Apakah Perbuatan Buruk Kita Akan Dibalas Ketika Beribadah Haji ?


Jumat, 13 November 2009 | 18:25

special--kabah--islam online.netBeberapa tahun yang lalu, seorang ulama bercerita tentang pengalamannya pada waktu ibadah haji. Ia mendapat perlakuan buruk dari jemaah lain di sana. Ia menyadari bahwa itu sebagai balasan atas perlakuan buruknya yang pernah ia lakukan kepada orang lain .

Kisahnya berawal ketika ia bergegas pulang seusai shalat subuh berjamaah di masjid agung. Ia terburu-buru pulang karena ingin ke toilet yang jarak rumahnya tidak begitu jauh. Di perjalanan pulang, ia tak tahan lagi , ia membuang angin dari belakang. Ternyata didekatnya ada si babah . Nama ini merupakan sebutan untuk seorang lelaki keturunan Tionghoa yang sudah ada umur. Ia tidak peduli, terus saja berjalan ke rumahnya.

Ketika beribadah haji, ternyata ia mengalami hal serupa. Di dekatnya ada seorang berkulit hitam mengeluarkan angin yang sangat kuat bau busuknya. Ia ingat akan dosanya dulu, dan sekarang mendapat balasannya.
Cerita semacam ini banyak diungkapkan oleh para jemaah haji yang baru pulang dari Tanah Suci. Hal ini cukup memberikan dampak positif bagi orang-orang yang akan berangkat  pergi beribadah haji. Mereka berusaha untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik terhadap orang lain. Tapi ada juga orang yang pernah banyak melakukan perbuatan buruk merasa takut untuk menunaikan ibadah haji. Ia tunda lagi, tunda lagi, untuk berangkat ke Tanah Suci.

Benarkah perbuatan buruk itu akan dibalas di Tanah Suci ? Seseorang pernah menanyakan hal ini melalui harian Kompas dan dijawab oleh HM Cholil Nafis, MA , Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Pertanyaannya adalah sebagai berikut :

Apakah benar kejelekan sikap kita di dunia akan diperlihatkan oleh Allah di tanah suci Mekkah ketika kita melaksanakan ibadah haji?

Kemudian dijawab :

Allah SWT berjanji akan menghitung dan akan membalas amal-amal kita kelak di hari kemudian ( yaum al hisab ) sehingga jelas tak ada penghitungan dan balasan amal di dunia. Jika Allah SWT memberi kemudahan atau kesukaran dalam pelaksanaan ibadah haji, itu bagian dari ujian terhadap kesabaran jemaah. Allah SWT menguji kita, antara lain, dengan panjang usia, rasa cemas, kurang harta, dan kurang sehat. Ujian itu semua akan menjadi ukuran untuk membalas orang yang bersabar menerima cobaan dari Allah SWT.

Demikian jawaban HM Cholil Nafis, MA. melalui harian Kompas, Kamis, 20 November 2008.

Mungkin Anda pernah mengalami hal yang seperti ini, bagaimana pendapat Anda ?

Pertanyaan-pertanyaan lain tentang ibadah haji yang dijawab langsung oleh Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini dapat ditemukan di halaman Konsultasi Agama.

Gambar : IslamOnline.net

31 Comments (+add yours?)

  1. alamendah
    Nov 13, 2009 @ 19:19:52

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Sering juga mendengar hal semacam ini.

    —————————————————————————————

    Terima kasih Mas sudah mampir.
    Salam.

    Reply

  2. bluethunderheart
    Nov 13, 2009 @ 22:19:06

    elalu senang membaca postinganmu bang
    salam hangat selalu

    ———————————————————————–

    Terima kasih blue , senang sekali begitu sering berkunjung ke sisi.
    Salam hangat juga dari Cianjur.

    Reply

  3. Rindu
    Nov 13, 2009 @ 23:57:32

    ALLAH maha menutupi aib kang, jangan khawatir🙂

    ————————————————————————————–

    Tepat sekali, Allah tidak akan mempermalukan kita, kalau kita sendiri tidak mempermalukan diri sendiri. Dia begitu menyayangi kita sebagai hamba-Nya yang takwa. Mudah-mudahan.
    Terima kasih Rin.
    Salam .

    Reply

  4. casrudi
    Nov 14, 2009 @ 00:07:24

    Hmmm… Abdi mah mung ngadangu, saur nu mulih ti tanah suci seueur kajantenan sapertos kitu… pangalaman Kang Abdaz kumaha? pami teu acan ku simkuring di doakeun mugia aya waktos sareng biaya kanggo angkat ka tanah suci… Amin

    ———————————————————————————-

    Muhun Kang, seueur nu nyarios kitu, tapi saleresna mah sapertos jawaban kiyai di luhur, mangrupa ujian. Ngan kebetulan kajadiannana mirip sakumaha nu dilakukeun ku manehanana.
    Kaleresan ieu teh teu acan aya waktos anu salse, dugi ka ayeuna ge teu acan tiasa angkat , he he… Urang silih duakeun we nya. Amin.
    Nuhun pisan Kang.
    Salam ti Cianjur.

    Reply

  5. casrudi
    Nov 14, 2009 @ 00:09:11

    Kang, hatur nuhun nya parantos rurumapheun ka bumi kadua simkuring… manawi tiasa sakantenan tukeran link nu ieu…🙂

    hatur nuhun sateuacana…

    salam

    ——————————————————————————————–

    Insya Allah, Kang . Sing sering we ka dieu , tingalian bisi teu acan dipasang linkna wartosan deui. Kitu we saterasna. Heuheuy ….
    Nuhun ah.
    Salam.

    Reply

  6. atmakusumah
    Nov 14, 2009 @ 03:35:49

    asalamu’alaikum pak…
    saya pernah dengar juga seperti itu, wallahualam…blm pernah naik haji sih, mdh2an saya punya kesempatan Naik Haji… amin🙂

    Betul kata Jeng Rindu…senantiasa Orang masih menghargai kita, semata-mata karena Allah masih menjaga aib kita…

    Wasalam…

    ———————————————————————————

    Wa’alaikumussalam
    Di mana-mana cerita itu menyebar, kalau memang terjadi begitu , itu ujian dari Allah yang kebetulan kejadiannya hampir serupa.
    Abdi ge Kang sami , teu acan aya waktos , maklum … eta lah …
    Nuhun pisan Kang.
    Salam.

    Reply

  7. Dewi Yana
    Nov 14, 2009 @ 10:29:35

    Assalamu’alaikum,
    Jawaban yang tepat dari HM Cholil Nafis, MA.
    Saya sering mendengar orang cerita seperti itu, tapi Alhamdulillah, waktu saya menunaikan ibadah haji, tidak ada hal-hal/kejadian yang tidak menyenangkan.

    ————————————————————————————

    Wa’alaikumussalam,

    Betul sekali Mbak, karena itu saya sengaja memuat jawaban beliau, banyak orang yang mempertanyakan hal itu.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum.

    Reply

  8. mpiuika
    Nov 14, 2009 @ 11:14:37

    POstingan yang sangat bermanfaat kang.
    Yang jelas Makkah bukanlah Darul jazaa (tempat untuk membalas perbuatan hamba) Mekah dan t4-t4 di dunia lainnya adalah Darul Amal.
    Dan setuju dengan jeng rindu, kalo Allah Maha Penutup AIB
    Salaaaam

    —————————————————————————-

    Terima kasih atas tambahan infonya yang sangat bermanfaat. Memang itu tepat sekali.
    Sekali lagi terima kasih.
    Salam.

    Reply

  9. mahardhika
    Nov 14, 2009 @ 11:42:27

    Allahu’alam….
    tapi yg pasti setiap perbuatan pasti ada balasannya, jelek ataupun baik….🙂

    ——————————————————————————-

    Tepat, itu sudah pasti. Kebaikan dan keburukan kita akan dibalas nanti oleh Yang Maha Adil. Dan apa yang kita alami di dunia ini adalah ujian dari-Nya.
    Terima kasih Mbak atas kunjungannya. Mohon maaf saya sudah lama belum sempat mampir ke tempat Mbak.

    Salam.

    Reply

  10. storykoe
    Nov 14, 2009 @ 14:37:52

    semua perbuatan buruk pasti ada balasannya…

    ————————————————————————————

    Ya , setiap perbuatan baik atau buruk pasti ada balasannya.

    Reply

  11. Batavusqu
    Nov 14, 2009 @ 19:23:41

    Salam Takzim
    Begitu lama tidak hadir, karena kondisi badan yang belum memungkinkan, lantaran hujan dadakan pak.
    Salam kangen saja untuk Bapak, semoga tetap diberikan kemudahan dan kesehatan
    Salam Takzim Batavusqu

    ———————————————————————————-

    Salam Bang,
    Sama saya juga Bang, setiap hari di Cianjur hujan, kedinginan sedikit juga gampang flu, maklum sudah tua.
    Semoga cepat sehat kembali dan bisa blogging lagi.
    Terima kasih.
    Salam hangat dari Cianjur.

    Reply

  12. bundadontworry
    Nov 14, 2009 @ 23:25:48

    alhamdulillah, dulu saya sewaktu berhaji thn 1995& 1997, tdk mengalami hal2 seperti diatas, begitu juga dgn teman2 serombongan, semuanya dimudahkan oleh allah swt.
    memang banyak cerita2 yg saya dengar2 dr orang2 yg pulang berhaji, namun mungkin itu hanya kebetulan sedang tdk mujur.
    salam.

    ——————————————————————————–

    Segala kesulitan atau kemudahan yang dialami seseorang dalam kehidupannya atau dalam peribadahannya sekalipun, itu merupakan ujian dari Allah SWT. Mungkin ulama yang suka mengungkapkan hal seperti ini bertujuan baik, yaitu untuk mengingatkan mereka agar ibadah hajinya dalam kondisi “bersih”, dalam arti ia telah bertobat dan tidak melakukan hal-hal yang buruk.
    Terima kasih atas kisah pengalamannya.
    Salam.

    Reply

  13. ruanghatiberbagi
    Nov 15, 2009 @ 08:42:08

    kalau menurut saya bila tidak 100 persen setuju untuk perbuatan buruk kita akan mendapat balasan saat menunaikan ibadah haji, bilapun ada yang demikian mungkin bisa jadi faktor kebetulan, mungkin juga demikian tapi tidak selalu. karena banyak juga yang mungkin sangan berperilaku buruk sebelum menunaikan haji namun hajinya lancar2 saja, namun yang jelas semua perbuatan akan di hisab di hari akhir itu pasti. maaf kalau keliru

    —————————————————————————————

    Tepat sekali Mbak, dalam kehidupan sering terjadi hal-hal yang kita anggap sebagai balasan Allah. Tahu darimana itu balasan Allah, sedangkan Allah tidak menginformasikannya. Berbeda dengan yang dinyatakan langsung oleh Allah sebagai balasan yang berupa azab kepada umat Nabi Nuh, misalnya. Itu diinformasikan dalam Al-Quran. Jadi apa pun yang kita alami, baik atau buruk, itu ujian dari Allah. Baik dan buruk pasti akan dibalas-Nya nanti di hari akhir.
    Terima kasih banyak.
    Salam

    Reply

  14. arkasala
    Nov 16, 2009 @ 09:20:25

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Saya pikir sudah jelas kang ya, kemudahan dan kesulitan sejauhmana kesabaran dan amal baik yang kita tanam. Mungkin tidak melulu di mekkah dimanapun jika kita melakukan sebuah kebaikan maka insya Allah akan berbalas kebaikan pula. Saya kok setuju sekali dengan pendapatnya mpiuika.
    Trims Kang, atas artikel yang menarik ini.

    —————————————————————————–

    Wa’alaikumussalam,
    Setiap kebaikan dan keburukan yang dilakukan seseorang, sekecil apa pun, pasti ada balasannya. Dan semua kebaikan dan keburukan yang kita alami di dunia ini adalah ujian dari Allah SWT.
    Terima kasih.
    Salam buat keluarga di Surabaya.

    Reply

  15. Zico Alviandri
    Nov 16, 2009 @ 15:13:38

    Ya, saya juga mendengar beberapa cerita laen serupa dengan ini. Bahkan pernah denger cerita, ada orang yang di tanah suci kerjanya ngintipin pakaian jemaah wanita (kalo gak salah katanya dia gak sadar melakukan itu). Itu karena semasa di tanah air, dia suka ngintip.

    Allahua’lam.

    ———————————————————————————-

    Walaupun ada kesamaan dengan apa yang dilakukan dia sebelumnya, itu tetap merupakan ujian baginya, bagi jemaah lain, dan juga kita yang mengetahui kisahnya tersebut. Bukan balasan atas perbuatannya. Untuk balasan bagi amal-amal kita, akan kita dapatkan nanti di akhirat.
    Mohon maaf bila ada kekeliruan .
    Terima kasih
    Salam.

    Reply

  16. nh18
    Nov 16, 2009 @ 15:23:30

    Pak Abdul Aziz …
    Benar sekali pak …
    Saya seriiiiiinnng sekali mendengar cerita-cerita itu …
    Kejadian di Tanah suci yang dihubungkan dengan mungkin beberapa tindakan kita sebelumnya …

    Bahkan kadang dibumbui dengan cerita-cerita lain yang satu sama lain seolah menjadi lebih “seru” dsb …

    Namun …
    Jawaban dari Pak HM Cholil Nafis, MA sudah sangat menjelaskan …
    Saya senang dengan tulisan ini pak …

    Salam saya Pak Abdul Aziz
    Gimana Kabar Cianjur ?
    Semoga sehat-sehat ya Pak

    ————————————————————————

    Mungkin kalau ulama yang mengisahkan pengalamannya di atas hanya ingin mengingatkan saja bagi orang-orang yang hendak beribadah haji untuk bertobat atas kesalahan-kesalahannya. Tapi bagaimana pun cara-cara tersebut kurang bijak, karena akan merusak persepsi Muslim akan Hari Pembalasan .
    Kebetulan ada klipping tahun lalu tentang hal itu. Saya kurang “berani” membicarakan masalah haji ini, karena sampai sekarang belum sempat menunaikannya.
    Sekarang, al-hamdulillah saya baik-baik saja. Tapi masih belum punya banyak waktu untuk menjumpai para blogger.
    Terima kasih banyak.
    Salam hangat buat seluruh keluarga.

    Reply

  17. dedekusn
    Nov 16, 2009 @ 22:11:19

    Hampir semua komen sy setuju. Jadi ngiler kang mau kesana!
    Ya Allah kabulkanlah do’aku!

    Sukses Kang Abdul Aziz

    —————————————————————————-

    Kita memohon kepada-Nya, agar kita diberi kesempatan untuk bisa beribadah di Tanah Suci. Saya pun sampai sekarang masih belum mendapatkan kesempatan untuk bisa melaksanakannya.
    Terima kasih Kang.
    Salam buat Ciamis.

    Reply

  18. Siti Fatimah Ahmad
    Nov 17, 2009 @ 00:38:13

    ASSALAAMU’ALAIKUM..

    KEPADA SAHABATKU… SAMBUTLAH UCAPAN DARIKU. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI PERTEMUAN YANG BESAR. JARI SEPULUH KU SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAHABATAN KITA.

    SALAM DUNIA, SALAM SEMUA, SALAM HARI RAYA EIDUL ADHA DAN SALAM PERPISAHAN “BERJARAK” DARI SAYA DI BANGI, MALAYSIA.

    -SITI FATIMAH AHMAD-

    —————————————————————————–

    Wa’alaikumussalam,
    Sama-sama Bu, saya pun mohon maaf bila ada kesalahan.
    Selamat Hari Raya Idul Adha.
    Salam buat Malaysia.

    abdaz

    Reply

  19. dan
    Nov 17, 2009 @ 00:48:06

    Saya tidak tau apakah ada dalil naqli yang menyatakan hal itu, jika hanya berdasarkan pengalaman atau cerita maka tidak dapat dipastikan.

    Namun hendaknya kita senantiasa bertaubat dan tidak membuka aib kita. Kemudian berusaha, berdo’a dan bertawakkal agar dapat menunaikan haji dengan baik. Jika terjadi juga terbukanya aib, maka bersabarlah dan jadikan sebagai pelajaran agar kita semakin bertaubat dan dekat kepada Allah.

    ———————————————————————————–

    Kalau seorang ulama mengungkapkan suatu pengalaman di Tanah Suci yang mirip dengan perilaku buruk seseorang, mungkin saja untuk mengingatkan orang-orang yang hendak beribadah haji agar bertobat dulu dari dosa-dosanya. Walaupun cara-cara itu kurang bijak, bahkan bisa “menyesatkan”.

    Terima kasih.
    Salam.

    Reply

  20. Pakde Cholik
    Nov 17, 2009 @ 14:23:14

    Saya mempercayai bahwa Allah itu Ar-Rahman dan Ar-Rahiim. Apa yang kita alami di tanah suci bisa berupa cobaan atau teguran mas.
    Salam hangat dari Surabaya

    ———————————————————————–

    Memang begitu Pak, apa pun yang kita alami, di mana pun dan kapan pun, baik atau buruk, itu ujian dari Allah. Kita diuji dengan kebaikan dan keburukan. Berbeda dengan yang dialami umat Nabi Nuh misalnya, itu dinyatakan Allah sebagai azab.
    Terima kasih.
    Salam dari Cianjur buat keluarga di Surabaya.

    Reply

  21. Saung Web
    Nov 17, 2009 @ 16:11:10

    Ah itu gak semua benar ki dulur .. jangan takut.. sy juga punya pikiran gitu.. tapi gak juga tuh… kadang kita suka mengaitkan tentang kejadian yg dialami saat ibadah haji dengan kelakukan kita waktu di tanah air .. seperti misalnya banyak yg kehilangan uang lalu dikaitkan dg perbuatannya dulu.. padahal memang disana banyak copet juga… atau mobil yang macet dsb.. coba bayangkan kalau semua perbuatan kita akan dibalas di sana… trus ditanah airnya jadi mantri sunat .. apa di sana akan ada yang nyunat terus.. hahaha…. kan kasihan nanti bu hajinya haha..

    ——————————————————————————

    Terima kasih atas tambahan infonya. Untung penghuni saung ini bukan mantri sunat, kalau mantri sunat mungkin agak takut juga…he he he.

    Reply

  22. Saung Link
    Nov 17, 2009 @ 16:23:02

    Subhanallah gak ada itu balas membalas .. Allah maha pengampun kok dan ketika orang melaksanakan ibadah haji begitu nyampe semua dosa2nya dah diampuni. terus namanya juga tamu dirumah Allah.. ya kalau tamunya gak sopan , gak mematuhi aturan .. mungkin aja yang punya rumahnya juga kurang berkenan.. sehingga ada kejadian2 yg kurang menyenangkan…

    ohya.. kidulur.. ternyata kita satu kelas dikelas 3 SD Inpres OOm google.. biar duduknya bersebelahan dan bisa saling nyotek saat Uhar.. yo kita pada ngelink.. si sulung sih dah ngelink tuh..
    Linknya langsung di add aja yah.. ditunggu linkbacknya..

    ———————————————————————

    Dari cerita-cerita yang tidak jelas ini, kadang menimbulkan perasaan khawatir pada diri jemaah haji yang di masa lalunya banyak berbuat dosa.
    Oh ya, linknya sudah di add.
    Terim kasih.

    Reply

  23. agoesman120
    Nov 17, 2009 @ 19:04:19

    Semua perbuatan pasti ada balasan…tapi di akhirat sana…
    Salam Hangat

    ——————————————————————————————

    Tepat sekali, Mas. Baik dan buruk yang kita alami di dunia ini hanyalah ujian dan cobaan.
    Salam hangat kembali dari Cianjur.

    Reply

  24. BOY
    Nov 18, 2009 @ 21:05:29

    Sebelum kita menunaikan ibadah haji seharusnya suci lahir dan batin serta bebas hutang terutama sesama mnusia. Pernah terjadi di desa saya bahwa sampai ia ditanah suci, ia memukul teman sekamar. Ini disebabkan waktu dulu ia pernah menyuruh orang lain membunuh seseorang akibat tidak dibayar hutangnya (kebetulan ia seorang pebisnis. Allah swt nampakkan di tanah suci. Mungkin ia malu untuk meminta maaf atau takut hudud atasnya. Tanah suci haram atas segala yang haram kan?
    Salam silaturrahmi selalu, walau udah lama tidak berkunjung ni

    —————————————————————————————

    Bahkan, sebenarnya bukan hanya sebelum ibadah haji saja, tapi kalau kita berbuat dosa harus segera bertobat, memohon ampun pada-Nya , dan meminta maaf kepada orang yang diperlakukan tidak baik. Konon Nabi SAW membaca istighfar lebih dari 100 kali dalam sehari. Itu seorang Nabi, apa lagi kita seharusnya lebih dari itu.
    Apa pun yang diterima sesorang di dunia ini, baik atau buruk, adalah ujian dari Allah SWT. Kalau ada kemiripan dalam kejadian di Tanah Suci dengan di Tanah Air, itu hanya kebetulan saja. Setiap amal kita akan diperhitungkan nanti pada Yaumul Hisab.
    Terima kasih.
    Salam buat seluruh keluarga.

    Reply

  25. BaNi MusTajaB
    Nov 22, 2009 @ 03:52:53

    Ada banyak kisah memang seputar tema di atas. perilaku yang pernah dilakukan tiba-tiba mendapat balasan saat berhaji. itulah sebabnya diperbanyak istighfar, agar balasan itu tidak terlampau keras diterima saat berhaji.

    ——————————————————————

    Betul Mas, kita harus banyak beristighfar. Nabi saja beristighfar setiap hari tidak kurang dari seratus kali. Di mana pun kita akan senantiasa diuji oleh Allah, bahkan saat ibadah haji sekali pun. Semoga kita bisa lulus dari semua ujian Allah itu. Amin.
    Terima kasih atas kunjungannya.
    Salam dari Cianjur.

    Reply

  26. zipoer7
    Nov 22, 2009 @ 19:46:26

    Salam Takzim
    Wah ini sering sekali di ceritain, sepertinya memang disana sebagai cermin, seberapa hebat kesalahan kita sehebat itu pula Allah tunjukkan Subhannallah
    Salam Takzim Batavusqu

    ————————————————–

    Cerita semacam itu banyak sekali Bang, tapi semua itu merupakan ujian dari Allah. Kita semua, di mana pun dan kapan pun akan terus diuji oleh Allah. Diuji bisa dengan keburukan atau juga dengan kebaikan.
    Terima kasih.
    Salam.

    Reply

  27. Fauzan
    Dec 05, 2009 @ 19:18:42

    Assalamualaikum.
    Wah artikel menarik nih. Jadi masukan buat saya juga. Tapi kalo boleh saya punya pendapat. Mungkin yg jadi pertanyaannya : Apakah perbuatan baik/buruk itu dibalas Allah saat manusia itu ada di dunia? Ditambah lagi ada pendapat bahwa di Mekkah Al Mukaromah pembalasan itu terjadi secara spontan. Menurut saya, rasanya kok kurang bijak ya kalo ada ustadz yang spontan menjawab tidak demikian. Soalnya, yang dipertanyakan itu adalah hak Allah semata2, tapi dari kacamata hamba (manusia) tidak mampu untuk mencernanya sampai sebegitu jauh. Kalaupun ternyata dibalas di dunia, ya diterima. Tak pun langsung dibalas, ya diterima. Jadi, yang jadi soal, bukan kapan pembalasannya, tapi apakah si hamba ngerti apa gak sedang dikasi balasan?
    Itu saja. Karena menurut saya pembalasan itu bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, krn ini adalah hak prerogatif Allah semata2. Bagi hamba, kewajiban untuk berbuat sebaik2nya di dunia. Insya Allah.

    Wassalam.

    ————————————————–

    Wa’alaikumussalam,
    Betul Mas, banyak yang menganggap itu sebagai balasan atas perbuatannya, ada juga yang berpendapat itu hanya ujian dari Allah saja. Nabi Ayub pernah menderita sakit selama tujuh tahun, istrinya pergi, anaknya meninggal dan ternaknya pada mati, tapi itu jelas bukan azab. Ia diuji oleh Allah. Kalau azab langsung dinyatakan sendiri oleh Allah, seperti yang dialami umat Nabi Nuh, Nabi Luth dll.
    Ada juga yang berpendapat bahwa musibah yang dialami oleh orang yang beriman itu adalah ujian atau cobaan, tapi bila dialami oleh orang yang berdosa itu azab.

    Itulah sebabnya di sini saya hanya menyajikan pendapat seorang ulama yang dengan tegas menyatakan pendapatnya. Saya baru memperoleh pendapat seperti ini dari HM Cholil Nafis, seorang tokoh NU. Itu pun saya peroleh dari kliping tahun lalu. Kemudian yang bercerita di awal tulisan di atas juga seorang ulama dari kalangan NU. Ulama dari NU ini biasanya kalau berpendapat sangat tekstual dan kaya akan literatur klasik.

    Terima kasih banyak Mas sudah mampir dan berbagi di sini.
    Wassalam.

    Reply

  28. Paket Wisata Pulau Tidung
    Jan 08, 2013 @ 00:18:08

    Cerita ini sering saya dengar dari mereka yang pernah pergi Haji, apakah itu hanya sebuaah kebetulan, hanya Allah yang tahu.

    Reply

  29. Aksesoris sparepart motor
    Apr 15, 2013 @ 17:12:10

    iyayah, mungkin itu hanya kebetulan. hehehe

    Reply

  30. John
    Aug 15, 2015 @ 20:39:19

    is good artikel Thank you so much , Adwin

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IP
My Popularity (by popuri.us)
%d bloggers like this: