Lupa Menjadi Manusia

 

Dr. Haedar Nashir ( kiri )

Pengantar :

Artikel menarik Dr Haedar Nashir, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali disajikan lagi di sini. Tulisan ini dimuat pada Refleksi harian Republika edisi hari ini, Ahad, 30 Mei 2010. Mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca.

•••••

MENGAPA manusia suka berebut sesuatu dengan sikap naif ? Memperebutkan jabatan. Berebut lahan. Berebut pengaruh dan kekuasaan. Bahkan, berebut hal-hal sepele hingga menumpahkan darah. Padahal, untuk banyak perebutan hidup yang sarat pertaruhan itu, tidak jarang harus ditebus dengan jatuh-bangun, tersungkur, deadlock, dan berakhir tragis.

More

Bersyukur atau Sekadar “Syukuran” ?

BERSYUKUR terhadap apa yang kita terima dari Allah tidak mengenal waktu. Artinya, bila seseorang mendapatkan sebuah keberhasilan, biasanya baru ia mengadakan “syukuran”. Kapan pun dan di mana pun kita harus senantiasa bersyukur kepada-Nya. Bahkan dalam kondisi apa pun hendaklah kita tetap bersyukur.

Syukuran, sebuah fenomena seremonial mulai marak di negeri kita pada dekade 80-an. Sebagai sebuah acara kadang ada kecenderungan yang sedikit keluar dari nilai-nilai transendental.

More

Menyikapi Keprihatinan dengan Cerdas

SEPANJANG sejarah kehidupan, manusia akan selalu diliputi keprihatinan. Keprihatinan akan dirinya sendiri, keluarganya, orang-orang terkasihnya, atau saudara-saudara seimannya. Terlepas apakah seseorang itu memiliki kelebihan atau kekurangan tertentu, keprihatinan terhadap sesuatu pasti dirasakannya.

Seseorang mungkin akan memiliki keprihatinan terhadap kebutuhan pangan dan kebutuhan pokok lainnya, ada juga yang memiliki keprihatainan terhadap keberagamaannya, keprihatinan akan berbuat dosa, atau keprihatinan terhadap usianya.

More

Berharap Ampunan dan Rahmat Allah

Sometimes very simple words can have the greatest effect, if they are said in the right time.

SERING kali kita memandang rendah orang yang kita ketahui banyak berbuat dosa. Pada hal kita tidak tahu apa yang ada di hatinya yang paling dalam.

Sebagian dari kita selalu beranggapan bahwa suatu kesalahan yang dilakukan seseorang adalah sepenuhnya kemauan dia sendiri. Kita memang tidak mungkin tahu secara utuh apa motivasi yang melatarbelakanginya. Dan stigma pun ditimpakan kepadanya sebagai orang jahat.

More

Meninggalkan Istana

Pengantar :
Artikel ini ditulis oleh Dr Haedar Nashir, Ketua Pimpinan Pusat  Muhammadiyah, dalam Refleksi harian Republika edisi hari ini, Ahad, 7 Februari 2010. Tulisan ini sangat menarik, karena itu terasa perlu untuk disajikan di sini. Bagaimana tanggapan Anda ?

***

ALI IBNU AL-MAKMUN AL-ABBAS adalah putra khalifah ternama Abdullah al-Makmun. Dalam usianya yang masih belia, dia termasuk putra mahkota dan sekaligus panglima perang yang tangguh. Dia tinggal di istana yang megah. Suatu kali, dari balkon istananya, sang pangeran melihat seorang tukang kayu yang bekerja keras sepanjang hari. Ketika waktu shalat tiba, si tukang kayu bergegas mengambil air wudhu dan menunaikan rukun Islam yang kedua itu dengan khusyuk.
More

Dasar-dasar Agama Islam

Selasa, 2 Februari 2010 | 17:10

Dasar-dasar agama Islam dikenal dengan sebutan Rukun Islam ( Arkan al-Islam ). Rukun Islam ini merupakan sendi-sendi atau ketentuan dasar agama Islam . Dasar-dasar ini disepakati oleh seluruh aliran teologi Islam.

Rukun Islam ini terdiri dari lima poin sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Bukhari-Muslim. Ketika Jibril bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, tentang apa yang dimaksud dengan Islam, Nabi menjawab,”Islam ialah bahwa engkau bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, dirikan shalat, keluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan engkau ibadah haji ke Baitullah jika memiliki kemampuan.” ( HR Bukhari – Muslim ).

More

Dasar-dasar Keimanan

Senin, 25 Januari 2010 | 23:52

Di dalam agama Islam kita mengenal Arkân al-Imân . Arkân merupakan bentuk jamak ( plural ) dari kata rukn. Rukn yang dalam bahasa Indonesia menjadi rukun berarti dasar. Karena itu dasar-dasar keimanan disebut Rukun Iman ( Arkân al-Imân ).

Rukun Iman disebutkan di dalam Al-Quran, yang artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” ( QS An Nisâ [4] : 136 ).

Dalam ayat ini disebutkan bahwa kita diwajibkan beriman kepada Allah, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, malaikat-malaikat-Nya dan hari kemudian.

More

Islam, Agama untuk Semua Manusia

Kamis, 14 Januari 2010 | 23: 58

Kata Islam  berasal dari kata aslama, yuslimu, islâm, yang mempunyai beberapa arti, yaitu :
• melepaskan diri dari segala penyakit lahir dan batin,
• menyelamatkan,
• masuk dalam keselamatan,
• kedamaian , keamanan dan kesejahteraan
• ketaatan dan kepatuhan,
• penyerahan diri dan ketundukan.

Adapun menurut istilah, Islam ialah agama yang diwahyukan Allah kepada para Nabi dan rasul-Nya agar menjadii pedoman hidup bagi manusia, yang akan mendatangkan kesejahteraan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.
More

Akidah, Ikatan Perjanjian Manusia dengan Tuhannya

Senin, 4 Januari 2010  |  23: 44

Kata aqidah merupakan mashdar ( infinitif )  dari kata ‘aqada – ya’qidu, yang berarti menyimpulkan atau mengikatkan tali dan mengadakan perjanjian. Di dalam bahasa Indonesia kita mengenal istilah  akad, juga berasal dari  kata yang sama, artinya perjanjian.

Dalam Islam, akidah dimaknakan sebagai keyakinan-keyakinan dasar Islam yang harus diyakini oleh setiap Muslim.

Akidah Islam, secara literal mengandung makna “ikatan”. Disebut “ikatan’ karena ia akan mengikat keyakinan setiap orang yang beriman, sehingga hatinya tetap meyakini dasar-dasar ajaran Islam tersebut.

More

Iman, Sebuah Pembenaran Aplikatif

Senin, 28 Desember 2009 | 23:59

One God, one humanity and one religion for all mankind is the foundation of Islam.

Iman, dari bahasa Arab âmana, berarti mepercayai, membenarkan, setia, aman, melindungi, dan menempatkan sesuatu pada tempat yang aman. Beriman kepada Allah berarti mempercayai keberadaan-Nya. Seorang lelaki yang beriman disebut mukmin, dan seorang perempuan disebut mukminah.

Menurut syara’ iman memilki makna sebagai “pembenaran dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan mempraktekkan ajaran Islam dengan anggota badan”. Dari pengertian ini, iman memiliki tiga unsur, yaitu pembenaran ( tashdiq ), pernyatan pengakuan ( iqrâr ), dan aplikasi dalam perbuatan ( a’mâl ).
More

Jesus was a Muslim

Jumat, 25 Desember 2009 | 00:05

Isa AS adalah nabi terakhir dari kalangan Bani Israil. Ia dilahirkan di Betlehem, Palestina. Ibunya adalah Maryam, sang perawan yang tumbuh-kembang di rumah Nabi Zakariya ( suami bibinya).

Maryam dikenal sebagai sosok yang selalu menjaga diri dan kehormatannya. Ia adalah seorang wanita yang saleh dan sehari-hari beribadah kepada Allah SWT di mihrabnya di Bait al-Maqdis . Suatu hari ia didatangi Malaikat Jibril yang memberitahukan bahwa ia mengandung karena izin Allah SWT. Dia hamil tanpa seorang suami, atas kehendak Allah. Kaumnya menuduh melakukan perzinahan dan meragukan keperawanannya.
More

Ibumu, Ibumu, Ibumu

Selasa, 22 Desember 2009 | 17.45

Seorang ibu berperan sebagai seorang pendidik pertama dan utama. Apa pun profesinya ia tetap seorang ibu dengan tugas pokoknya adalah mendidik anak-anaknya. Sebagai seorang pengusaha sukses, Khadijah, istri Rasulullah SAW, tetap seorang ibu yang mendidik anak-anaknya.

Bila peran utama seorang ibu ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, insya Allah sang ibu bisa mengantarkan anaknya ke sorga. “Sorga di bawah telapak kaki ibu”, kata Rasulullah SAW.

More

Hijrah, Melangkah ke Arah yang Lebih Baik

Senin, 14 Desember 2009 | 21:41

Kata hijrah, berasal dari bahasa Arab yang secara literal berarti berpindah, meninggalkan, berpaling, dan tidak memperdulikan lagi. Menurut istilah , hijrah ialah kepindahan Nabi Muhammad SAW dari kota Makkah ke Yatsrib pada tahun ke-13 kenabian.

Sebagai seorang rasul, Nabi Muhammad SAW harus berhadapan dengan masyarakat jahiliyah di Makkah untuk menyampaikan risalahnya. Mereka memegang nilai-nilai kepercayaan yang sebenarnya merupakan ajaran yang diwarisakan Nabi Ibrahim AS, tapi telah mengalami berbagai penyimpangan dari nilai-nilai yang sebenarnya yang dibawa Nabi Ibrahim. Padahal ajaran dasar setiap rasul, sejak Nabi Adam AS, termasuk Ibrahim AS adalah nilai-nilai tawhid ( keesaan Allah ).
More

Dasar-dasar Keberagamaan Seorang Muslim

Jumat, 4 Desember 2009 | 14:39

PARA  sahabat sedang bercengkerama dengan Rasulullah SAW pada suatu sore yang cerah, tiba-tiba datanglah seorang pemuda dengan santun dan akrab bertanya kepada nabi tentang dasar-dasar ajaran Islam. Ia bertanya,”Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku apa yang dimaksud dengan iman ?” Nabi menjawab, ”Iman ialah bahwa engkau meyakini keberadaan Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitab yang diturunkan Allah, para rasul Allah, meyakini akan terjadinya hari kiamat, dan meyakini adanya takdir”. Sang pemuda itu bertanya lagi, ”Apa yang dimaksud dengan Islam?”.  Nabi menjawab,  ”Islam ialah bahwa engkau bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah, dirikan shalat, tunaikan zakat, laksanakan puasa Ramadhan dan ibadah haji ke Baitullah jika mampu”.

More

Satu Abad Muhammadiyah, Menuju Pembaruan Tahap Kedua

Sabtu, 28 November 2009 | 23.58

Secara etimologis nama Muhamaddiyah berasal dari kata “Muhammad”, yaitu nama Rasulullah SAW, dan diberi tambahan ya nisbah dan ta marbuthah yang berarti pengikut Nabi Muhammad SAW. KH. Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Muhammadiyyah menegaskan bahwa,”Muhammadiyyah bukanlah nama perempuan melainkan berarti umat Muhammad, pengikut Muhammad, Nabi Muhammad SAW utusan Tuhan yang penghabisan”.
More

Previous Older Entries

IP
My Popularity (by popuri.us)