 % saja muslim secara ketat membayar zakat, senang shodaqoh dsbnya ya mas.
    Terima kasih informasinya.
    Salam hangat dari Surabaya

    —————————————————————–

    Betul sekali Pak, sayang sebagian dari kita ini lebih suka mendahulukan hal-hal yang sunnah, seperti umrah dan kurban setiap tahun. Yang wajib malah diabaikan begitu saja. Pada hal potensi zakat di negeri kita itu sangat besar. Menurut penelitian UIN Jakarta, kalau umat Muslim kita sadar zakat, bisa meraup senilai 19 triliun rupiah per tahun.
    Terima kasih Pak.
    Salam hangat dari Cianjur untuk keluarga di Surabaya.

    Reply

  20. Deni
    Oct 26, 2009 @ 15:28:04

    Kapan ya…umat islam akan menjadi pemimpin di dunia ini….

    ——————————————————————

    Iya Pak, ini menjadi tugas kita untuk seoptimal mungkin memberikan kontribusi bagi kemajuan Islam.
    Hatur nuhun .
    Salam buat keluarga

    Reply

  21. indra kh
    Oct 26, 2009 @ 16:47:41

    Tugas terberat ada di tangan para bapak yang bertindak sebagai kepala keluarga. Para bapak dari keluarga muslim ini yang harus berusaha agar kualitas keislaman dan keimanan anggota keluarganya terus terjaga dan meningkat. Supaya banyaknya umat tidak menjadi seperi buih di lautan.

    Nyaan beurat pak😦

    ——————————————————————

    Ini semua menjadi kewajiban setiap Muslim tanpa membedakan profesi jabatan, kelompok, atau etnis. Setiap Muslim sesuai dengan kapasitasnya wajib berdakwah ( mengajak, memberi keteladanan, memberi inspirasi, pemikiran, dan motivasi ) kepada sesama saudara Muslim kita.
    Terima kasih.
    Salam.

    Reply

  22. Batavusqu
    Oct 26, 2009 @ 17:49:06

    Salam Takzim
    Indonesia masuk urutan berapa om, konon katanya Indonesia penduduknya juga mayoritas beragama Islam..
    Semoga Islam semakin mengepak hingga ½ penduduk dunia ya om.
    Salam Takzim Batavusqu

    ——————————————————————

    Kita nomor satu Bang, kan ada di postingan di atas. Nomor satu hanya dari kuantitasnya saja. Kualitasnya ? Tahu sendiri.
    Semoga kita lebih baik lagi di masa yang akan datang.
    Terima kasih.
    Salam buat keluarga.

    Reply

  23. catatan febri
    Oct 26, 2009 @ 19:21:21

    memang begitu banyak jumlah umat islam, akan tetapi yang harus di lakukan adalah pembenahan kualitas daripada kuantitas.

    ——————————————————————-

    Membenahi diri dan saudara kita sesama Muslim merupakan kewajiban kita semua sebagai Muslim. Ini bukan hanya kewajiban ulama, kiai, pemimpin ormas Islam, dan tokoh-tokoh agama, tapi tugas kita bersama.
    Terima kasih.
    Salam

    Reply

  24. arkasala(dot)com
    Oct 26, 2009 @ 19:32:32

    saya sependapat banget dengan Pak Dhe, mengingat kemiskinan selalu diangkat.

    ——————————————————————–

    Iya Kang, negara-negara Muslim hampir semua masih miskin dan terbelakang. Padahal dana sudah difasilitasi Allah melalui zakat, infak dan sedekah.
    Nuhun Kang.

    Salam untuk keluarga di Surabaya

    Reply

  25. M Mursyid PW
    Oct 26, 2009 @ 20:58:49

    Assalamu’alaikum,
    Benar sekali ngendikan njenengan, Pak. Bahkan kini semakin banyak muslimah yang berjilbab, semakin banyak muslim bergelar haji, semakin megah bangunan-bangunan masjid. Sungguh ini semua menggembirakan. Tetapi apakah arti semua itu jika esensi ajaran agama banyak dikesampingkan sementara simbol-simbol islam hanya dijadikan hiasan.

    ——————————————————————–

    Wa’alaikumussalam,
    Betul sekali Pak, sebagian Muslim kita lebih mementingkan simbol-simbol keagamaan daripada esensi hakiki keberagamaan itu sendiri. Ini tantangan bagi kita semua.
    Terima kasih.
    Salam

    Reply

  26. dedekusn
    Oct 26, 2009 @ 21:20:07

    ISLAM SATU2NYA AGAMA YG BENAR…
    KUNJUNGAN MALAM KANG

    ——————————————————————–

    Iya Kang. Selamat tidur.
    Nuhun.
    Salam untuk Ciamis

    Reply

  27. Budy Santoso
    Oct 26, 2009 @ 22:33:56

    Mampir deui ah punten, meni asa raoseun didieu mah rame janten hoyong yeuh…Maju terus n sukses slalu

    Salam oge kang kanggo keluarga di CIANJUR

    ——————————————————————–

    Nuhun Kang kana kasumpingannana. Sukses selalu.
    Salam buat keluarga

    Reply

  28. bundadontworry
    Oct 31, 2009 @ 08:17:37

    sebagai mayoritas, sebenarnya ironis juga ya Pak, seharusnya kalau saja pembayaran dan pembagian zakat dan sodaqohnya tertata dgn baik, mungkin tdk ada orang muslim yg miskin dan kekurangan.
    Salam.

    ————————————————————–

    Betul sekali Bunda, menurut penelitian UIN Jakarta, potensi zakat ini sangat luar biasa, diperkirakan bisa mencapai Rp. 19 triliun / tahun.
    Terima kasih.
    Salam.

    Reply

  29. Siti Fatimah Ahmad
    Oct 31, 2009 @ 08:59:20

    Assalaamu’alaikum

    Hadir untuk bertanya khabar Pak Abdaz? ternyata dengan jumlah majoriti muslim di dunia, tidak mampu bersatu untuk menghalang penganiayaan ke atas saudara kita di dunia yang dikuasai oleh minoriti bukan Islam. Salam mesra selalu.

    ———————————————————

    Wa’alaikumussalam,

    Alhamdulillah, baik-baik saja. Tapi banyak kesibukan, sehinggga belum bisa berkunjung ke mana-mana.
    Jumlah Muslim memang banyak, tapi tanpa dibarengi dengan kualitas, sehingga tetap saja terbelakang.
    Terima kasih.
    Salam hangat dari Indonesia.

    Reply

  30. BaNi MusTajaB
    Nov 09, 2009 @ 05:44:55

    Kita memang berharap kualitas umat Islam meningkat seiring berjalannya waktu.

    —————————————————————

    Ya, tentu harapan kita semua. Semoga kualitas umat Muslim semakin meningkat. Amin.
    Terima kasih.

    Reply

  31. frezyprimaardi
    Nov 20, 2009 @ 13:19:32

    aku bangga dan beruntung menjadi seorang muslim…

    —————————————————————–

    Hanya orang yang beriman yang merasa bangga dan beruntung sebagai Muslim.
    Thx.

    Reply

  32. حَنِيفًا
    Nov 21, 2009 @ 18:39:07

    Assalamu’alaikum, @Kang.
    Hatur tengkiu, infonyah… hehehe
    Mau lanjut bacanya kalau tidak keberatan.

    ————————————————————

    Wa’alaikumusslam,
    Silahkan baca saja semuanya. Semoga ada sedikit manfaat yang bisa dipungut.
    Terima kasih.

    Reply

  33. Ririn Syodikin
    May 25, 2010 @ 04:38:49

    Subhanallah.. segala puji bagi Allah yang telah menjaga sekalian alam.. Kita berharap tingginya kuantitas umat muslim dunia juga diiringi dengan tingginya kualitas manusianya.. Amin..

    ————————————————-

    Kita berharap semoga kualitas umat ini semakin baik. Dan itu termasuk salah satu kewajiban kita.

    Terima kasih.
    Salam

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IP
My Popularity (by popuri.us)
%d bloggers like this: